Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI - Koran Mandalika

Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI

Di era digital saat ini, cara orang mencari informasi mulai bergeser. Jika dulu pengguna mengetik kata kunci di mesin pencari dan memilih sendiri dari daftar link yang muncul, kini semakin banyak orang bertanya langsung ke asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude dan menerima satu jawaban yang sudah disaring.

Pergeseran ini memunculkan kebutuhan akan strategi baru yang disebut Authority and Visibility Optimization, atau AVO.

Apa Itu AVO?

AVO adalah disiplin untuk mengukur dan membangun otoritas serta visibilitas sebuah brand agar dikenali, dipercaya, dan direkomendasikan oleh sistem AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbeda dengan SEO yang berfokus pada peringkat di halaman hasil pencarian, AVO berfokus pada satu pertanyaan yang lebih mendasar: apakah AI akan memilih brand ini sebagai jawaban, dari sekian banyak pilihan yang ada?

Konsep ini pertama kali dirumuskan secara formal melalui paper akademis berjudul “Authority and Visibility in the AI Search Era” yang dirilis awal 2026.

Kenapa AVO Penting untuk Bisnis?

1. Cara AI Memilih Brand Berbeda dari Cara Google

Mengurutkan Website
AI generatif tidak menampilkan daftar sepuluh link seperti mesin pencari konvensional. Ia langsung memberi satu rekomendasi. Artinya, brand yang tidak terpilih sebagai jawaban AI, praktis tidak terlihat sama sekali oleh pengguna yang bertanya lewat AI — tidak ada “halaman dua” untuk disembunyikan.

Baca Juga :  Disiplin di Perlintasan, KAI Divre III Palembang Dorong Kesadaran Keselamatan Bersama

2. Otoritas Lama Belum Tentu Terbaca oleh AI

Metode pengukuran otoritas yang sudah ada, seperti Domain Authority atau backlink, dirancang untuk era mesin pencari berbasis daftar. AI generatif menilai brand dari sudut berbeda: apakah kontennya bisa dipahami sistem, apakah faktanya bisa dikutip, dan apakah ada validasi dari pihak eksternal seperti Wikidata atau media terpercaya.

3. Mendorong Konten yang Lebih Kredibel dan Terstruktur

Karena AI menilai kedalaman dan kejelasan konten, brand perlu menyajikan informasi yang lebih rapi, faktual, dan mudah diekstraksi sistem otomatis — bukan sekadar dipadati kata kunci.

4. Relevan untuk Pasar Multibahasa

Metodologi AVO dirancang mendukung pengukuran di berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga brand lokal juga dapat diukur kesiapannya untuk direkomendasikan AI, tidak hanya brand berbahasa Inggris.

Apa yang Membedakan AVO dari SEO?

SEO dan AVO sebenarnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan. SEO tetap menjadi fondasi teknis agar sebuah situs bisa diakses dan dibaca oleh mesin, termasuk oleh AI.

Baca Juga :  Mengenal Bahasa Kucing dan Arti Gerakannya

AVO melangkah lebih jauh dengan mengukur dua hal tambahan: kesiapan brand untuk dikutip AI (disebut Authority Score), dan apakah brand tersebut benar-benar muncul dalam jawaban AI (disebut Visibility Score).

Kedua ukuran ini kemudian dipakai bersama untuk mengetahui apakah persoalannya ada di kesiapan brand atau di eksekusi strategi.

Bagaimana Cara Mengukurnya?

Karena AVO masih tergolong disiplin baru, banyak perusahaan belum tahu di posisi mana brand mereka saat ini di mata AI.

Untuk menjawab kebutuhan ini, kini tersedia tool seperti AVO AI dari Avonetiq, yang mengukur Authority Score (kesiapan brand untuk dikutip AI) dan Visibility Score (seberapa sering brand benar-benar muncul di jawaban AI) di berbagai platform seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, lengkap dengan rekomendasi perbaikan yang bisa langsung ditindaklanjuti tim marketing.

Kesimpulan

AVO adalah pendekatan yang dirancang khusus menjawab tantangan baru: bagaimana sebuah brand bisa dikenali, dipercaya, dan akhirnya direkomendasikan oleh AI, bukan sekadar tampil di halaman pertama mesin pencari.

Seiring makin banyak orang mengandalkan AI untuk mencari rekomendasi, kesiapan brand di dimensi ini berpotensi menjadi faktor penentu baru dalam persaingan digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan
39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup
Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung
BP Tapera Perkuat Sinergi Penyaluran FLPP, Realisasi Tembus 197 Ribu Rumah
19 Perenang Berhasil Seberangi Selat Madura, Bawa Harapan bagi Warga Pesisir Timbulsloko
PTPP Perkuat Portofolio dan Keberlanjutan Bisnis melalui Kepercayaan Pupuk Kaltim atas Kontrak Baru Proyek EPC Dermaga 11 Senilai Rp400 Miliar
RevComm Hadirkan Fitur Automation di MiiTel, Analisis Panggilan dan Rapat Kini Berjalan Otomatis
Kantor Pusat Baru dari Lahan Kosong: Urutan Pekerjaannya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Minggu, 1 November 2026 - 20:23

Bukan Janji Manis, Abdusahid Pilih Realistis Tanggapi Tuntutan Warga Kelebuh

Minggu, 1 November 2026 - 16:36

Jaga Wajah Wisata Indonesia: Gerindra & Duta Lingkungan Sulap Kuta Lombok Jadi Pelopor ASRI

Minggu, 1 November 2026 - 13:04

Gaya Koboi Maulidi Serap Aspirasi: Disapa Guyonan, Pulang Bawa Segepok PR Warga

Berita Terbaru