Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi? - Koran Mandalika

Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari Selasa (18/8) diperkirakan masih menghadapi volatilitas yang cukup tinggi. Sejumlah faktor fundamental memberikan dukungan terhadap emas, terutama pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta meningkatnya kembali permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik. Namun, dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melihat adanya potensi koreksi jangka pendek setelah harga gagal mempertahankan penguatan di atas level resistance penting. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai level 4.417 menjadi area krusial yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Berdasarkan analisis teknikal pada time frame H4, harga emas (XAUUSD) sebelumnya berupaya melanjutkan kenaikan dengan menguji resistance kedua di level 4.417. Akan tetapi, upaya tersebut belum berhasil menghasilkan breakout yang valid. Harga justru kembali bergerak di bawah level resistance setelah sempat menembusnya. Kondisi tersebut menunjukkan terjadinya false break, yang dapat menjadi indikasi awal bahwa kekuatan buyer mulai berkurang di area harga tinggi.

False break pada resistance penting menjadi sinyal yang patut diperhatikan karena menunjukkan bahwa pasar belum memiliki cukup tenaga untuk mempertahankan tren kenaikan. Ketika harga gagal bertahan di atas resistance setelah breakout, seller biasanya memiliki peluang untuk kembali mengambil alih momentum. Dalam kondisi tersebut, sebagian trader juga berpotensi melakukan aksi ambil untung setelah harga sebelumnya mengalami penguatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Geraldo Kofit, apabila tekanan jual semakin meningkat, harga emas (XAUUSD) berpeluang mengalami koreksi menuju support 4.348. Level tersebut menjadi area penting untuk melihat apakah buyer akan kembali masuk ke pasar atau tekanan bearish justru semakin kuat. Respons harga ketika mencapai support akan menjadi salah satu indikator bagi trader untuk menentukan apakah pelemahan yang terjadi hanya merupakan koreksi sementara atau berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.

Baca Juga :  Rasikh Khalil Pasya dan Dhiya Urrahman: Dari Bootcamp hingga Magang, Menjelajah Dunia IT dengan Semangat dan Ketekunan

Meski sinyal teknikal menunjukkan potensi penurunan, kondisi fundamental justru masih memberikan sejumlah katalis positif bagi emas. Salah satunya berasal dari pelemahan dolar AS. Penurunan nilai dolar cenderung membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain karena harga komoditas tersebut menjadi relatif lebih murah. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan permintaan dan membatasi tekanan jual terhadap XAUUSD.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed juga mengalami perubahan. Data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah membuat pasar semakin mengurangi kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek kebijakan moneter yang lebih longgar dapat menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya ketegangan kedua negara serta ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan pasar energi global. Kondisi tersebut dapat mendorong investor meningkatkan eksposur terhadap aset safe haven sebagai langkah untuk mengantisipasi risiko pasar.

Ketidakpastian mengenai Selat Hormuz juga memiliki implikasi lebih luas terhadap pasar komoditas. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting dalam perdagangan energi global sehingga gangguan terhadap aktivitas pelayaran dapat memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak. Jika risiko geopolitik semakin meningkat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas (XAUUSD) berpotensi ikut terdorong.

Baca Juga :  Sertifikat Elektronik Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Tanda Tangan Digital

Dengan demikian, pergerakan harga emas hari ini berada dalam kondisi yang cukup menarik karena terdapat dua sentimen yang berlawanan. Fundamental cenderung memberikan dukungan terhadap emas melalui pelemahan dolar AS, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, dan meningkatnya permintaan safe haven. Namun, analisis teknikal menunjukkan bahwa harga masih menghadapi hambatan di resistance 4.417 setelah terjadi false break.

Pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan komunikasi pejabat The Fed. Data yang menunjukkan pelemahan ekonomi dapat semakin memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan katalis positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi kembali menunjukkan ketahanan yang lebih kuat, dolar AS berpotensi mendapatkan dukungan dan menambah tekanan terhadap harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih memiliki fondasi fundamental yang cukup kuat, tetapi dalam jangka pendek peluang koreksi tetap terbuka. Kegagalan mempertahankan harga di atas resistance 4.417 menjadi sinyal teknikal yang perlu dicermati, sementara support 4.348 menjadi level utama yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Dengan kombinasi sentimen fundamental yang positif dan sinyal teknikal yang cenderung korektif, Geraldo Kofit menilai trader perlu menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi. Reaksi XAUUSD di sekitar level 4.348 akan menjadi kunci untuk melihat apakah pasar mampu kembali melanjutkan tren bullish atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tren Kerja Online dan Kerja Sampingan Menguat, NambahCuan Tawarkan Tiga Jenis Tugas Tanpa Jam Kerja Mengikat
Jaga Kenyamanan Bersama, LRT Jabodebek Ingatkan Etika Selama Perjalanan
PTPP Masuki Tahap Implementasi Restrukturisasi melalui Penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA)
Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan
Bulan Berkah Fatmawati City Center, Hunian Impian dengan Benefit Lebih
Lebih Dari 3,6 Juta Pengguna Jasa KA Gunakan KA dari Daop 2 Bandung, Naik Lebih Dari 10 Persen
FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta
Thermax Gelar Roadshow di Surabaya, Perkuat Komitmen dalam Perjalanan Transisi Energi Pelanggan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:02

Tren Kerja Online dan Kerja Sampingan Menguat, NambahCuan Tawarkan Tiga Jenis Tugas Tanpa Jam Kerja Mengikat

Jumat, 11 September 2026 - 19:02

Jaga Kenyamanan Bersama, LRT Jabodebek Ingatkan Etika Selama Perjalanan

Jumat, 11 September 2026 - 18:02

PTPP Masuki Tahap Implementasi Restrukturisasi melalui Penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA)

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

Bulan Berkah Fatmawati City Center, Hunian Impian dengan Benefit Lebih

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta

Jumat, 11 September 2026 - 16:02

Thermax Gelar Roadshow di Surabaya, Perkuat Komitmen dalam Perjalanan Transisi Energi Pelanggan

Jumat, 11 September 2026 - 15:02

Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMAN 1 Kroya Agar Tak Mudah Terjebak Hoaks

Berita Terbaru