CEO Bittime, Ryan Lymn: One-Stop-Solution Bagi Investasi New Era of Real-World Assets (RWA) - Koran Mandalika

CEO Bittime, Ryan Lymn: One-Stop-Solution Bagi Investasi New Era of Real-World Assets (RWA)

Senin, 4 Mei 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 4 Mei 2026 – Transformasi aset dunia nyata atau RWA semakin memberikan peluang perluasan diversifikasi aset bagi Investor. Bittime hadir dengan one-stop solution yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai aset-aset RWA dalam satu platform. Didukung keunggulan fitur IDR SWAP zero fee yang secara signifikan diharapkan dapat menurunkan hambatan biaya masuk bagi pengguna baru.

Sebelumnya, industri aset kripto tengah mengalami transformasi fundamental, dan bergeser dari aset yang bersifat spekulatif menuju instrumen yang memiliki nilai riil melalui tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Selaras dengan ini, Indonesia menunjukkan langkah progresif dalam mengakui RWA sebagai kelas aset investasi yang sah. Di mana, pada tahun 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk divisi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk mengawasi pengembangan aset keuangan digital, di mana tokenisasi RWA dikategorikan sebagai Backed Digital Financial Assets.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diperkuat dengan peluncuran regulatory sandbox melalui POJK 3/2024, yang memungkinkan pelaku industri RWA untuk beroperasi dalam kerangka hukum yang lebih jelas. Seiring dengan meningkatnya minat dari regulator maupun pelaku industri, RWA kini menjadi bagian penting dari agenda inovasi keuangan di Indonesia, sekaligus membuka peluang baru dalam mendorong inklusi investasi digital yang lebih luas.

Pergeseran pandangan industri aset kripto dari aset spekulatif menuju aset yang memiliki nilai nyata, serta meningkatnya kebutuhan investor terhadap instrumen yang lebih stabil, aset RWA dipandang sebagai solusi diversifikasi yang relevan di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Baca Juga :  Nyaman Sejak Langkah Pertama: KAI Perkuat Keandalan Fasilitas Stasiun Seiring Pertumbuhan Pengguna LRT Jabodebek

Di sisi lain, keunggulan utama dari aset-aset tokenisasi RWA ini terletak pada sistem kepemilikan fraksional (Fractional Ownership), yang memungkinkan setiap individu untuk memiliki aset dunia nyata (RWA) dengan jumlah yang sangat fleksibel.

Hal ini mendorong nilai likuiditas dan aksesibilitas 24/7 karena sifat terdesentralisasi yang dimiliki oleh aset tokenisasi RWA.

Selaras dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga mencatatkan minat pasar terhadap aset-aset berbasis RWA. Di mana, pada hari ini, 30 April 2026, tercatat aset kripto Tether ($USDT), Emas Tether ($XAUT), dan Silver ($SLVON) berada pada peringkat teratas pada aset perdagangan hari ini.

Chief Executive Officer (CEO) Bittime, Ryan Lymn  menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu cenderung mendorong investor beralih ke aset-aset stabil sebagai diversifikasi lindung nilai. Karena itu, aset-aset stabil RWA menjadi pilihan yang relevan dengan kebutuhan investor saat ini.

“Aset stabil Real-World Assets (RWA) kini menjadi pilihan yang sangat relevan. Sebagai platform one-stop solution, Bittime menyediakan akses ke berbagai aset global, termasuk USDT, Tether Gold (XAUT), dan saham AS Magnificent 7. Untuk semakin mendukung investor Indonesia, kami menghadirkan fitur IDR Swap 0 Fee yang memungkinkan konversi Rupiah ke aset kripto seperti USDT, BTC, dan XAUT secara lebih seamless, sekaligus memberikan kemudahan dan efisiensi biaya,” ujar Ryan.

Baca Juga :  MLV Teknologi dan Crestron: Solusi Terintegrasi untuk Kantor Masa Depan yang Efisien dan Modern

Ia menambahkan, fitur ini diharapkan  dapat membantu pengguna mengonversi Rupiah ke $USDT dan aset lainnya tanpa biaya tambahan. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mulai berinvestasi hanya dengan Rp10.000.

Selain itu, guna meningkatkan pertumbuhan portofolio, pengguna baru juga bisa menggunakan fitur staking untuk mendapatkan hingga 10% APY. Dengan begitu, investor dengan risiko investasi jangka panjang dapat mengamankan portofolio, sekaligus meningkatkan nilai investasi aset RWA nya.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya
KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan
Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta
Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?
Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta
Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026
Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:24

Dua Bulan Puasa Es dan Gorengan, Khairunnisa Sukses Juara MTQ Nasional 2026

Senin, 21 September 2026 - 18:54

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Senin, 21 September 2026 - 17:47

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 13:16

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya

Kamis, 17 September 2026 - 18:59

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Berita Terbaru

Teknologi

Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:02

Teknologi

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:02