Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan yang Diam-diam Digemari Gen Z - Koran Mandalika

Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan yang Diam-diam Digemari Gen Z

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasi “cuan dari konten” terlanjur jadi mimpi kolektif Gen Z, followers dikejar, algoritma dipelajari mati-matian, tapi hasilnya kerap jauh dari janji manis yang beredar di media sosial.

Sementara itu, kebutuhan akan penghasilan tambahan tidak menunggu siapa pun jadi viral lebih dulu. Laporan 2026 Gen Z and Millennial Survey yang dirilis Deloitte mencatat hampir 30 persen Gen Z dan sekitar 25 persen milenial di dunia kini memiliki pekerjaan sampingan, baik paruh waktu maupun penuh waktu, di luar pekerjaan utama mereka.

Di celah itulah sebagian Gen Z bergerak diam-diam, menjadi reseller layanan digital seperti SMM Panel, jauh dari sorotan tapi terbukti menghasilkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bisnis yang Bekerja Tanpa Pernah Tampil

Reseller layanan digital menjual kembali layanan peningkatan media sosial, followers, likes, views, dari penyedia besar ke pelanggan akhir, mulai dari UMKM, brand kecil, sampai individu yang ingin akunnya terlihat lebih meyakinkan. Tidak ada wajah yang perlu dikenali, tidak ada konten yang perlu dibuat, cukup selisih harga antara beli grosir dan jual eceran yang jadi mesin uangnya.

Baca Juga :  VRITIMES Jalin Kerja Sama Strategis dengan Tabloidselebrita.com

“Banyak yang tidak sadar, sebagian bisnis yang mereka lihat aktif dan kredibel di media sosial itu dibantu tangan reseller di belakang layar. Profesinya senyap, tapi perputaran transaksinya nyata dan terus berjalan setiap hari,” ujar Mas Eko, pengamat industri digital dari ProviderSMM.id.

Yang membuat profesi ini menarik, menurutnya, justru karena tidak menuntut personal branding maupun konsistensi produksi konten yang melelahkan. “Modalnya kecil, prosesnya bisa dipelajari cepat, dan hasilnya terasa jauh lebih cepat dibanding menunggu jadi content creator yang viral,” tambahnya.

Dua Sisi Mata Uang yang Sama

Industri ini berjalan lewat dua peran yang saling mengunci. Provider memegang sumber daya dan sistem pengiriman layanan secara langsung, biasanya dengan harga grosir dan akses API untuk mitra bisnis. Reseller membeli dari provider lalu menjualnya kembali ke pelanggan akhir, tanpa perlu memikirkan infrastruktur teknis di baliknya sama sekali.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Budaya Visual, Bukti Komitmen BINUS dalam Dunia Seni, Budaya dan Kreatif.

“Bagi yang baru mulai, jadi reseller jauh lebih realistis dibanding langsung jadi provider, modal dan risikonya kecil, tapi peluang belajar cara kerja industri ini tetap terbuka lebar,” jelas Mas Eko. Ia menegaskan, faktor yang paling menentukan keberhasilan reseller bukan seberapa besar modal awal, melainkan ketepatan memilih smm panel terpercaya untuk diajak bekerja sama, transparansi soal drop rate, kejelasan sumber followers, hingga kebijakan garansi refill yang tertulis jelas jadi pembeda antara reseller yang bertahan lama dengan yang cepat kehilangan kepercayaan klien.

Yang Senyap, Belum Tentu Sepi

Tidak semua jalan menghasilkan uang di dunia digital butuh tepuk tangan atau notifikasi like yang ramai. Selama bisnis kecil masih berlomba membangun kredibilitas instan di media sosial, dan selama Gen Z masih mencari celah penghasilan yang tidak menuntut wajah dikenal publik, profesi reseller kemungkinan akan terus tumbuh, diam-diam, tapi jauh dari kata berhenti.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Merdeka Finansial Dimulai dari Manajemen Risiko, Bukan Mengejar Imbal Hasil Cepat
Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026
Dua Hari Menuju Penutupan GIIAS 2026, Sudah Siap Wujudkan Mobil Impian Bersama BRI Finance Belum?
Tren Home Improvement Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Hunian Lebih Nyaman
Smart Salary Perkuat Posisi sebagai Enterprise HR Technology Partner di Asia Tenggara melalui DTI-Cx 2026
FLOQ Catat 1,8 Juta Pengguna, Perkuat Ekosistem Keuangan On-Chain Bersama AWS
Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan terhadap Platform Kripto Tanpa Izin
Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:02

Merdeka Finansial Dimulai dari Manajemen Risiko, Bukan Mengejar Imbal Hasil Cepat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:02

Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:02

Dua Hari Menuju Penutupan GIIAS 2026, Sudah Siap Wujudkan Mobil Impian Bersama BRI Finance Belum?

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:02

Tren Home Improvement Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Hunian Lebih Nyaman

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:02

Smart Salary Perkuat Posisi sebagai Enterprise HR Technology Partner di Asia Tenggara melalui DTI-Cx 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:02

Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan terhadap Platform Kripto Tanpa Izin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:02

Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan yang Diam-diam Digemari Gen Z

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:02

Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura

Berita Terbaru