Cegah Kekerasan Seksual di Ponpes, DPRD NTB Usul Tes Psikologi Pengajar - Koran Mandalika

Cegah Kekerasan Seksual di Ponpes, DPRD NTB Usul Tes Psikologi Pengajar

Rabu, 30 September 2026 - 10:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Kekerasan Seksual di Ponpes, DPRD NTB Usul Tes Psikologi Pengajar

0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:5 scene:0 humanIn:1;

Koran Mandalika, Mataram – Usai banyaknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren, DPRD NTB menyarankan agar dilakukan tes psikologi kepada setiap tenaga pengajar serta pimpinan pondok.

Anggota Komisi V DPRD NTB, Nadirah Al Hasby, mengatakan, jika memang terbukti memiliki masalah terhadap psikologi maka tidak perlu diberikan waktu mengajar.

“Kalau usianya tidak memungkinkan untuk mengajar atau psikologinya terganggu atau apa mungkin endak perlu dikasi mata pelajaran,” katanya, Rabu (29/9).

Pihaknya juga mendorong untuk dilakukan evaluasi berkala oleh dinas terkait sebagai upaya pencegahan.

Terhadap kasus dugaan pelecehan di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah, pihaknya mendorong agar APH memberikan hukuman yang setimpal jika terbukti bersalah.

“Bagi korban perbaiki secara psikologi dia, mendampingi dia mengawal semua, cek kesehatannya. Kawal jangan sampai dia trauma ya tetap harus didampingi,” tuturnya.

Ia menjelaskan jika para korban berani membuka suara, akan banyak kasus-kasus serupa yang terungkap, tidak hanya di lingkungan pondok pesantren tetapi juga di lingkungan pendidikan secara umum.

Baca Juga :  PWI NTB Kecam Aksi Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Wartawan Lombok Tengah

“Kalau kita endak diungakapkan ini saya rasa banyak hal-hal yang terjadi tapi tidak pernah diungkapkan,” jelasnya.

Menurutnya, kasus-kasus kekerasan seksual yang kerap menyasar pondok pesantren itu dianggap sebagai peristiwa memalukan.

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesanter juga akan semakin berkurang.

“Kepercayaan masyarakat kita terhadap pondok juga akan tercoreng. Maunya kita mendidik anak baik ilmu dan IMTAQ nya di pondok,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Sapo Development Jadi Donatur Terbesar Pemulihan Desa Adat Sade, Kontribusi 40 Persen dari Total Dana
Bank NTB Syariah Perkuat Likuiditas Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan Rumah melalui ISEF 2026
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM hingga Pupuk Aman, Distribusi Terus Dipantau
Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 18:58

Dekat Pantai dan Sirkuit, Raja Hotel Kuta Mandalika Jadi Primadona Baru Pariwisata Lombok

Senin, 13 April 2026 - 09:49

Pesona Wisata Kokoh Lenek di Desa Lantan, Surga Tersembunyi di Kaki Rinjani

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:14

Menyusuri Warisan Hidup India: Perjalanan Lintas Budaya Para Konten Kreator

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:44

Peluncuran Green Paradise dan Aktivasi HCF Group Bawa Angin Segar Pariwisata Lombok

Kamis, 11 September 2025 - 19:49

Bondjeroek Culture Festival 2025: Menghidupkan Merangkat, Menyelami Gastronomi Sasak dalam Ritual Tradisi

Rabu, 10 September 2025 - 15:15

Hadirnya Samara Lombok Buka Ribuan Lowongan Kerja

Sabtu, 21 Juni 2025 - 21:27

Pembangunan di Tanjung Aan Diharapkan Beri Manfaat Sosial dan Ekonomi Masyarakat, ITDC Mohon Dukungan

Sabtu, 21 Juni 2025 - 20:37

Saran Menteri HAM: Atur Posisi Bangunan Tanpa Ubah Kondisi Tanjung Aan

Berita Terbaru

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Teknologi

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:02