Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239 - Koran Mandalika

Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Meskipun sejumlah faktor fundamental masih memberikan dukungan terhadap logam mulia, sinyal teknikal menunjukkan bahwa harga berpeluang melanjutkan fase koreksi dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada grafik harian masih berpotensi melemah menuju area support berikutnya di 4.310 hingga 4.239. Proyeksi tersebut didukung oleh terbentuknya pola ABC correction, kemunculan candlestick Bearish Engulfing, serta indikator Stochastic yang masih bergerak turun.

Pada time frame Daily, struktur pergerakan emas (XAUUSD) menunjukkan bahwa harga tengah memasuki fase korektif setelah sebelumnya mengalami penguatan. Pola ABC correction yang terbentuk menjadi salah satu indikasi bahwa tren kenaikan sebelumnya sedang mengalami penyesuaian. Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak lebih rendah secara bertahap untuk mencari area keseimbangan baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Geraldo Kofit menilai pola koreksi tersebut menjadi semakin relevan setelah munculnya Bearish Engulfing pada grafik harian. Pola candlestick ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual karena seller mampu mengambil alih momentum perdagangan dan menekan harga lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya. Kemunculan pola tersebut menjadi sinyal bahwa buyer mulai kehilangan kekuatan setelah sebelumnya mampu mendorong harga emas naik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan tekanan jual yang masih terlihat, area 4.310 menjadi support pertama yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika tekanan bearish masih berlanjut dan harga mampu menembus level tersebut, pelemahan berikutnya berpotensi mengarah ke 4.239. Kedua level tersebut menjadi area penting dalam menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam.

Baca Juga :  “Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.

Selain struktur harga, indikator Stochastic juga memperlihatkan momentum yang cenderung melemah. Pergerakan Stochastic yang terus mengarah ke bawah menunjukkan bahwa tekanan beli belum kembali mengambil alih pasar. Namun, apabila indikator tersebut nantinya memasuki zona oversold, peluang terjadinya technical rebound perlu tetap diwaspadai. Kondisi jenuh jual dapat memicu sebagian trader kembali melakukan pembelian, terutama jika harga membentuk pola rejection atau swing low di sekitar area support.

Di tengah tekanan teknikal tersebut, kondisi fundamental emas (XAUUSD) sebenarnya masih menyimpan sejumlah katalis positif. Salah satunya berasal dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed). Berkurangnya peluang kenaikan suku bunga dapat menjadi faktor pendukung bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga. Ketika ekspektasi suku bunga tinggi mulai mereda, opportunity cost dalam memegang emas ikut berkurang.

Dolar AS yang cenderung melemah juga menjadi faktor yang berpotensi mendukung harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, pelemahan mata uang tersebut dapat membuat logam mulia relatif lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan dan membatasi ruang penurunan harga.

Namun, penguatan US Treasury Yield masih menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat membuat aset berbasis bunga menjadi lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat terhadap emas dan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat tekanan koreksi dalam jangka pendek.

Selain faktor moneter, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian utama. Ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika risiko geopolitik kembali meningkat, investor kemungkinan akan mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi volatilitas pasar. Sentimen tersebut dapat menjadi penyangga bagi harga emas apabila tekanan jual semakin meningkat.

Baca Juga :  Strategi Omnichannel untuk Bisnis dengan Aplikasi Barantum

Kondisi tersebut membuat prospek XAUUSD berada dalam situasi yang cukup berimbang. Di satu sisi, pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan meningkatnya risiko geopolitik dapat memberikan dukungan terhadap emas. Di sisi lain, kenaikan Treasury Yield, pola ABC correction, Bearish Engulfing, dan melemahnya Stochastic menunjukkan bahwa harga masih memiliki risiko turun dalam jangka pendek.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat karena angka-angka tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan lebih lanjut, peluang pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin meningkat dan memberikan katalis positif bagi emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali memperkuat dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap XAUUSD.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpeluang melanjutkan koreksi menuju area 4.310 hingga 4.239. Terbentuknya ABC correction yang dikonfirmasi dengan Bearish Engulfing serta momentum Stochastic yang melemah menjadi dasar utama proyeksi tersebut. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan respons harga di area support. Apabila terjadi rejection kuat dan terbentuk swing low, peluang rebound dapat kembali terbuka. Sebaliknya, jika support berhasil ditembus dengan momentum yang kuat, tekanan bearish berpotensi berlanjut. Dengan demikian, area 4.310–4.239 menjadi zona kunci yang perlu dicermati untuk menentukan arah pergerakan emas (XAUUSD) selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+
The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue
BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:02

KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:02

Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:02

BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:02

Kemendag Kembangkan InaExport Jadi Ekosistem B2B, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor

Berita Terbaru