Sales Call Tidak Diangkat? Cek 3 Hal Ini Sebelum Tambah Target Call - Koran Mandalika

Sales Call Tidak Diangkat? Cek 3 Hal Ini Sebelum Tambah Target Call

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sales call atau panggilan sales adalah salah satu taktik yang dioptimalkan bisnis untuk menjangkau prospek atau calon pelanggan secara lebih cepat. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam sales call adalah rendahnya pickup rate, yakni persentase panggilan yang benar-benar diangkat oleh prospek.

Misalnya, dari 100 panggilan yang dilakukan, hanya belasan yang diangkat. Situasi ini sering membuat manajer atau SPV terburu-buru menaikkan target panggilan harian, dengan harapan: semakin banyak yang ditelepon, semakin besar peluang diangkat.

Padahal, penyebabnya belum tentu terkait jumlah panggilan. Prospek bisa saja sedang meeting, dalam perjalanan, atau memang ragu mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum menambah target call, terdapat 3 hal yang lebih penting untuk dicek terlebih dahulu: waktu menelepon, nomor yang digunakan, dan strategi follow-up.

1. Waktu Menelepon

Waktu menelepon menjadi salah satu faktor penentu apakah prospek mengangkat telepon atau tidak. Tapi, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk melakukan sales call ke prospek?

Jika melakukan pencarian di internet, jawabannya cukup beragam. Setiap industri, target market, dan model bisnis memiliki “waktu emas” panggilan yang berbeda. Oleh karena itu, cara paling akurat bukan mengikuti rekomendasi umum, melainkan menganalisis pola panggilan tim Anda sendiri.

Anda dapat memanfaatkan MiiTel Phone, solusi VoIP berbasis AI Analytics yang memiliki fitur Heatmap untuk membaca pola panggilan secara otomatis.

Seperti terlihat pada gambar di atas, semakin gelap warnanya, semakin bagus performa panggilan pada jam dan hari tersebut. Dengan demikian, tim tidak perlu menebak-nebak, cukup lihat slot dengan warna paling pekat, lalu arahkan lebih banyak dial ke jam-jam tersebut, dan kurangi dial di jam yang secara konsisten menunjukkan rasio terjawab rendah. Data heatmap ini juga bisa diunduh dalam format CSV untuk dianalisis lebih lanjut atau dilaporkan ke manajemen.

Baca Juga :  Pendaftar LPDP tidak perlu khawatir lagi, Neo Spectra English kini menyediakan program tes TOEFL ITP Official ETS termurah dan terlengkap se-Indonesia!

Kelebihan pendekatan ini dibanding rekomendasi umum “telepon jam 9 pagi” atau semacamnya: datanya berasal dari perilaku prospek Anda sendiri, bukan asumsi rata-rata industri yang belum tentu cocok dengan target market atau zona waktu bisnis Anda.

2. Nomor Telepon yang Digunakan

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat spam call tertinggi di Asia PasifikLaporan Truecaller 2025 mencatat bahwa 79% panggilan dari nomor tidak dikenal di Indonesia teridentifikasi sebagai spam atau penipuan, dan lebih dari 40% di antaranya menyamar sebagai institusi keuangan. Laporan sebelumnya juga mencatat rata-rata orang Indonesia menerima sekitar 16 panggilan spam per bulan, salah satu yang tertinggi di Asia.

Dampaknya untuk tim sales: nomor bisnis yang sah pun ikut kena imbas keraguan ini. Untuk memperkecil risiko ini, beberapa langkah yang bisa dicoba:

– Gunakan nomor bisnis resmi seperti PSTN (021, dst.) atau GSM khusus perusahaan, bukan nomor pribadi.

– Pertimbangkan nomor premium atau branded caller ID untuk memperkuat identitas dan kepercayaan.

– Hindari pola dial yang menyerupai robocall (durasi sangat singkat, volume tinggi dalam waktu berdekatan), karena ini yang sering memicu sistem operator menandai nomor sebagai “Spam Likely”.

3. Strategi Follow-up

Banyak yang mengira masalah pickup rate murni soal seberapa gencar menelepon. Padahal, riset industri menunjukkan tim sales rata-rata menghabiskan hingga 70% waktu kerja untuk tugas administratif, seperti entri data, rapat internal, riset prospek, dan persiapan dokumen. Artinya, waktu yang benar-benar digunakan untuk interaksi langsung dengan calon pelanggan hanya sekitar 28-30% dari total jam kerja per minggu.

Baca Juga :  Tingkatkan Keselamatan, KAI Divre III Palembang Tutup 7 Perlintasan KA Selama Semester Satu 2025

Dengan waktu interaksi yang terbatas ini, follow-up manual satu per satu menjadi kurang efisien. Di sinilah MiiTel Phone kembali bisa membantu melalui fitur Auto Dialer dan Predictive Dialer yang dirancang khusus untuk mempercepat proses outbound call.

Kedua fitur ini juga otomatis merekam dan membuat transkrip setiap panggilan, sehingga follow-up ke prospek yang belum berhasil dihubungi bisa dijadwalkan ulang berdasarkan data, bukan tebakan. Hasil panggilan pun dapat diekspor untuk dianalisis atau dilaporkan ke tim.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menambah Target Call?

Menambah volume call bukan langkah yang salah, tapi idealnya dilakukan setelah tiga hal di atas sudah dioptimalkan, bukan sebagai solusi pertama. Sebagai gambaran, cold calling B2B pada umumnya hanya menghasilkan pickup rate di kisaran 2-5%. Jika fundamentalnya (waktu, nomor, follow-up) belum diperbaiki, menambah jumlah dial hanya akan memperbesar angka yang sama-sama rendah, bukan memperbaiki akar masalahnya.

Ingin memiliki nomor telepon khusus bisnis serta sistem telepon yang dilengkapi fitur auto dialer, predictive dialer, dan analisis pola panggilan?

Semuanya bisa Anda dapatkan di MiiTel Phone. Konsultasi sekarang dengan klik di sini atau kunjungi miitel.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:02

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

Jumat, 18 September 2026 - 18:02

Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Berita Terbaru

Teknologi

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:02