Tren Penjualan Makanan Kucing di Januari - Mei 2024, Royal Canin Menguasai Pasar - Koran Mandalika

Tren Penjualan Makanan Kucing di Januari – Mei 2024, Royal Canin Menguasai Pasar

Senin, 12 Agustus 2024 - 10:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepemilikan hewan peliharaan dan permintaan produk premium hewan peliharaan semakin meningkat pesat di Indonesia. Hal ini mendorong pertumbuhan yang signifikan di pasar makanan hewan peliharaan. Shopee mendominasi pasar dengan Royal Canin memimpin di kategori makanan kucing, menunjukkan preferensi konsumen untuk kualitas dan kemudahan dalam berbelanja.

Di Indonesia sendiri, tingkat kepemilikan hewan peliharaan terus meningkat seiring dengan kemajuan ekonomi negara yang pesat, juga didorong oleh peningkatan urbanisasi dan industrialisasi. Akibatnya, keberadaan hewan peliharaan di Indonesia tumbuh sebesar 75,7% pada tahun 2017 sampai dengan 2022.

Tren memelihara hewan peliharaan menyebabkan permintaan yang cukup besar untuk produk-produk hewan peliharaan kualitas premium, terutama kategori makanan hewan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pasar makanan hewan di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,1% dari tahun 2021 hingga 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar Makanan Hewan Peliharaan

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/83966197-eb5a-47c9-e05e-dfbe22499e00/public" alt="Gambar: Pertumbuhan pasar kategori makanan hewan peliharaan” />

Menurut hasil riset dari Magpie E-commerce Intelligence, pasar makanan kucing di Indonesia berhasil meraih nilai bruto (GMV) sebesar IDR 470,1 miliar, dengan total 30,7 juta produk terjual dari Januari sampai Mei 2024. “Peningkatan tertinggi dalam kategori Makanan Hewan Peliharaan terjadi pada Mei 2024, dengan GMV meningkat sebesar 33,56% dari bulan sebelumnya,” ujar Wilhendra, CEO dari Magpie.

Baca Juga :  Port Academy Luncurkan Program IMO Level 2 untuk Profesional Maritim

Pembagian per E-commerce

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/25c41718-d91b-453e-dd8b-29e843699a00/public" alt="Gambar: Pangsa pasar e-commerce kategori makanan hewan peliharaan” />

Di pasar makanan hewan peliharaan, Shopee mendominasi pangsa pasar dengan 74,1%, diikuti oleh Tokopedia (18,7%) dan Lazada (6,87%). Shopee secara signifikan meningkatkan pangsa pasarnya sebesar 47% pada Mei, sementara Tokopedia mengalami peningkatan sebesar 12% pada periode yang sama. “Hal ini menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan platform e-commerce lainnya, Shopee lebih disukai sebagai platform untuk membeli produk hewan peliharaan secara online,” kata Wilhendra.

Pembagian per Brand

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/06f034bd-919f-4135-3f78-62b3bcb97500/public" alt="Gambar: Pangsa pasar brand Makanan Kucing” />

Lima brand teratas menyumbang lebih dari setengah penjualan keseluruhan pasar, dengan Royal Canin memimpin kategori makanan kucing dengan pangsa pasar 17,2%. Cat Choize berada di urutan kedua dengan 12,5%, dan Me-O di posisi ketiga dengan 9,6%.

Pangsa Pasar Makanan Kucing dari Waktu ke Waktu

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/d32534a5-b20a-4ec6-b2c9-0b672f9f9900/public" alt="Gambar: Pangsa pasar brand makanan kucing dari waktu ke waktu” />

Dari Januari hingga Mei 2024, pasar makanan kucing didominasi oleh Royal Canin dan Cat Choize. Cat Choize mengalami peningkatan signifikan pada Februari dan Maret, melampaui Royal Canin, namun mereka berhasil merebut kembali posisi terdepan di bulan berikutnya. Kitchen Flavor menunjukkan pertumbuhan yang stabil, menunjukkan potensi yang menjanjikan meskipun pangsa pasarnya lebih kecil.

Baca Juga :  Emiten Grup MIND ID Bukukan Kinerja Solid, Pastikan Keberlanjutan Hilirisasi

Brand Makanan Kucing Terlaris di E-commerce

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/7096cccb-d560-4b79-af04-cd4460c85800/public" alt="Gambar: Brand makanan kucing teratas di Shopee” />

Di Shopee, Royal Canin memimpin dengan pangsa 15,86% dan menghasilkan pendapatan sebesar IDR 55,28 miliar. Cat Choize dan Me-O berada di posisi kedua dalam pasar yang kompetitif ini.

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/905a8de4-330f-40a5-6820-3a6ff553f000/public" alt="Gambar: Brand makanan kucing teratas di Tokopedia” />

Di Tokopedia, Royal Canin juga menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 26,37%. Cat Choize berada di posisi kedua dengan pangsa 15,94%, sementara Me-O dan Life Cat bersaing ketat dengan selisih hanya 0,32%.

Produk Makanan Kucing Terlaris di E-commerce

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/5d171af2-a71b-48fb-7c6f-42642cdee100/public" alt="Gambar: Pangsa pasar produk makanan kucing” />

Produk terlaris dari Me-O adalah Me-O Canned Cat Food Seafood Platter yang berhasil menghasilkan IDR 31,75 miliar dan terjual hampir 2,24 juta produk. Lalu, Cat Choize Cat Salmon 800g berada di urutan kedua, dan diikuti oleh Royal Canin FCN Hair & Skin 2kg di posisi ketiga. “Konsumen cenderung membeli produk Me-O dan Cat Choize dalam jumlah kecil tetapi lebih sering, sementara pembeli Royal Canin lebih memilih ukuran kemasan yang lebih besar,” ujar Wilhendra.

Sumber Gambar di Thumbnail : Freepik

Berita Terkait

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi
Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya
Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Berita Terbaru