Menguak Misteri Bitcoin di Bulan Agustus: Naik atau Turun? - Koran Mandalika

Menguak Misteri Bitcoin di Bulan Agustus: Naik atau Turun?

Jumat, 2 Agustus 2024 - 10:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi prediksi harga Bitcoin (BTC). Sumber: Shutterstock.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) selama bulan Juli 2024 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Berdasarkan data Bitcoin Monthly Returns, pertumbuhan nilai BTC hanya mencapai +3,14%, meskipun angka ini meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai -6,96%. Bulan Agustus menjadi harapan baru bagi investor untuk potensi harga Bitcoin mencapai nilai tertinggi sepanjang masa kembali.

Namun, di awal bulan Agustus, Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan tajam. Pada Kamis (1/8), harga Bitcoin turun karena meningkatnya risiko geopolitik yang menarik perhatian investor setelah pertemuan The Fed bulan Juli berakhir. Bitcoin turun di bawah level US$65.000 dari sekitar level US$66.500 setelah konferensi pers Ketua Fed, Jerome Powell, yang mengumumkan tetap mempertahankan laju suku bunga pada 5,25-5,5%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengamati penurunan harga Bitcoin ini banyak dipengaruhi oleh sentimen distribusi BTC oleh Mt. Gox, transfer Bitcoin senilai $2 miliar oleh pemerintah AS, serta kondisi geopolitik Timur Tengah yang memanas kembali pasca pimpinan Iran dilaporkan memerintahkan serangan balasan terhadap Israel atas wafatnya Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

“Tekanan penjualan BTC terjadi disebabkan oleh meningkatnya risiko konflik yang lebih luas di wilayah Timur Tengah. Sentimen negatif ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi seperti kripto, termasuk Bitcoin. Selain itu, distribusi Bitcoin dari Mt. Gox dan langkah pemerintah AS yang mentransfer Bitcoin dalam jumlah besar juga mempengaruhi likuiditas pasar, meningkatkan tekanan jual dan ketidakpastian di kalangan investor. Kombinasi dari faktor-faktor ini memberikan tekanan yang signifikan pada harga Bitcoin saat ini,” ujar Fyqieh.

Baca Juga :  Penumpang KA Selama Libur Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Catat Peningkatan Hingga 35 Persen

Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan pada tanggal 19 Juli, harga Bitcoin kembali ke level US$64.000, didorong oleh perubahan narasi politik AS terhadap industri kripto dan antisipasi peluncuran ETF Ethereum spot yang berbasis di AS. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mendorong harga lebih tinggi menuju US$70.000, tetapi semuanya gagal memicu tren harga yang lebih luas.

“Sebaliknya, Bitcoin telah merosot di bawah area utama berfluktuasi antara US$65.300 dan US$68.400 selama hampir sepuluh hari terakhir. Penurunan Bitcoin di bawah level US$65.000 menjadi kekhawatiran, karena hal ini mengindikasikan melemahnya momentum bullish jangka pendek. Para analis teknis melihat potensi penurunan lebih lanjut menuju level support terdekat di US$62.000. Sentimen pasar juga terpengaruh oleh ketidakpastian seputar regulasi kripto global dan kekhawatiran akan inflasi yang meningkat,” Analisa Fyqieh.

Potensi Bitcoin di Agustus

Ilustrasi potensi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di bulan Agustus 2024. Sumber: Tokocrypto.

Fyqieh melihat meski bulan Agustus diawali dengan penurunan, potensi ke depan masih besar untuk Bitcoin rebound. Menurutnya, ke depan di bulan Agustus, peristiwa FUD seperti Mt. Gox, pemerintah Jerman, atau penjualan BTC yang disita oleh pemerintah AS sudah berlalu. Sentimen publik mungkin akan berbalik ke arah positif yang menjadi lebih bullish sampai akhir tahun mendatang.

Baca Juga :  Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Di samping itu, sentimen makroekonomi juga diperkirakan akan membaik melihat komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, pada konferensi pers FOMC, Rabu (31/7), yang mengatakan bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan potensi penurunan suku bunga pada bulan September. Namun, ia juga mencatat bahwa mereka akan mengevaluasi inflasi dan data ekonomi mendatang sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Pasar keuangan, khususnya sektor kripto, telah menanti-nantikan pembaruan FOMC dan komentar Ketua Fed. Meskipun penangguhan suku bunga telah diantisipasi, komentar Powell tentang potensi penurunan suku bunga pada bulan September memberikan wawasan baru.

Meskipun analis memprediksikan kenaikan harga di atas US$70.000 atau sekitar Rp1,13 miliar, Bitcoin mungkin memerlukan bantuan makro lebih lanjut dalam bentuk putaran inflasi yang lebih rendah dan proyeksi pemangkasan suku bunga Fed, untuk memicu kenaikan harga. Laporan CPI AS dijadwalkan pada tanggal 20 Agustus.

“Investor dan trader akan memantau dengan saksama data ekonomi mendatang, karena data tersebut akan memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan Federal Reserve. Potensi pemangkasan suku bunga pada bulan September dapat berdampak signifikan terhadap biaya pinjaman, strategi investasi, dan momentum ekonomi secara keseluruhan,” jelas Fyqieh.

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru