Koran Mandalika, Mataram – Teori-teori sosiologi kini dibawa ke jalan raya dan ruang birokrasi oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mataram (Unram).
Melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung selama 22 hari, mereka berkomitmen mengkaji secara mendalam dinamika perhubungan daerah di lingkup Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dishub NTB), yang mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga pelayanan publik, Senin 24 Agustus 2026.
Untuk mendapatkan data yang komprehensif, para mahasiswa dibagi ke dalam tiga penempatan strategis pada instansi tingkat provinsi tersebut, yaitu Bidang Angkutan Jalan, Bidang Lalu Lintas Jalan, dan Sub Bagian (Kasubag) Umum. Penempatan ini dirancang agar mahasiswa dapat memetakan persoalan perhubungan dari hulu ke hilir menggunakan kacamata sosiologis.
Pada Bidang Angkutan Jalan, fokus kajian mahasiswa diarahkan pada aspek sosiologi ekonomi, seperti dinamika persaingan ruang nafkah antara angkutan konvensional dan digital, serta aksesibilitas transportasi bagi kelompok disabilitas. Sementara di Bidang Lalu Lintas Jalan, mereka meneliti sosiologi hukum yang memotret kultur tertib berkendara masyarakat lokal serta fenomena penyimpangan perilaku di jalan raya.
Tidak hanya di lapangan, para mahasiswa juga menyisir ruang birokrasi melalui penempatan di Kasubag Umum. Di bidang ini, mereka mengkaji sosiologi organisasi yang berfokus pada budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), pola komunikasi hierarki birokrasi, hingga hambatan kultural dalam proses transisi digitalisasi arsip kedinasan.
“Kami ingin melihat bagaimana regulasi lalu lintas dan kebijakan angkutan skala provinsi berinteraksi langsung dengan kultur masyarakat lokal di NTB. Di sisi lain, penempatan di Kasubag Umum juga memberi kami perspektif mengenai cara kerja internal birokrasi daerah dalam mengelola pelayanan publik,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa PKL Sosiologi Unram, Syahrul Ramadhan.
Melalui pendekatan sosiologis yang dilakukan intensif selama 22 hari ini, mahasiswa Unram diharapkan mampu memberikan sudut pandang baru yang humanis bagi penyusunan kebijakan transportasi wilayah, sekaligus mengasah kepekaan serta profesionalisme sosial mereka sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. (*)






