DPRD Loteng Bahas Dua Ranperda, dari Aset Daerah hingga Penanggulangan Kebakaran - Koran Mandalika

DPRD Loteng Bahas Dua Ranperda, dari Aset Daerah hingga Penanggulangan Kebakaran

Jumat, 11 September 2026 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Loteng Bahas Dua Ranperda, dari Aset Daerah hingga Penanggulangan Kebakaran

Koran Mandalika, Lombok Tengah — DPRD Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rapat Paripurna Internal dengan agenda penyampaian penjelasan Komisi I dan Komisi IV terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Kamis (10/9/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H. Uhibbusa Adi, S.T. Dua Ranperda yang dibahas yakni Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.

Juru Bicara Komisi I, Nasarudin, S.T., menjelaskan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) perlu mendapat perhatian serius karena aset daerah merupakan salah satu penunjang utama penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aset tersebut meliputi tanah, bangunan, sarana dan prasarana yang harus dikelola secara tertib, efektif dan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Aliansi Peduli Demokrasi Desak Gubernur NTB Cabut Izin IUPHHK-HTI PT Sadhana Arif Nusa

Ranperda Pengelolaan BMD terdiri atas 19 Bab dan 243 Pasal. Aturan tersebut mengatur seluruh tahapan pengelolaan aset daerah, mulai dari perencanaan kebutuhan dan pengadaan hingga penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan.

Selain itu, Ranperda juga mengatur penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan, hingga pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap Barang Milik Daerah.

Sementara itu, Juru Bicara Komisi IV, Ahmad Rifa’i, S.Pd.I., menyampaikan penjelasan terkait Ranperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.

Menurutnya, diperlukan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terpadu dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, pemilik dan pengelola bangunan serta seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Tarif Angkutan Antar Kota Masih Sama untuk Arus Balik Mudik

Ranperda tersebut terdiri atas 8 Bab dan 62 Pasal. Materinya mencakup pencegahan dan penanggulangan kebakaran, hak dan kewajiban masyarakat, penyelamatan dan evakuasi, peran serta masyarakat hingga pendanaan.

Cakupan aturan juga diperluas untuk mengakomodasi berbagai kondisi kedaruratan lainnya, seperti banjir, kecelakaan, orang terjebak, pohon tumbang, penyelamatan hewan, penyelamatan di air serta kondisi darurat lainnya.

Pembahasan kedua Ranperda tersebut turut melalui proses harmonisasi. Hasil harmonisasi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan substansi Ranperda agar tetap sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah, kebutuhan masyarakat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. (wan)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi
Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari
Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting
Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Berita Terbaru