Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia - Koran Mandalika

Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia

Minggu, 1 November 2026 - 08:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia

Pengujian menunjukkan AI yang dibangun khusus untuk hukum Indonesia lebih andal menemukan dasar hukum yang tepat dan masih berlaku dibanding AI serbaguna.

Seberapa akurat AI menjawab pertanyaan hukum Indonesia? Untuk mengukurnya, Veritask menguji AiYU generasi terbaru, agentic AI hukum yang dikembangkannya, bersama tiga model AI serbaguna menggunakan 150 pertanyaan hukum Indonesia. Pengujian internal ini menilai ketepatan dasar hukum, relevansi sitasi dan pemahaman konteks regulasi Indonesia. Hasilnya, AiYU mencatat skor 82.1%. Angka ini lebih tinggi dari Chat GPT- Astra (73.6%), Claude Opus 5.5 (74.7%), dan Gemini 3.8 Flash (66.4%).

Pertanyaan ini penting karena masalah terbesar penggunaan AI di sektor hukum adalah jawaban yang terdengar meyakinkan, padahal pasalnya keliru atau aturannya sudah tidak berlaku. Veritask mempublikasikan metodologi dan hasil pengujian tersebut di https://veritask.link/report, sehingga publik dapat menilai sendiri seberapa akurat model AI dalam menjawab persoalan hukum Indonesia.

Berbeda dari AI serbaguna yang dirancang untuk berbagai topik, generasi terbaru AiYU dibangun khusus untuk sistem hukum Indonesia, termasuk memahami hierarki peraturan, status keberlakuan, dan perubahan ketentuan. Sumbernya adalah Indonesian Legal Corpus yang mencakup 99% regulasi Indonesia. Setiap jawaban disertai pasal, sumber, dan status keberlakuan yang bisa diperiksa langsung oleh pengguna. Saat ini AiYU telah digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna, mulai dari in-house counsel, advokat, dan konsultan hukum baik secara tim atau individu.

“Dalam membangun AI untuk sektor hukum, kualitas adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, bahkan di atas faktor biaya dan waktu. Karena itu, kami menerapkan pendekatan quality-first dalam setiap tahap pengembangan AI. Sistem RAG (Retrieval-Augmented Generation) yang canggih tidak akan menghasilkan jawaban berkualitas tanpa didukung fondasi data yang kuat dan akurat. Melalui rilis terbaru ini, kami meningkatkan akurasi fondasi data hingga 98%, dengan cakupan yang meliputi 99% peraturan di Indonesia. Selain itu, setiap sumber yang digunakan dalam proses RAG dilengkapi dengan sitasi yang terhubung langsung ke naskah asli peraturan. Dengan demikian, pengguna AiYU dapat menelusuri dan memverifikasi dasar hukum di balik setiap jawaban yang dihasilkan AI,” ujar Eugenius Mario, Chief Product & Technology Veritask.

Teknologi Agentic di Balik Ekosistem Veritask

AiYU dibangun dengan teknologi agentic AI, yang memungkinkan AI merencanakan dan menjalankan serangkaian langkah secara mandiri melalui orkestrasi model AI, perangkat pencarian, dan mekanisme evaluasi. Dalam riset hukum, AiYU dapat menelusuri regulasi, memeriksa status keberlakuan, membandingkan ketentuan, lalu menyusun analisis berbasis sumber. Teknologi ini menjadi fondasi bagi tiga produk Veritask.

1. Core OS: basis peraturan terlengkap dengan pembaruan regulasi harian.

2. Legal OS: solusi untuk firma hukum dan tim legal in-house.

3. Compliance OS: pengelolaan kepatuhan perusahaan.

Baca Juga :  Soft Opening Horison Resort Tulip Puncak Elegance in Culture, Complete in Stay, Harmony in Nature

Manfaat bagi Industri Hukum Indonesia

Veritask melihat empat dampak utama bagi industri hukum. Pertama, risiko salah kutip dan penggunaan aturan yang sudah dicabut menjadi lebih kecil. Kedua, riset hukum yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa dilakukan dalam satu platform sehingga lebih cepat dan efisien. Ketiga, akses informasi hukum menjadi lebih merata, termasuk bagi firma kecil, UMKM, dan praktisi di luar kota besar. Keempat, budaya verifikasi semakin kuat: profesional hukum terbiasa memeriksa sumber primer,bukan sekadar menerima jawaban AI.

“Sebagai seorang pengacara atau advokat, penting bagi saya untuk mengetahui betul bahwa dokumen dan sumber informasi hukum yang saya gunakan akurat, benar, terkini, dan relevan. dan AiYU dibangun bukan untuk menggantikan keahlian praktisi hukum, tetapi untuk membantu mereka bekerja dengan akses informasi dan teknologi yang lebih baik,” ujar Dr. Sri Rahayu, Co-Founder Veritask

Generasi terbaru AiYU kini dapat dicoba melalui veritask.ai. Pengguna dapat langsung mengujinya dengan pertanyaan hukum mereka sendiri dan memeriksa dasar hukum di balik setiap jawaban.

About Veritask.ai
Veritask adalah perusahaan teknologi hukum dan kepatuhan berbasis AI yang berfokus pada sistem hukum Indonesia. Teknologi agentic AiYU menjadi fondasi rangkaian produknya, yaitu Core OS, Legal OS, dan Compliance OS, yang melayani profesional hukum, firma hukum, tim legal in-house, dan perusahaan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Kapabilitas Bisnis, BRI Finance Buka Peluang Karier bagi Talenta Profesional
Dari Aktivitas Harian hingga Perjalanan Jauh, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Motor Baru
Promo Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Hadir dengan Bunga Mulai 3,33%
itel Rilis Smartwatch terbaru Fit O18, Mulai Gaya Hidup Sehat Tanpa Mahal
LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat
Usai Hadiri Toba Caldera Culture Festival, Menteri Ekonomi Kreatif Nikmati Pengalaman Danau Toba di Marianna Resort Samosir
Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS ‘Naik Kelas’

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 08:02

Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi

Minggu, 1 November 2026 - 04:02

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

Minggu, 1 November 2026 - 00:02

Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02

Hobi Baru, Pengeluaran Baru: Cara Mengatur Keuangan agar Tetap Bisa Menikmati Hidup

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02

ASHTA DISTRICT 8 Perluas Pengalaman Seni bersama Ganara Art Space

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Berita Terbaru