Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya - Koran Mandalika

Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LRT Jabodebek menerapkan sistem Automatic Train Wash Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP) untuk mencuci kereta secara otomatis sekaligus mengolah air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali. Sistem ini mendukung efisiensi penggunaan air dan pengelolaan lingkungan.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kebersihan kereta menjadi bagian penting dari kualitas layanan, sementara proses perawatannya terus dikembangkan agar lebih efisien dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan kembali air hasil pengolahan.

Proses pencucian berlangsung otomatis dalam waktu sekitar dua menit untuk satu rangkaian kereta melalui tujuh tahapan pembersihan. Air bekas pencucian diolah melalui pemisahan lumpur dan oli, penyaringan menggunakan Membrane Bioreactor (MBR), kemudian ditampung sebagai air daur ulang untuk proses pencucian berikutnya. Air yang dilepas ke lingkungan juga telah melalui proses penyesuaian pH sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain meningkatkan efisiensi perawatan sarana, sistem ini membantu menjaga kesiapan operasional kereta sekaligus mendukung komitmen LRT Jabodebek dalam menghadirkan transportasi publik yang berkualitas dan berkelanjutan. Masyarakat juga diajak untuk turut menjaga kebersihan kereta dan stasiun sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan layanan transportasi publik yang nyaman dan peduli lingkungan.

Kereta yang bersih menjadi salah satu faktor yang mendukung kenyamanan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik proses pencucian kereta LRT Jabodebek, terdapat sistem yang dirancang untuk menjaga kebersihan armada sekaligus mengoptimalkan penggunaan air melalui proses pengolahan dan pemanfaatan kembali.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Pembiayaan Jelang Lebaran, BRI Finance Fokus Garap Captive Market BRI

LRT Jabodebek menggunakan Automatic Train Wash Plant (ATWP), yaitu sistem pencucian kereta otomatis yang dilengkapi dengan Water Treatment Plant (WTP) untuk mengolah air bekas pencucian sebelum digunakan kembali. Melalui sistem ini, air tidak langsung dibuang setelah digunakan, tetapi terlebih dahulu melewati serangkaian proses pengolahan sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk proses pencucian berikutnya.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa kebersihan kereta merupakan bagian dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Di sisi lain, proses perawatannya juga terus diarahkan agar dilakukan secara lebih efisien dan memperhatikan aspek lingkungan.

“Pengguna tentu menginginkan kereta yang bersih dan nyaman setiap kali melakukan perjalanan. Karena itu, kami tidak hanya memastikan kebersihan armada tetap terjaga, tetapi juga berupaya agar proses perawatannya dilakukan secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali air hasil pengolahan,” ujar Radhitya.

Pada proses pencucian, rangkaian kereta melintas melalui tujuh tahapan pembersihan yang terdiri atas penyemprotan air, penyemprotan deterjen, penyikatan, pembilasan, hingga tahap akhir menggunakan air demineralisasi. Seluruh proses tersebut berlangsung secara otomatis dengan waktu sekitar dua menit untuk satu rangkaian kereta sepanjang kurang lebih 100 meter. Sistem akan mulai bekerja ketika sensor mendeteksi kereta melaju dengan kecepatan di bawah 5 kilometer per jam, sehingga proses pencucian berlangsung secara presisi dan konsisten.

Baca Juga :  Evolusi Kebijakan Tenaga Kerja Asing dan Implikasinya bagi Pemohon KITAS di Indonesia

Yang menarik, air bekas pencucian tidak langsung dialirkan ke saluran pembuangan. Air terlebih dahulu melewati proses pemisahan lumpur dan oli di Ground Water Tank (GWT), kemudian disaring menggunakan Membrane Bioreactor (MBR) sebelum ditampung di Recycle Water Tank untuk dimanfaatkan kembali sebagai air pencucian. Sementara itu, air yang akan dibuang ke lingkungan terlebih dahulu melalui proses penetralan pH agar memenuhi ketentuan yang berlaku.

Selain mendukung pengelolaan air yang lebih efisien, penggunaan sistem pencucian otomatis juga membantu mempercepat proses perawatan eksterior kereta. Dengan waktu pencucian yang lebih singkat, rangkaian kereta dapat kembali dipersiapkan untuk mendukung operasional sesuai jadwal.

“Inovasi pada proses perawatan sarana tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin berkualitas dan berkelanjutan. Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui kereta yang selalu bersih, nyaman, sekaligus dikelola dengan memperhatikan aspek lingkungan,” tambah Radhitya.

LRT Jabodebek juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sarana transportasi publik dengan tidak membuang sampah sembarangan di dalam kereta maupun area stasiun. Kolaborasi antara operator dan pengguna menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan transportasi publik yang nyaman, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung
Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an
FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang
SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education
BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan
Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional
Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif, SUCOFINDO Banjarmasin Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:02

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02

SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:02

BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:02

Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:02

Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif, SUCOFINDO Banjarmasin Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:02

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

Berita Terbaru

Teknologi

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:02