Besi Apa yang Dipilih Agar Tidak Mudah Berkarat? Pelajaran dari Proyek Nyata - Koran Mandalika

Besi Apa yang Dipilih Agar Tidak Mudah Berkarat? Pelajaran dari Proyek Nyata

Senin, 2 Februari 2026 - 17:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam sebuah proyek pembangunan workshop produksi skala menengah, pemilik awalnya memilih besi biasa yang dilapisi cat anti karat. Secara tampilan, material ini terlihat rapi dan kokoh saat pertama dipasang. Harganya juga terasa lebih ringan di awal, sehingga dianggap cukup aman untuk kebutuhan struktur.

Beberapa bulan pertama berjalan tanpa kendala. Namun setelah memasuki musim hujan, perubahan mulai terlihat. Di area sambungan dan sudut rangka yang sering terkena air, warna besi mulai menggelap. Permukaan yang awalnya halus perlahan terasa kasar, dan cat di beberapa bagian mulai terangkat. Pada tahap ini, karat belum parah, tetapi tanda-tandanya sudah jelas.

Masalah menjadi lebih terasa ketika aktivitas produksi meningkat. Uap panas dan kelembapan mempercepat proses korosi. Beberapa bagian rangka harus diamplas dan dicat ulang agar tidak semakin parah. Pekerjaan ini tidak hanya memakan biaya, tetapi juga waktu, karena dilakukan saat workshop sedang aktif beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan Material yang Mengubah Hasil

Pada pengembangan area workshop berikutnya, pemilik proyek memutuskan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, struktur utama menggunakan besi galvanis, termasuk untuk rangka, pagar pengaman, dan lantai kerja berbahan expanded metal.

Baca Juga :  Harga Emas Meroket, Emas Digital Berbasis Aset Kripto Mulai Dilirik Investor?

Perbedaan terasa sejak awal pemasangan. Permukaan besi galvanis terlihat lebih konsisten dan tidak membutuhkan lapisan tambahan. Setelah terpasang dan digunakan dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya, material ini menunjukkan performa yang jauh lebih stabil. Paparan hujan, panas, dan kelembapan tidak menimbulkan perubahan berarti pada permukaan besi.

Setelah lebih dari satu tahun penggunaan, hampir tidak ditemukan tanda karat. Sambungan tetap bersih, struktur terasa kaku, dan tidak ada kebutuhan perawatan tambahan. Dari sisi operasional, ini menjadi keuntungan besar karena tidak ada waktu kerja yang terganggu akibat perbaikan.

Di titik ini, pemilik proyek menyadari bahwa biaya tambahan saat membeli besi galvanis di awal ternyata jauh lebih kecil dibanding biaya pengecatan ulang, perbaikan, dan risiko kerusakan struktur di kemudian hari.

Bagaimana dengan Stainless Steel?

Stainless steel sempat masuk dalam pertimbangan, terutama karena ketahanannya terhadap karat. Namun setelah dihitung, penggunaan stainless untuk seluruh struktur workshop terasa kurang efisien. Harganya terlalu tinggi untuk kebutuhan konstruksi umum. Akhirnya, stainless hanya digunakan di area tertentu yang memang membutuhkan standar kebersihan tinggi, sementara struktur utama tetap mengandalkan galvanis.

Baca Juga :  Warga Loteng Rela Antre Panas-panasan Demi Dapatkan Beras Murah

Pendekatan ini memberikan hasil yang seimbang. Fungsi tetap terpenuhi, biaya terkendali, dan daya tahan material tetap terjaga.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Karat bukan masalah yang muncul seketika. Ia datang perlahan dan sering kali baru disadari saat kerusakan sudah menyebar. Dari pengalaman proyek ini, terlihat jelas bahwa memilih material sejak awal memiliki dampak besar terhadap umur pakai dan biaya jangka panjang.

Untuk kebutuhan konstruksi, workshop, dan area industri yang terpapar lingkungan terbuka, besi galvanis terbukti menjadi pilihan paling masuk akal. Tidak berlebihan, tidak membutuhkan perawatan rumit, dan cukup kuat untuk penggunaan jangka panjang.

Material Inovasi Industri menyediakan berbagai produk besi galvanis seperti plat galvanishollow galvanis, dan expanded metal galvanis yang telah digunakan di berbagai proyek workshop dan area produksi dengan kebutuhan ketahanan tinggi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

AIIP Luncurkan Whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia: Mendorong Kolaborasi Ekosistem untuk Percepatan Adopsi AI Nasional”
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
KAI Daop 4 Semarang dan DJKA Kemenhub Perkuat Keselamatan melalui Inspeksi Bersama
Bitcoin Terkoreksi ke US$81.000, Volume Trading XAUT di Bittime Naik 8%
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025
Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026
Terus Bertumbuh! Kinerja Angkutan Barang KAI Daop 6 Naik 23% pada 2025

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:48

AIIP Luncurkan Whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia: Mendorong Kolaborasi Ekosistem untuk Percepatan Adopsi AI Nasional”

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:43

KAI Daop 4 Semarang dan DJKA Kemenhub Perkuat Keselamatan melalui Inspeksi Bersama

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:08

Bitcoin Terkoreksi ke US$81.000, Volume Trading XAUT di Bittime Naik 8%

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:16

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:01

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025

Rabu, 4 Februari 2026 - 00:24

Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:18

Terus Bertumbuh! Kinerja Angkutan Barang KAI Daop 6 Naik 23% pada 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:36

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi CPCL 2026

Berita Terbaru