Bagas Adji Saputra Mengungkap Tantangan dan Solusi Perlindungan Data di Era AI - Koran Mandalika

Bagas Adji Saputra Mengungkap Tantangan dan Solusi Perlindungan Data di Era AI

Kamis, 27 Maret 2025 - 23:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah laju transformasi digital yang semakin pesat, perlindungan data menjadi aspek krusial bagi setiap organisasi. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin meluas membawa dampak signifikan pada cara data dikelola dan diamankan. Menurut Bagas Adji Saputra, seorang praktisi teknologi, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan volume data yang terus meningkat, tetapi juga dengan kompleksitas infrastruktur IT yang semakin terfragmentasi. Banyak perusahaan kini mengadopsi sistem multi-cloud dan hybrid, sehingga data sensitif tersebar di berbagai platform yang memerlukan pengawasan dan pengendalian yang lebih canggih.

Dalam konteks ini, ancaman siber juga semakin beragam dan adaptif. Metode serangan pun berkembang dari sekadar virus atau malware menjadi teknik-teknik canggih seperti ransomware, phishing berbasis AI, serta eksploitasi kelemahan sistem yang belum terdeteksi. Situasi ini memaksa para ahli keamanan untuk menerapkan pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi. Bagas Adji Saputra menekankan bahwa organisasi harus mengadopsi solusi keamanan yang tidak hanya mampu mendeteksi dan merespons insiden, tetapi juga mencegah terjadinya pelanggaran data sejak awal.
Salah satu solusi yang mulai banyak diadopsi adalah sistem pemantauan dan proteksi data secara real-time. Di sinilah IBM Guardium memainkan peran penting.  Guardium adalah platform keamanan data yang dirancang untuk memberikan pemantauan menyeluruh atas aktivitas data di berbagai lingkungan, mulai dari basis data tradisional hingga sistem cloud dan big data. Platform ini mampu mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan, mengaudit akses data, serta melakukan penilaian kerentanan secara otomatis. Dengan fitur-fitur seperti enkripsi, pemantauan akses privilegi, dan pelaporan kepatuhan, IBM Guardium membantu organisasi untuk memastikan bahwa data sensitif terlindungi dari ancaman internal maupun eksternal.
Lebih lanjut, IBM Guardium juga menyediakan solusi untuk mengklasifikasikan data secara otomatis, sehingga organisasi dapat dengan mudah menentukan prioritas perlindungan berdasarkan tingkat sensitivitas informasi. Dengan pemantauan secara real-time, platform ini memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya pola akses yang tidak biasa atau adanya upaya penyalahgunaan data. Fitur audit dan laporan kepatuhan yang dihasilkan pun sangat berguna untuk memenuhi persyaratan regulasi yang semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Gen Z Mulai Melek Finansial Lewat Broker Forex Resmi

Bagas Adji Saputra meyakini bahwa untuk menghadapi tantangan di era AI, organisasi harus membangun budaya keamanan yang melibatkan seluruh lapisan, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga pelatihan karyawan secara berkala. Penerapan prinsip zero trust dan penggunaan analitik perilaku adalah beberapa contoh pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas sistem keamanan. Dengan mengintegrasikan solusi seperti IBM Guardium ke dalam strategi keamanan, perusahaan tidak hanya melindungi aset data mereka, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menciptakan nilai kompetitif di pasar yang semakin digital.

Melalui upaya kolaboratif antara teknologi canggih, kebijakan keamanan yang terintegrasi, dan kesadaran seluruh elemen organisasi, tantangan perlindungan data di era AI dapat diatasi secara efektif. Pendekatan holistik ini, sebagaimana disarankan oleh Bagas Adji Saputra, merupakan kunci untuk memastikan bahwa setiap transaksi digital tetap aman, integritas data terjaga, dan inovasi teknologi dapat terus berkembang tanpa mengorbankan aspek keamanan.

Berita Terkait

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC
Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA
Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik
Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:00

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Rabu, 22 April 2026 - 18:00

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Rabu, 22 April 2026 - 17:00

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Rabu, 22 April 2026 - 17:00

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

Rabu, 22 April 2026 - 15:00

Blaize dan Datacomm Jalin Kolaborasi Teknologi untuk Eksplorasi Solusi AI Inference di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru