Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Bayi dan Anak - Koran Mandalika

Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Bayi dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat si kecil mulai aktif merangkak ke teras, diajak jalan pagi, atau ikut mom and dad ke taman, paparan sinar matahari jadi hal yang sulit dihindari. Nah, di sinilah banyak orang tua mulai bertanya: apakah perlu pakai sunscreen? Dan kalau iya, bagaimana memilih sunscreen bayi kulit sensitif yang benar-benar aman?
Memilih sunscreen bayi aman memang tidak bisa asal ambil di rak. Kulit bayi berbeda dengan orang dewasa. Lebih tipis, lebih sensitif, dan skin barrier-nya masih berkembang. Jadi, yuk kita bahas dengan santai tapi jelas, supaya mom and dad tidak bingung lagi.

Apa Itu Sunscreen Bayi?

Sunscreen bayi adalah produk pelindung kulit yang diformulasikan khusus untuk melindungi kulit bayi dari paparan sinar matahari, terutama sinar UVA dan UVB. Kulit bayi yang sensitif cenderung lebih reaktif terhadap sinar matahari dibanding kulit orang dewasa, sehingga sunscreen yang digunakan juga harus lebih lembut baik dari segi kandungan maupun tekstur.

Tidak seperti sunscreen dewasa yang kadang bersifat “berat” di kulit, sunscreen bayi biasanya didesain lebih ringan, cepat menyerap, dan menggunakan bahan yang tidak mudah menyebabkan iritasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sunscreen bayi menjadi bagian dari rutinitas perlindungan kulit bayi saat si kecil sudah aktif beraktivitas di luar rumah misalnya saat jalan pagi, bermain di taman, atau saat keluar rumah bersama keluarga.

Kenapa Bayi Butuh Sunscreen?

Meskipun banyak orang tua masih mengaitkan sunscreen hanya untuk orang dewasa atau saat liburan ke pantai saja, paparan sinar UV tetap ada setiap hari bahkan saat cuaca mendung.

Kulit bayi yang masih halus dan tipis membuat sinar ultraviolet menembus lebih mudah, dan paparan berulang tanpa perlindungan bisa membuat kulit:

1. Mudah kemerahan
2. Terasa kering
3. Lebih sensitif dan tidak nyaman
4. Skin barrier-nya terganggu

Baca Juga :  Ingin Cuan dari Airdrop Crypto? Ini yang Perlu Anda Siapkan

Karena itu, sunscreen menjadi bagian penting dari perlindungan kulit bayi terutama ketika bayi sudah berusia di atas 6 bulan dan mulai lebih sering diajak keluar rumah.

Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Bayi

Memilih sunscreen bayi tidak bisa sembarangan seperti memilih lotion harian. Ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan agar sunscreen benar-benar aman dan nyaman untuk kulit bayi, terutama yang sensitif.

1. Mengandung Physical Sunscreen (Titanium Dioxide atau Zinc Oxide)

Sunscreen yang aman untuk bayi umumnya menggunakan physical sunscreen seperti Titanium dioxide atau Zinc oxide. Kedua bahan ini bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dari permukaan kulit, bukan menyerapnya seperti sunscreen berbasis chemical. Karena itu, physical sunscreen lebih cocok untuk kulit sensitif, termasuk kulit bayi.

2. Minimal SPF 30

SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVB. Untuk bayi dan anak, pilih sunscreen dengan minimal SPF 30 agar kulitnya mendapat perlindungan yang memadai.

Selain itu, pastikan sunscreen memiliki label broad spectrum, artinya produk juga membantu melindungi dari sinar UVA yang bisa menembus lebih dalam ke kulit dan menyebabkan kerusakan jangka panjang.

3. Hypoallergenic dan Dermatologically Tested

Kulit bayi sangat rentan terhadap reaksi iritasi. Sunscreen yang aman biasanya sudah Hypoallergenic dan Dermatologically tested. Ini menunjukkan bahwa formula sunscreen sudah dirancang untuk meminimalkan risiko alergi dan telah diuji pada kulit sensitif.

4. Bebas dari Bahan yang Berpotensi Mengiritasi

Beberapa bahan umum yang sebaiknya dihindari pada sunscreen bayi antara lain Alkohol, Paraben, SLS dan Pewangi berlebihan. Sebisa mungkin, pilih sunscreen dengan formula sederhana dan bersih agar tidak terlalu “memberatkan” kulit sensitif si kecil.

5. Tekstur Ringan dan Cepat Menyerap

Sunscreen yang terasa lengket, berat, atau terlalu berminyak bisa membuat bayi tidak nyaman. Sunscreen ideal untuk bayi sebaiknya cepat menyerap, tidak lengket dan tidak terasa sumuk atau gerah di kulit. Karena kenyamanan ini juga memengaruhi konsistensi pemakaian sunscreen dalam rutinitas harian.

Baca Juga :  Arus Balik Pasca Libur Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Penumpang

Loluna Baby Sunscreen: Perlindungan Lembut dan Aman

Sebagai brand skincare bayi yang fokus pada kebutuhan kulit sensitif, Loluna menghadirkan Baby Sunscreen yang dirancang khusus untuk perlindungan kulit bayi dari sinar matahari sekaligus polusi udara.

Loluna Baby Sunscreen menggunakan formula Face and Body Sunscreen yang ideal untuk bayi dan anak karena:

1. Mengandung Titanium Dioxide sebagai physical sunscreen yang membantu memantulkan sinar UVA dan UVB

2. SPF 50 PA++++ memberikan perlindungan tinggi terhadap paparan sinar matahari

3. Dilengkapi teknologi Pollustop untuk membantu melindungi kulit dari polusi udara

4. 5X Ceramide membantu mendukung kesehatan skin barrier bayi, sehingga kulit tetap tampak lembap dan nyaman

5. Tekstur yang ringan, cepat menyerap, dan tidak lengket, cocok untuk penggunaan sehari-hari pada wajah dan tubuh

6. Hypoallergenic dan dermatologically tested, cocok untuk kulit bayi yang sensitif

7. Bebas SLS, paraben, dan alkohol, serta bersertifikat halal dan terdaftar BPOM

Dengan kombinasi perlindungan terhadap sinar matahari dan dukungan untuk skin barrier bayi, sunscreen ini membantu mom and dad melindungi kulit si kecil dalam berbagai aktivitas di luar rumah.

Kesimpulan

Memilih sunscreen bayi kulit sensitif harus benar-benar diperhatikan, karena kulit bayi masih tipis dan mudah iritasi. Pastikan menggunakan sunscreen bayi aman dengan kandungan physical filter seperti titanium dioxide atau zinc oxide, minimal SPF 30, broad spectrum, dan bebas bahan keras agar perlindungan maksimal tanpa risiko iritasi.

Sebagai opsi, Loluna Baby Sunscreen dengan 5X Ceramide membantu menjaga skin barrier bayi sekaligus memberikan perlindungan kulit si kecil.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi
BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat
Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen
BRI Region 6 Tingkatkan Literasi Digital melalui Program Pendidikan Crypto bagi Pekerja
Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6
5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS
AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:00

AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00

Grup MIND ID Reklamasi 8.000 Hektare Lahan dan Rehabilitasi DAS 37.700 Hektare, Perbaiki Kualitas Keanekaragaman Hayati

Berita Terbaru