Apakah Ethereum Siap Memasuki Fase Baru? Inilah Prediksinya - Koran Mandalika

Apakah Ethereum Siap Memasuki Fase Baru? Inilah Prediksinya

Jumat, 9 Agustus 2024 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mungkinkah Ethereum menjadi aset digital paling bernilai tinggi di dunia? Di tengah ketidakpastian pasar dan inovasi teknologi yang tak henti-hentinya, prediksi harga Ethereum terus menjadi sorotan.

Dengan spekulasi yang berkembang, pertanyaannya bukan lagi apakah ETH bisa naik, melainkan seberapa tinggi lonjakan ini bisa terjadi

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Ethereum

Pada 5 Agustus, pasar digital mengalami kejutan besar yang menekan harga berbagai aset, termasuk Ethereum. Harga ETH jatuh ke $2.100, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Mei 2021. Namun, meskipun mengalami penurunan tajam, pada 8 Agustus, harga ETH mulai stabil di sekitar $2.430, mencerminkan penurunan mingguan sebesar 24%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik penurunan ini, ada kabar positif yang menunjukkan potensi pemulihan. Pada 6 Agustus, ETF spot Ethereum menarik arus masuk dana sebesar $98 juta, angka terbesar kedua dalam sejarahnya. Meskipun terjadi arus keluar sebesar $24 juta sehari setelahnya, minat investor terhadap ETF ini tetap tinggi, menandakan keyakinan akan potensi kenaikan di masa depan.

Baca Juga :  Sapa Warga Medan, Hisense Usung Pameran OWN THE MOMENT di Sun Plaza

Pandangan Para Ahli tentang Prediksi Ethereum ke Depan

Pandangan para analis mengenai prospek Ethereum bervariasi. Michaël van de Poppe, seorang analis terkenal, menyebutkan bahwa Ethereum kini telah menjadi aset dengan sifat deflasi, di mana pasokan berkurang sebesar 0,812% setiap tahunnya. Dengan lebih banyak ETH yang dibakar daripada yang dihasilkan, nilai aset ini bisa meningkat seiring waktu.

Van de Poppe juga menekankan pentingnya aktivitas di platform DeFi (Decentralized Finance), yang menjadi salah satu kekuatan utama Ethereum. Dengan semakin banyaknya aplikasi DeFi seperti AAVE yang menggunakan jaringan Ethereum, potensi pertumbuhan ETH semakin kuat. Ia juga mencatat bahwa meskipun pada tahun 2024 tercipta $160 juta ETH, dalam dua hari terakhir saja, arus masuk ke ETF ETH mencapai $150 juta. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang signifikan dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi.

Inovasi Teknologi: Motor Penggerak Utama

Salah satu pendorong utama harga Ethereum adalah inovasi teknologinya. Ethereum Improvement Proposal (EIP) 4844 yang diluncurkan pada 13 Maret 2024, membawa perubahan besar dalam hal skalabilitas dan efisiensi transaksi di jaringan Ethereum. Peningkatan ini memperkenalkan metode baru dalam pengelolaan data, yang tidak hanya mengurangi biaya transaksi tetapi juga meningkatkan kapasitas jaringan.

Baca Juga :  Kelola file foto lebih mudah dengan QNAP QuMagie

Hasilnya? Biaya transaksi turun drastis, dengan penghematan sebesar $679 juta (57%) pada kuartal kedua 2024. Lebih penting lagi, peningkatan ini memungkinkan jaringan Ethereum untuk melayani lebih banyak pengguna dengan lebih efisien, seperti yang terlihat dari lonjakan transaksi sebesar 63% dan pertumbuhan pengguna aktif sebesar 81% pada periode yang sama.

Dengan peningkatan permintaan dan inovasi yang terus mendorong batasan teknologi, masa depan Ethereum terlihat cerah. Meskipun masih ada ketidakpastian, tidak bisa dipungkiri bahwa Ethereum memiliki potensi besar untuk mencapai harga $18.000 di masa depan, terutama jika tren ini berlanjut. Hanya waktu yang akan menjawab, namun semua tanda menunjuk ke arah yang positif.

Berita Terkait

Mengorkestrasi Ekonomi dan Teknologi: Sanggabiz Siap Gelar Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027
KAI Logistik Kembangkan Green Freight Service, Dorong Pertumbuhan Angkutan Kereta Api Kontainer dan Dekarbonisasi Rantai Pasok
Mahasiswa Fashion Program BINUS UNIVERSITY Tampil di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Beskap Jawa dengan Gaya Barat
Solusi Holistik Tumbuh Kembang Anak: Mengatasi Speech Delay, ADHD, dan Autisme Bersama Dr. (HC) M. Yunny Raharja
Pelindo Multi Terminal Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Jamur Berdaya HUB
Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas dan Layanan Jalan Tol
LRT Jabodebek Perkuat Kompetensi Frontliner, Fokus pada Komunikasi dan Penanganan Keluhan Pengguna
Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02

Mengorkestrasi Ekonomi dan Teknologi: Sanggabiz Siap Gelar Jogja Business & Economic Outlook (JBEO) 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Kembangkan Green Freight Service, Dorong Pertumbuhan Angkutan Kereta Api Kontainer dan Dekarbonisasi Rantai Pasok

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:02

Mahasiswa Fashion Program BINUS UNIVERSITY Tampil di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Beskap Jawa dengan Gaya Barat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Pelindo Multi Terminal Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Jamur Berdaya HUB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas dan Layanan Jalan Tol

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

LRT Jabodebek Perkuat Kompetensi Frontliner, Fokus pada Komunikasi dan Penanganan Keluhan Pengguna

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:02

Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:02

IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

Berita Terbaru