XAUUSD Berpeluang Turun ke US$4.125, Ini Proyeksi Dupoin Futures - Koran Mandalika

XAUUSD Berpeluang Turun ke US$4.125, Ini Proyeksi Dupoin Futures

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan setelah kembali gagal menembus zona resistance US$4.217–US$4.218. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, kondisi tersebut membuka peluang bagi XAUUSD untuk mengalami koreksi menuju area support US$4.125–US$4.100. Selama harga masih bergerak di bawah resistance utama, tekanan bearish berpotensi berlanjut.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa kegagalan emas menembus resistance menjadi sinyal penting dalam membaca pergerakan harga pada timeframe harian. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum beli belum cukup kuat untuk mendorong harga melewati area tersebut. Dalam skenario teknikal Dupoin Futures, harga emas berpotensi membentuk pola ABC Correction yang mengarah pada pelemahan lanjutan.

Zona US$4.217–US$4.218 menjadi level kunci dalam analisis harga emas hari ini. Apabila XAUUSD tetap tertahan di bawah resistance tersebut, peluang penurunan menuju US$4.125–US$4.100 masih terbuka. Sebaliknya, jika harga mampu menembus resistance, proyeksi bearish yang disoroti Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali untuk melihat kemungkinan perubahan momentum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi oleh perkembangan inflasi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sempat mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas. Penguatan dolar membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Baca Juga :  Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat

Dupoin Futures juga menyoroti peran imbal hasil obligasi pemerintah AS dalam menentukan daya tarik emas. Ketika imbal hasil obligasi meningkat, investor dapat mempertimbangkan instrumen berbunga sebagai alternatif investasi. Situasi tersebut berpotensi menekan permintaan emas karena logam mulia tidak memberikan bunga atau pendapatan berkala.

Meski demikian, pelemahan imbal hasil obligasi dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dapat memberikan dukungan bagi harga emas. Perubahan ekspektasi kebijakan moneter tersebut berpotensi mengurangi tekanan terhadap XAUUSD. Karena itu, data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed tetap menjadi perhatian penting dalam membaca arah pasar.

Faktor geopolitik juga berpotensi memengaruhi prospek emas. Ketegangan di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven, terutama ketika investor menghadapi ketidakpastian global. Menurut analisis Dupoin Futures, sentimen ini dapat menjadi penyeimbang terhadap tekanan yang berasal dari dolar AS dan ekspektasi suku bunga.

Baca Juga :  Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Perpaduan faktor teknikal dan fundamental membuat harga emas berpotensi bergerak volatil. Di satu sisi, kegagalan menembus resistance mengindikasikan peluang koreksi. Di sisi lain, perubahan imbal hasil obligasi dan meningkatnya permintaan aset lindung nilai dapat membatasi penurunan.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures melihat area US$4.125–US$4.100 sebagai zona support yang perlu diperhatikan apabila tekanan bearish berlanjut. Sementara itu, resistance US$4.217–US$4.218 menjadi batas penting untuk menilai apakah harga emas masih berada dalam skenario koreksi atau mulai menunjukkan perubahan arah.

Pelaku pasar perlu memantau pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, kebijakan The Fed, dan perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan. Proyeksi Dupoin Futures ini merupakan skenario berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PT Zemangat Anak Bangsa Raih ASOCIO Digital Award 2026 Kategori AI in Workforce & Future Skill
Kinerja Stabil, BRI Finance Raih Penghargaan Best SOE 2026 dari The Asian Post
BRI Finance Perkuat Strategi Bisnis di Tengah Penyesuaian Proyeksi Pertumbuhan Industri Multifinance
Harga Minyak WTI Berpeluang Menguat, Dupoin Futures Pantau Risiko Pasokan
Holding Perkebunan Nusantara Turut Pantau Penguatan Operasional 10.070 Koperasi Desa Merah Putih
Gangguan Distribusi BBM di Bali Menyoroti Pentingnya Ketahanan Operasional Hotel
Perkuat Jangkauan Eksportir di Pasar Global, VRITIMES Berpartisipasi di Trade Expo Indonesia 2026
Karyawan Berau Coal Ikuti ITB Ultra Marathon, Dorong Gaya Hidup Sehat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:02

PT Zemangat Anak Bangsa Raih ASOCIO Digital Award 2026 Kategori AI in Workforce & Future Skill

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:02

Kinerja Stabil, BRI Finance Raih Penghargaan Best SOE 2026 dari The Asian Post

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:02

XAUUSD Berpeluang Turun ke US$4.125, Ini Proyeksi Dupoin Futures

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpeluang Menguat, Dupoin Futures Pantau Risiko Pasokan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:02

Holding Perkebunan Nusantara Turut Pantau Penguatan Operasional 10.070 Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:02

Gangguan Distribusi BBM di Bali Menyoroti Pentingnya Ketahanan Operasional Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:02

Perkuat Jangkauan Eksportir di Pasar Global, VRITIMES Berpartisipasi di Trade Expo Indonesia 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:02

Karyawan Berau Coal Ikuti ITB Ultra Marathon, Dorong Gaya Hidup Sehat

Berita Terbaru