Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38% - Koran Mandalika

Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38%

Senin, 15 Juni 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus konsisten menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material sisa proses produksi sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif bagi kelestarian lingkungan.

Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan peningkatan pengelolaan mineral strategis untuk pembangunan masa depan harus diimbangi dengan pengelolaan sisa hasil produksi yang bertanggung jawab.

Mineral seperti aluminium, bauksit, nikel, tembaga, dan timah semakin dibutuhkan untuk mendukung elektrifikasi, pengembangan baterai, kendaraan listrik, serta perluasan jaringan energi. Karena itu, MIND ID menerapkan kerangka strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway, yang salah satu fokus utamanya adalah minimisasi limbah melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MIND ID mencatat volume limbah padat B3 yang dihasilkan turun 38% dalam 2 tahun dari 351 kiloton pada 2023 menjadi 279 kiloton pada 2024, dan kembali menurun menjadi 217 kiloton pada 2025. Dalam periode yang sama, limbah padat non-B3 turun dari 1.082 kiloton menjadi 956 kiloton.

Baca Juga :  Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

“Baik limbah B3 maupun limbah non-B3 terus menurun karena operasi dilakukan secara lebih efisien sehingga limbah yang dihasilkan semakin berkurang,” kata Binahidra dalam Invirotech Expo 2026, Juni 2026.

Limbah Grup MIND ID dikelola secara mandiri maupun dengan menggandeng pihak ketiga berizin. Hasil pengelolaan limbah operasi tambang dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar daerah operasional.

Salah satu program yang sudah berjalan secara berkelanjutan adalah dari PT Aneka Tambang melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka, yang memanfaatkan slag feronikel menjadi batako dan paving block. Material slag diangkut dari area penampungan, dicampur dengan semen dan air, kemudian dicetak dan dikeringkan untuk menghasilkan produk konstruksi yang memiliki nilai tambah dengan total produksi tahunan mencapai 5.000 ton per tahun.

Baca Juga :  Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material agregat campuran paste backfill untuk operasi tambang bawah tanah dengan kapasitas pemanfaatan sekitar 1.500 kiloton per tahun. Sementara PT Vale Indonesia Tbk memanfaatkan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun.

Menurut Binahidra, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban kepatuhan semata, tetapi telah menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai dan pengelolaan risiko perusahaan.

“Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, tetapi merupakan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat,” ujarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PT Rohto Laboratories Indonesia hadirkan kembali kegiatan ROHTO PEDULI – “Joy of Seeing – A Healthy Future for All” dengan membagikan 1.500 kacamata gratis bagi siswa SD dan SMP serta 500 kacamata gratis bagi para lansia & operator pabrik.
JELANG WAJIB HALAL 18 OKTOBER, FONDASI INDUSTRI HALAL TELAH SIAP
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%
Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Beyond Borders: Dari Indonesia, Membawa Kapabilitas PLN NPC ke Dunia
Bank Mandiri Taspen Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 Kinerja Pembayaran Pensiunan
PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:35

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Berita Terbaru