Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia - Koran Mandalika

Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat perhatian dari
pelaku industri di Indonesia. Tingginya minat tersebut tercermin dalam OpenClaw
Meetup Jakarta #4 yang didukung oleh Lintasarta melalui Cloudeka dan berhasil
menarik lebih dari 500 pendaftar. Antusiasme ini menunjukkan bahwa pemanfaatan
AI tidak lagi berhenti pada tahap eksplorasi, tetapi mulai bergerak menuju
implementasi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan
pengambilan keputusan bisnis.

Sebagai
salah satu komunitas AI yang berkembang pesat di Indonesia, OpenClaw telah
menjadi ruang kolaborasi bagi para AI practitioner, developer, startup,
enterprise, dan technology leaders untuk berbagi pengalaman dalam membangun,
mengintegrasikan, dan mengoperasikan AI Agents di lingkungan produksi. Topik yang dibahas
mencakup AI automation, AI engineering, multi-agent systems, hingga
implementasi Agentic AI untuk berbagai kebutuhan industri.

Momentum ini sejalan
dengan proyeksi Gartner yang memperkirakan bahwa pada 2028 sekitar 33% aplikasi
perangkat lunak enterprise akan mengadopsi Agentic AI, meningkat signifikan
dari kurang dari 1% pada 2024. Pada periode yang sama, sekitar 15% keputusan
operasional sehari-hari diproyeksikan dapat dijalankan secara otonom oleh AI
Agents. Perubahan ini menandai lahirnya era baru autonomous
enterprise yang akan mengubah cara organisasi beroperasi dan menciptakan nilai
bisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta,
mengatakan bahwa adopsi Agentic AI membutuhkan lebih dari sekadar model AI yang
canggih. Organisasi juga memerlukan fondasi digital yang mampu memastikan
keamanan, integrasi, kedaulatan data, serta kesiapan infrastruktur untuk
menjalankan AI dalam skala enterprise.

Baca Juga :  THR: Trade, Hope, and Reward – Makna CSR Ramadan Dupoin bagi Anak Panti

“Agentic AI menjadi salah satu evolusi paling penting
dalam perjalanan transformasi digital. Namun keberhasilannya tidak hanya
ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan oleh kesiapan fondasi
digital yang menopangnya. Karena itu, Lintasarta terus memperkuat Intelligent
Core sebagai fondasi yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, cybersecurity,
dan AI dalam satu ekosistem yang aman, terintegrasi, dan siap mendukung
kebutuhan industri,” ujar Gidion.

Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta
menghadirkan Intelligent Core sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan
kapabilitas Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) untuk
membantu organisasi mengadopsi teknologi AI secara lebih cepat, aman, dan
terukur. Dengan prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless
Experience, Intelligent Core memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan
berbagai solusi AI di atas infrastruktur yang berdaulat, aman, dan sesuai dengan
kebutuhan bisnis masing-masing.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui gerakan AI Merdeka, dengan
mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui Laskar AI yang mencetak
talenta digital dan AI Indonesia serta Semesta AI yang memberdayakan startup dan
pengembangan berbagai AI use case di berbagai sektor industri strategis. Melalui
AI Merdeka, Lintasarta mempertegas perannya sebagai AI Factory yang
menghubungkan talenta, teknologi, dan kebutuhan industri untuk membangun
ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Maxy Academy Bersama UNESA Gelar Pelatihan BNSP Skema Desain Multimedia untuk Bekali Masa Depan Karir Mahasiswa

Pada akhirnya, melalui dukungannya terhadap OpenClaw
Meetup, Lintasarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI nasional
yang terbuka dan kolaboratif. Bagi Lintasarta, percepatan adopsi AI tidak dapat
dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara komunitas
teknologi, penyedia infrastruktur, pengembang solusi, akademisi, pemerintah,
dan pelaku industri.

Perwakilan OpenClaw Sofian Hadiwijaya menyampaikan
bahwa kolaborasi lintas ekosistem menjadi faktor penting dalam mempercepat
adopsi Agentic AI di Indonesia. “AI Agents memiliki
potensi besar untuk mentransformasi cara organisasi bekerja. Namun untuk
mewujudkannya dibutuhkan ruang kolaborasi yang memungkinkan komunitas,
industri, dan penyedia teknologi saling berbagi pengetahuan serta pengalaman
implementasi. Kami mengapresiasi dukungan Lintasarta yang tidak hanya
menyediakan platform diskusi, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam
membangun ekosistem AI Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi antara Lintasarta dan OpenClaw menjadi bagian dari upaya
mendorong terbentuknya ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan
berkelanjutan. Dengan menghubungkan komunitas, teknologi, dan kebutuhan
industri, Lintasarta ingin memastikan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia tidak
hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi
produktivitas, daya saing, dan kedaulatan digital nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

“HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”
Bukan Sekadar Hadir di Gala Premiere, ESAFX Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama Film Ketok Mejik
Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin
Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia
Perusahaan Jepang Bidik Pasar Indonesia di Era AI: Firma Hukum dan Startup Legal-Tech Gelar Seminar Strategi Masuk Pasar di Tokyo.
Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?
ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY
Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:02

“HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:02

Bukan Sekadar Hadir di Gala Premiere, ESAFX Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama Film Ketok Mejik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:02

Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:02

Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:02

Perusahaan Jepang Bidik Pasar Indonesia di Era AI: Firma Hukum dan Startup Legal-Tech Gelar Seminar Strategi Masuk Pasar di Tokyo.

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:02

ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:02

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:02

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

Berita Terbaru