Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul - Koran Mandalika

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina melalui Pertamina Foundation sebagai pelaksana program, bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat desa melalui program Hutan Lestari Wanaboga Nangka di kawasan Petak 58 RPH Candi, BDH Karangmojo, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

Program tersebut ditandai dengan panen raya dan penanaman lanjutan pohon nangka pada Sabtu (3/10). Pengembangan kawasan hutan seluas 87 hektare tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku nangka muda atau gori bagi industri kuliner gudeg Yogyakarta, sekaligus membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kebutuhan nangka muda untuk industri kuliner gudeg di Yogyakarta saat ini diperkirakan mencapai sekitar sembilan ton per hari, sementara produksi lokal dari wilayah DIY baru mampu memenuhi sekitar dua ton per hari. Dengan demikian, masih terdapat defisit sekitar tujuh ton yang selama ini harus dipenuhi dari luar daerah. Optimalisasi kawasan hutan di Gunungkidul diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan bahan baku secara mandiri sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, mengatakan keterlibatan Pertamina melalui program yang dilaksanakan Pertamina Foundation merupakan bentuk kepedulian dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional, di samping menjaga ketahanan energi.

“Yogyakarta ini identik dengan gudeg, namun selama ini belum memiliki sumber bahan baku mandiri sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. Pemanfaatan lahan di Gunungkidul ini adalah bagian nyata dari program ketahanan pangan,” ujar Nanik di sela-sela kegiatan panen dan penanaman pohon nangka bersama warga.

Baca Juga :  HBAR Makin Menguat, Lanjut Hold atau Sell?

Pengembangan kawasan hutan pangan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Daerah DIY serta arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaannya melibatkan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka yang beranggotakan sekitar 400 petani lokal.

Perwakilan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka, Ngatimin, mengapresiasi dukungan berkelanjutan yang diberikan melalui program tersebut. Menurutnya, kelompok tani telah melakukan sedikitnya tiga kali panen dan berharap pendampingan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus berlanjut agar hasil kebun dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pertamina berkomitmen untuk memastikan setiap program TJSL yang kami gulirkan tidak hanya bersifat karitatif atau momentum sesaat, tetapi memiliki dampak yang terukur, berjangka panjang, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi Hutan Lestari Wanaboga Nangka ini, kami ingin memastikan adanya transparansi dampak sosial-ekonomi yang tercipta, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi petani, hingga pelestarian ekosistem lingkungan secara konsisten,” ungkap Arya.

Untuk memperkuat keberlanjutan pertanian di lahan karst Gunungkidul yang cenderung kering pada musim kemarau, program ini dikembangkan melalui sistem tumpangsari serta dukungan pengairan berbasis energi bersih.

Dalam jangka panjang, kawasan ini tidak hanya diarahkan menjadi lumbung pangan dan sumber bahan baku kuliner, tetapi juga dikembangkan menuju kawasan eduwisata.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak cukup diukur dari kegiatan seremonial, tetapi dari keberlanjutan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga :  BRI Manajemen Investasi Sabet Penghargaan Best Investment Manager Kategori Saham USD 2024

“Ukuran keberhasilan kita adalah seberapa besar dampak yang tersisa lima hingga sepuluh tahun mendatang. Melalui Wanaboga Nangka, kita membuktikan bahwa ketika pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha bergandengan tangan, hutan tidak hanya lestari, tetapi juga memberi pangan, menjaga iklim, dan menyejahterakan desa,” ungkap Agus.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, menambahkan bahwa hilirisasi produk pangan berbasis potensi lokal menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi desa.

“Hilirisasi tidak hanya milik sektor pertambangan, tetapi bisa kita mulai dari sebatang pohon nangka untuk mendukung swasembada pangan serta harmoni lingkungan,” kata Erry.

Sebagai bagian dari penguatan dukungan bagi petani dan masyarakat sekitar, Pertamina Foundation menyerahkan dua unit kendaraan angkut roda tiga untuk mendukung mobilitas hasil panen kelompok tani. Selain itu, diserahkan pula 20 paket bantuan pendidikan SESAMA yang berisi tas dan alat tulis sekolah bagi anak-anak di sekitar kawasan hutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi Kembul Bujono, yakni makan bersama dengan menikmati olahan nangka yang dibuat oleh masyarakat lokal, serta alunan musik tradisional Rinding Gumbeng khas Gunungkidul sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan panen.

Melalui kolaborasi Pertamina, Pertamina Foundation, pemerintah daerah, UGM, dan masyarakat tani, Hutan Wanaboga Nangka diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan hutan pangan di lahan kering yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Layanan Kesehatan di Hari Batik Nasional, BRI Serahkan Ambulans untuk SMA Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten
Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
BINUS @Malang Perkuat Talenta Digital Technopreneur Masa Depan, Melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence
BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Dari Pengukuran hingga Optimasi, Avonetiq Hadirkan AVO Lifetime Plan
BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Mengelola Aset di Usia Muda: Langkah Awal Membangun Keuangan Jangka Panjang
FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:09

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:52

BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:56

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Berita Terbaru