CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural bagi Daya Saing Baja Nasional - Koran Mandalika

CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural bagi Daya Saing Baja Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberlakuan penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai Januari 2026 dinilai akan menjadi ujian struktural bagi keberlanjutan ekspor baja nasional, khususnya bagi segmen baja karbon dan stainless steel non-captive yang selama ini menjadikan pasar Uni Eropa sebagai tujuan strategis.

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menegaskan bahwa CBAM perlu dibaca dari perspektif pelaku industri, bukan semata statistik perdagangan agregat. Menurutnya, pendekatan agregat justru berisiko menutupi tekanan nyata yang dihadapi segmen industri baja bernilai tambah tinggi akibat perubahan rezim perdagangan berbasis karbon.

CBAM Ubah Akses Pasar Uni Eropa

Berbeda dengan instrumen perdagangan konvensional, CBAM dirancang sebagai mekanisme proteksi permanen dengan mengaitkan akses pasar langsung pada intensitas emisi karbon. Mulai 2026, eksportir baja wajib membeli sertifikat CBAM seiring meningkatnya harga karbon dan penghapusan bertahap izin emisi gratis di Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji mencatat, untuk baja karbon berbasis BF–BOF, beban CBAM diperkirakan mencapai €40–90 per ton, sementara untuk stainless steel berbasis RKEF dapat menembus €470–630 per ton. “Pada level tersebut, biaya karbon secara praktis melampaui margin normal industri dan menghilangkan kelayakan ekspor ke pasar Uni Eropa,” tulisnya.

Baca Juga :  AAC (Aurora Archipelago Capital): Memvalidasi Kekuatan Pertumbuhan Pasar Negara Berkembang

Dari sisi total volume ekspor baja nasional, ekspor ke Uni Eropa memang relatif kecil. Namun, jika difokuskan pada ekspor produk semi-finished dan finished yang bersifat non-captive market, porsi ekspor ke Uni Eropa justru signifikan, mencapai sekitar 18% dari total ekspor baja Indonesia pada 2024–YTD September 2025. Bagi pelaku usaha di segmen ini, termasuk Krakatau Steel Group (Krakatau Posco), pasar Uni Eropa berperan cukup penting. Oleh karena itu, penerapan penuh CBAM mulai 2026 merupakan salah satu faktor kunci yang perlu menjadi perhatian bersama.

Krakatau Steel Tekankan Perlindungan Basis Industri Nasional

Menanggapi dinamika tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara agenda dekarbonisasi dan keberlanjutan industri nasional. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menilai transisi menuju industri hijau harus disertai dengan kebijakan yang adil dan terukur.

“Transisi menuju industri baja rendah karbon perlu dijalankan dengan sequencing dan timing kebijakan yang tepat agar tidak melemahkan basis industri strategis nasional sebelum transformasi itu sendiri berjalan optimal,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai

Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  IDDB Officially Becomes the Pioneer of the First Tokenization Project in Indonesia to Receive Approval from the OJK Sandbox

Pasar Domestik sebagai Penyangga Utama

Dalam kondisi pasar ekspor yang semakin protektif, Krakatau Steel memandang penguatan pasar domestik sebagai jangkar utama menjaga keberlangsungan industri baja nasional. Perlindungan pasar dalam negeri, pengendalian impor, serta penguatan penggunaan produksi dalam negeri dinilai menjadi bagian dari strategi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat kemandirian industri dan ketahanan ekonomi.

Tentang Krakatau Steel Tbk

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.

Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi melalui semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform dan saat ini bertransformasi menjadi KS Reborn yang bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan melalui membangun kepercayaan dan transparansi dengan para pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berkarya melalui meritokasi, transparansi dan prakmatis dalam berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan penguatan bisnis infrastruktur.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus
Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan
Ikatan Perencana Desa (IPD) Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Memahami Desa
Polda NTT Dampingi Wapres Gibran dari Sekolah hingga Tenda Pengungsian, Pastikan Korban Gempa Terlayani
AGE Strategic Perkuat Ekosistem Strategy-to-Execution untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis di Indonesia
Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar
Memperkuat Pemasaran Digital Asia Tenggara: Tigo AI Meluncurkan Sistem Terpadu Produksi Iklan AI dan Distribusi Konten Native
Dinas Perdagangan Temukan “Harta Karun” di Leneng, Rotan Sahdi Siap Naik Kelas

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:02

Tetap Siaga! Ini yang Perlu Disiapkan agar Rumah Tetap Nyaman

Selasa, 8 September 2026 - 18:02

B&B menghadirkan rangkaian personal care Formulated for Kids untuk anak aktif dan wangi seharian.

Selasa, 8 September 2026 - 18:02

PTPP Progreskan Pembangunan Tol Kataraja Seksi 1 hingga 94,9%, Uji Pembebanan Jembatan Ramp 1 Tuntas

Selasa, 8 September 2026 - 17:02

KAI Bandara Catat 2,83 Juta Penumpang KA Srilelawangsa di Sumatera Utara hingga Agustus 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:02

OJK Catat Transaksi Kripto RI Turun 28,2 Persen, Ada Apa?

Selasa, 8 September 2026 - 14:02

Breeder Doitsu Showa Terbesar ke-2 di Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 13:10

BRI BO Cempaka Mas Sambut Nasabah dengan Hangat dan Penuh Kekeluargaan

Selasa, 8 September 2026 - 12:02

BRI Region 6 Gelar Business War Game, Perkuat Strategi dan Sinergi Hadapi Dinamika Bisnis

Berita Terbaru