Bittime Gandeng UPH, BlockDevId, Asosiasi Blockchain Indonesia dan Bappebti Gelar Literasi Blockchain untuk Generasi Muda - Koran Mandalika

Bittime Gandeng UPH, BlockDevId, Asosiasi Blockchain Indonesia dan Bappebti Gelar Literasi Blockchain untuk Generasi Muda

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 11 Juni 2024 – Bittime, platform investasi aset kripto yang resmi terdaftar di Indonesia, bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), komunitas developer BlockDevId, dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam meningkatkan literasi tentang blockchain untuk generasi muda Indonesia.

Melalui seminar bertajuk ‘Blockchain 101: Challenges & Opportunities’, acara ini sukses diikuti oleh lebih dari 500 peserta. Seminar ini membahas teknologi blockchain, mulai dari implementasi, tantangan dalam pengembangan, hingga regulasi terkait industri itu sendiri.

Dekan Eksekutif Sekolah Tinggi Bisnis dan Teknologi UPH, Dra. Gracia Shinta Ugut, M.B.A., Ph.d mengatakan dalam sambutannya bahwa acara ini adalah salah satu upaya UPH untuk membawa update terkait apa yang terjadi di industri saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kesempatan ini adalah kesempatan yang jarang sekali terjadi. Ini merupakan upaya kita untuk membawa isu-isu terkini yang berhubungan dengan teknologi blockchain kepada para mahasiswa,” ujarnya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya dalam sambutannya mengungkapkan bahwa teknologi blockchain ini masih luas dan belum digali sepenuhnya, terutama di Indonesia. Ia menjelaskan, saat ini Bappebti baru meregulasi ranah perdagangan aset kripto yang mana hanya salah satu produk hilir dari teknologi blockchain.

<img style=”width: 100%;” src=”https://vritimes-public.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/production/c8c58e8a2c72ae393058041fbea5d9f992706f6a138f0023adea4167fb1b81da/UPH%20Doc.jpg” alt=”Moderator, Panellist, Key Speakers, dan Executive Dekan Universitas Pelita Harapan

source: company documentation” />

“Hal ini merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk bersama-sama terus mengembangkan adopsi teknologi blockchain serta pengembangan regulasi terkait Blockchain yang implementatif. Pengembangannya ke depan masih banyak, seperti bagaimana menciptakan jangkauan dari teknologi blockchain ini. Jadi bukan hanya terfokus pada perdagangan aset kripto,” jelasnya.

Baca Juga :  Biaya Jaringan Solana Turun, Apa Dampaknya pada Pengguna?

Adapun acara ini dimoderasi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPH, Dr. Andree Emmanuel Widjaja. Panelis yang dihadirkan antara lain Chief Marketing Officer (CMO) Bittime – Immanuel Giras Pasopati, Founder BlockDevId – William Sutanto, dan Anggota Komite Etik ABI – Duwi Sudarto Putra.

CMO Bittime, Immanuel Giras Pasopati mengatakan teknologi blockchain telah banyak diimplementasikan di berbagai industri. Sebagai platform investasi aset kripto, Bittime sendiri menjadi salah satu ujung tombak penggunaan teknologi blockchain yang banyak digunakan masyarakat.

Crypto exchange adalah salah satu bentuk produk end user dari blockchain. Di mana crypto exchange menghubungkan berbagai blockchain project yang memiliki token untuk bisa dinikmati publik,” ujarnya.

Selain itu, Giras mengatakan bahwa crypto exchange juga mengimplementasikan teknologi blockchain melalui token platform. Seperti diketahui, token platform merupakan salah satu aset kripto yang dikembangkan melalui blockchain untuk digunakan dalam ekosistem platform crypto exchange.

“Salah satu contoh yang kami lakukan, Bittime mengembangkan token Palapa. Palapa sebagai token platform akan berperan banyak dalam mendukung ekosistem Bittime. Dengan utilitas yang menguntungkan bagi pengguna Bittime yang memiliki token Palapa,” jelasnya.

Founder BlockDevId, William Sutanto menjelaskan bahwa sederhananya, blockchain merupakan wujud dari sistem basis data, yang terjamin keamanan dan transparansinya. Berbeda dengan sistem basis data yang kita kenal pada umumnya, dalam pengelolaannya blockchain menerapkan teknologi terdesentralisasi yang dapat diakses oleh banyak pihak.

Baca Juga :  VRITIMES dan PorosLombok.com Jalin Kerjasama Strategis Perluas Jangkauan Informasi di Lombok

“Dalam sejarahnya, aset kripto lewat blockchain diciptakan untuk menjawab masalah yang selama ini belum bisa dipecahkan oleh industri Web 2.0. Seperti halnya DeFi, kripto merupakan bentuk penerapan aplikasi blockchain pada industri finansial”, tambah William.

Pengembangan teknologi blockchain tidak terbatas pada aset dan investasi saja, namun juga berperan pada industri lain. Contohnya pemanfaatan metaverse pada industri perhotelan dan pariwisata, hingga penerapan dArray dalam bidang akuntansi.

Anggota Komite Etik Asosiasi Blockchain Indonesia, Duwi Sudarto Putra menyampaikan bahwa peran pemerintah mulai dari pengawasan hingga pengembangan teknologi blockchain menjadi hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan.

“Harapannya, teknologi blockchain juga dapat kita manfaatkan dalam mengelola data publik, mengingat tingkat keamanan data pada blockchain lebih aman,” tambah Duwi.

Selaku inisiator acara, Bittime berharap agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dapat lebih mengenal teknologi blockchain dan implementasinya. Tak hanya itu, Bittime juga berencana menggelar program bantuan dana untuk pelajar melalui roadmap pengembangan token Palapa.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bittime membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.

Berita Terkait

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech
Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid
KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara
Dari Jalanan Kota ke Ruang Edukasi Keuangan, BRI Finance Berbagi Kepedulian dengan Lady Ojol
Tak Perlu Pusing Siapkan THR, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Lewat BRI Flash
Analisis Bor Ledak dan Stabilitas Lereng Tambang Berbasis AI Strayos
Survei Stockpile dan Pemantauan Lereng Tambang Otomatis dengan DJI Dock 3
Hari Ke-8 Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Catat Pelayanan Tertinggi Pada Arus Mudik

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

Dari Jalanan Kota ke Ruang Edukasi Keuangan, BRI Finance Berbagi Kepedulian dengan Lady Ojol

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

Tak Perlu Pusing Siapkan THR, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Lewat BRI Flash

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:00

Survei Stockpile dan Pemantauan Lereng Tambang Otomatis dengan DJI Dock 3

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:00

Hari Ke-8 Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Catat Pelayanan Tertinggi Pada Arus Mudik

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:00

KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran 2026

Berita Terbaru