Koran Mandalika, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, membuka rapat koordinasi (rakor) kick off MotoGP 2026. Rakor tersebut menjadi momentum awal untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan, persiapan MotoGP tahun ini harus mulai diarahkan pada aspek teknis penyelenggaraan, Pemerintah daerah bersama pihak terkait diminta melakukan pemetaan terhadap seluruh persoalan yang masih harus diselesaikan.
“Sudah waktunya kita fokus ke teknis, khususnya terkait dengan penyelenggaraan event MotoGP pada 9-11 Oktober 2026,” ujarnya saat membuka Rakor di kantor utama Bank NTBS Mataram, Rabu (12/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia meminta seluruh pihak menyiapkan skenario terbaik, termasuk kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam gelaran MotoGP Mandalika.
“Saya tidak mengatakan Presiden akan hadir, tetapi di setiap MotoGP kita harus mempersiapkan dengan skenario Presiden akan hadir,” katanya.
Menurutnya, kesempatan untuk menjadi tuan rumah event yang dihadiri Presiden tidak datang setiap saat, Karena itu seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal agar penyelenggaraan MotoGP tahun ini mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi NTB.
“Belum tentu kita dapat kesempatan kedua, ketiga untuk dihadiri Presiden. Maka kita harus mempersiapkan ini sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selain aspek penyelenggaraan, Iqbal menilai MotoGP juga berkaitan erat dengan keberlanjutan (sustainability) event tersebut di Mandalika, oleh karenanya rakor tersebut tidak hanya membahas kesiapan balapan, tetapi juga melakukan stock taking atau pemetaan menyeluruh terhadap kondisi persiapan saat ini.
“Kita akan fokus untuk stock taking. Pertama kita akan mendengarkan update dari teman-teman dari ITDC dan dari teman-teman dari MGPA, di mana posisi kita sekarang ini,” paparnya.
Dari hasil pemetaan tersebut, pemerintah akan menyusun daftar persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Setiap persoalan nantinya akan dibagi kepada pihak yang bertanggung jawab untuk segera dituntaskan.
“Selain itu kita bikin checking list apa saja yang menjadi permasalahannya, dan kita langsung bagi tugas siapa-siapa yang menjadi penanggung jawab masing-masing masalah. Kita beri waktu dua minggu untuk penyelesaiannya,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan apresiasi terhadap dukungan kuat Gubernur NTB dalam setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Pak Gubernur NTB yang memiliki support yang sangat kuat terhadap Mandalika,” ujar Ahmad.
Menurutnya, Gubernur Iqbal tidak hanya melihat MotoGP sebagai ajang balap selama tiga hari, tetapi sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTB.
“Di mana-mana Pak Gub selalu menggaungkan bahwasanya dampak ekonomi dari MotoGP ini sangat berdampak, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi PDB di NTB,” katanya.
Ahmad menyebut pertumbuhan ekonomi NTB yang berada di posisi kedua tertinggi secara nasional tidak terlepas dari penyelenggaraan event dan pengembangan sektor pariwisata yang terus didorong secara progresif.
Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Iqbal yang aktif membawa isu pengembangan Mandalika dan MotoGP ke tingkat pemerintah pusat, termasuk melalui pertemuan dengan Presiden.
“Jadi MotoGP sekarang ini bukan hanya sekadar race atau balapan tiga hari, tapi kita sedang menciptakan ekosistem yang melibatkan banyak orang,” jelasnya.
Menurut Ahmad, ekosistem tersebut terus berkembang dan diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat serta perekonomian NTB, ITDC sejak awal juga mendapat mandat untuk berperan sebagai salah satu agen pembangunan dalam pengembangan kawasan dan ikut membangun perekonomian NTB.
“Alhamdulillah kita sudah makin lama menciptakan ekosistem, di mana pertumbuhan ekonomi NTB ini karena pemerintah dari awal sebagai agent developer BUMN diminta untuk membangun, untuk ikut membangun NTB,” pungkasnya. (*)






