Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia dalam Rantai Pasok Hijau Dunia - Koran Mandalika

Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia dalam Rantai Pasok Hijau Dunia

Senin, 29 Desember 2025 - 21:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah menjadi pelopor sekaligus pemain utama dalam peta rantai pasok energi bersih global melalui penguatan hilirisasi mineral strategis. Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan ekosistem industri hijau yang berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (IMEW), Ferdy Hasiman, menyatakan bahwa penguasaan proyek-proyek hilirisasi oleh MIND ID merupakan tonggak awal bagi BUMN tambang untuk masuk lebih dalam ke ekosistem energi bersih.

“MIND ID memiliki segala persyaratan untuk bersaing. Dengan masuk ke proyek hilirisasi, perusahaan sudah melangkah lebih maju. Proyek seperti smelter di Halmahera Timur milik Antam, hingga pembangunan fasilitas bauksit terintegrasi, mempertegas posisi MIND ID sebagai pelopor hilirisasi pemerintah,” ujar Ferdy kepada Warta Ekonomi, Selasa (16/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang sangat signifikan, mencakup 42 persen cadangan nikel dunia, 16,3 persen timah, dan 7,18 persen kobalt. Dengan kekayaan tersebut, MIND ID memegang peran sentral sebagai pemimpin pasar (market leader) yang mengintegrasikan berbagai sektor mineral.

Baca Juga :  Benarkah Bisa Trading Tanpa Modal? Dupoin Jelaskan No Deposit Bonus Forex

Ferdy menilai, keberadaan holding telah menghapus ego sektoral di antara anggota grup. Sinergi ini juga meluas hingga kolaborasi dengan sektor swasta nasional dan antar-BUMN, seperti dukungan pasokan listrik dari PT PLN (Persero).

“MIND ID kini menjadi pemimpin yang bisa merangkul swasta nasional, baik di industri nikel, baterai, maupun bauksit. Sinergi ini krusial karena mereka adalah leader di segala bidang mineral; ada Antam di nikel dan bauksit, Inalum di alumina, hingga Freeport di tembaga,” katanya.

Komitmen ESG dan Keberlanjutan

Ferdy menekankan bahwa perusahaan sekelas MIND ID dan anggotanya telah menerapkan standar tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Ia mencontohkan praktik hijau di PT Vale Indonesia melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga air dari aliran Danau Matano, serta proyek reklamasi yang konsisten dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bukit Asam Tbk.

Namun, ia mengingatkan tantangan besar dari maraknya pertambangan ilegal. “IUP ilegal ini yang memberikan stigma negatif terhadap industri tambang. Ini menjadi PR besar pemerintah karena mengganggu perusahaan yang sudah menjalankan ESG dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Switch and Urban Republic Lead Malaysian Retail with Instant E-Invoice Submission via CIMB Terminals

Selain lingkungan, Ferdy menyebut kontribusi sosial terhadap masyarakat lokal juga signifikan. Di Luwu Timur, kontribusi PT Vale mencapai hampir 90 persen bagi masyarakat sekitar, sementara PT Freeport Indonesia menyumbang porsi besar terhadap PDRB Kabupaten Mimika, Papua.

Meski memiliki fundamental keuangan yang kuat dan bersifat bankable, Ferdy mencatat tantangan terbesar tetap berada pada konsistensi kebijakan pemerintah. Ia berharap pemerintah memberikan keleluasaan bagi MIND ID untuk bergerak secara korporasi murni tanpa intervensi non-bisnis.

“Pemerintah perlu memberikan dukungan berupa insentif pajak atau pemotongan pajak. Jangan sampai di satu sisi diminta membangun smelter dengan biaya besar, namun di sisi lain dibebani bea keluar yang tinggi. Dukungan pemerintah harus sinkron agar deviden yang dihasilkan nantinya juga besar bagi negara,” pungkasnya.

Saat ini, MIND ID tengah mengakselerasi sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Halmahera Timur, manufaktur baterai di Karawang, hingga pengembangan artificial graphite untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik masa depan.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

BRI Finance Bidik Konsumen EV di GIIAS 2026, Tawarkan Bunga Mulai 3,33%
Transformasi Digital Retail dan Manufaktur Semakin Cepat Berkat ERP Terintegrasi
Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua
BRI Life dan Bali International Hospital Jalin Kerja Sama Strategis Guna Perkuat Layanan dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis
Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia
Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026
Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan
Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis Tahun Ini

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52