Carbon Offset Lewat Mangrove: LindungiHutan Rilis eBook Panduan di Tengah Krisis Iklim - Koran Mandalika

Carbon Offset Lewat Mangrove: LindungiHutan Rilis eBook Panduan di Tengah Krisis Iklim

Rabu, 3 September 2025 - 15:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 3 September 2025 – Di tengah eskalasi krisis iklim global, LindungiHutan meluncurkan eBook edukatif bertajuk “Panduan Komprehensif Carbon Offset dan Peran Mangrove dalam Mitigasi Perubahan Iklim” sebagai kontribusi nyata mendorong berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, hingga komunitas, untuk mengambil peran aktif dalam aksi iklim.

Fokus utama eBook ini adalah carbon offset berbasis ekosistem mangrove, salah satu solusi alami paling efektif untuk menyerap emisi karbon sekaligus melindungi kawasan pesisir dari dampak bencana iklim.

Menurut Climate Watch dan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), emisi karbon Indonesia masih didominasi sektor energi dan alih fungsi lahan. Meski sejumlah korporasi telah menetapkan target Net Zero Emission, banyak yang belum memiliki panduan implementasi mitigasi yang terstruktur. Di sinilah eBook ini hadir, memberikan panduan praktis mulai dari konsep dasar carbon offset, potensi karbon biru (blue carbon), hingga studi kasus penanaman mangrove dengan tingkat keberhasilan tinggi di Indonesia.

“Carbon offset bukan sekadar jargon hijau. Jika dilakukan secara tepat, ini adalah instrumen yang mampu menekan laju perubahan iklim sambil memberikan manfaat sosial-ekonomi. Lewat eBook ini, kami ingin memberikan peta jalan yang jelas untuk aksi nyata,” ujar Ben, CEO LindungiHutan.

Salah satu sorotan dalam eBook ini adalah efektivitas mangrove sebagai penyerap karbon, bahkan mampu menyimpan 4–5 kali lebih banyak karbon dibanding hutan tropis daratan. Selain itu, mangrove juga memperkuat ketahanan pangan, melindungi garis pantai dari abrasi, hingga membuka peluang ekonomi melalui ekowisata.

LindungiHutan telah mencatat berbagai keberhasilan rehabilitasi mangrove, seperti di Pantai Mangunharjo, Semarang, dengan tingkat keberhasilan penanaman 93% berkat kolaborasi bersama kelompok tani lokal. Hingga kini, ribuan pohon telah ditanam, menghijaukan kembali area pantai seluas 1,2 hektare, serta menyerap lebih dari 5.900 kg CO₂eq. Proyek serupa di Tambakrejo dan Trimulyo menunjukkan dampak signifikan meski menghadapi tantangan, seperti konflik penggunaan lahan akibat pembangunan infrastruktur jalan tol.

Baca Juga :  Apa itu Training Sertifikasi POPAL Energy Academy?

“Banyak pihak ingin berkontribusi pada aksi iklim, tetapi terkendala kurangnya panduan implementasi yang berbasis data dan pengalaman lapangan. EBook ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” tambah Ben.

LindungiHutan mengajak semua sektor, terutama dunia usaha, untuk memandang carbon offset sebagai peluang, bukan beban. Peluang ini mencakup peningkatan citra merek, loyalitas pelanggan, hingga akses pada green financing dan insentif pemerintah yang mulai digulirkan.

eBook ini dapat diunduh gratis di https://lynk.id/lindungihutan/kekr1pdek2r0 dan dapat diakses hanya dalam waktu tertentu. Pembaca dapat mengunduh selagi tersedia dan jadilah bagian dari gerakan mitigasi iklim berbasis mangrove.

Dengan peluncuran eBook ini, LindungiHutan berharap semakin banyak pihak tergerak untuk bergabung dalam mitigasi perubahan iklim melalui langkah nyata, terukur, dan kolaboratif. Karena menyelamatkan bumi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi misi bersama seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:01

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Berita Terbaru