Dahlan Iskan Ditipu di Bisnis dan Politik: “Paling Bahagia Itu Saat Saya Jadi Pengusaha” - Koran Mandalika

Dahlan Iskan Ditipu di Bisnis dan Politik: “Paling Bahagia Itu Saat Saya Jadi Pengusaha”

Selasa, 20 Agustus 2024 - 10:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dahlan Iskan adalah definisi orang yang dikasih cobaan malah dicobain beneran. Pahit asam manis kehidupan bisnis sudah dilaluinya puluhan tahun.

Mulai dari urusan bisnis yang naik turun. Ditipu, ditolak, produksi eror, sampai menghadapi intrik politik yang nggak ada habisnya, Abah sudah pernah ngalamin semuanya. 

Tapi, yang menarik, justru di tengah segala cobaan itu, Dahlan Iskan bilang:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Momen paling bahagia dan merdeka itu saat jadi pengusaha. Karena kemerdekaan ada di kita, mau jungkir balik terserah kita. Kita sangat merdeka, dan peranannya bagi negara, pengusaha lebih besar.”

Dahlan Iskan x  Sekolah CEO, Bisnishack

Kalau dipikir-pikir, ucapan ini bukan cuma kalimat motivasi semata. Abah Dahlan tahu betul apa yang dia katakan.

Sebagai pengusaha, dia punya kebebasan untuk menentukan arah bisnisnya sendiri, bebas dari segala tekanan yang biasanya datang dari pihak luar.

Bandingkan dengan waktu jadi pejabat atau pimpinan BUMN, di mana setiap langkah diawasi dan kadang dibatasi.

Dari Karyawan Jadi ‘Pahlawan’

“Saya sudah pernah menjadi karyawan, pengusaha kecil, pengusaha besar, dan memimpin BUMN terbesar.”

Ini bukan sekadar kata-kata, tapi rekam jejak nyata dari seorang Dahlan Iskan.

Baca Juga :  VRITIMES Memperkuat Kerjasama Media dengan NasionalDetik.com, Wartaperubahan.online, Kriminal24.com, dan Bara-News.com

Dahlan Iskan x  Sekolah CEO, Bisnishack

Dari seorang jurnalis, kemudian bertransformasi menjadi pengusaha sukses yang memimpin Jawa Pos hingga menjadi salah satu koran terbesar di Indonesia. 

Tidak cukup berhenti di situ, dia juga pernah jadi Direktur Utama PLN dan Menteri BUMN. Di bawah kepemimpinannya, PLN melakukan banyak terobosan dan perbaikan. 

Nggak sedikit yang bilang bahwa Dahlan Iskan adalah salah satu ‘pahlawan’ yang berhasil menyelamatkan BUMN dari keterpurukan. 

Dahlan Iskan x  Sekolah CEO, Bisnishack

Tapi, bagi Dahlan sendiri, kebahagiaan sejatinya bukan ketika dia berhasil menduduki jabatan tinggi, melainkan saat dia punya kebebasan penuh sebagai pengusaha.

Itu adalah saat di mana dia merasa benar-benar merdeka.

Pebisnis Harus Cepat, Tepat, Jangan Kebanyakan Ngeluh!

Dalam dunia bisnis, waktu adalah segalanya. Dahlan Iskan sangat menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan. 

“Di bisnis, speed itu penting. Bisnis yang tak perhitungkan speed, pasti akan ketinggalan,” katanya.

Kalau kamu mau sukses, cepat belajar, cepat cari networking, tepat ambil keputusan, dan tepat eksekusinya. 

Dahlan Iskan x  Sekolah CEO, Bisnishack

“Pengusaha jangan kebanyakan ngeluh!”

Ini mungkin kalimat paling sederhana tapi paling makjleb! dari Pak Dahlan. 

Daripada buang waktu buat ngeluh, mending langsung cari solusi. Karena di dunia bisnis, yang menang bukan yang paling pintar, tapi yang paling cepat dan tepat.

Baca Juga :  Marianna Resort & Convention, Tutktuk Samosir merayakan ulang tahun pertama

Percepat Scale Up dengan Cara Tepat, Bersama Dahlan Iskan, hanya di Sekolah CEO

Nah, kalau kamu pengen belajar langsung dari orang yang udah makan asam garam dunia bisnis, Sekolah CEO adalah tempatnya. 

Di sini nggak bahas banyak teori, justru kita praktik langsung dari pengusaha-pengusaha sukses, termasuk Dahlan Iskan. 

Dengan pendekatan yang praktis dan relevan, Sekolah CEO membantu pengusaha dan calon pengusaha untuk mempercepat scale-up bisnis mereka dengan cara yang tepat.

Dahlan Iskan x  Sekolah CEO, Bisnishack

Salah satu peserta Sekolah CEO, “Impact-nya saya tumbuh 5x lipat, dari pertama kali ikut Sekolah CEO. Saya udah ikut acara ini dua kali, saya ketagihan. Lengkap banget. Banyak hal yang nggak ditemukan di acara lain, ada di sini,” ungkap Aziz Miftahudin.

Kali ini Abah Dahlan Iskan, Sekolah CEO memastikan bahwa kamu bukan hanya siap untuk menghadapi tantangan bisnis, tapi juga mampu untuk mengatasinya dengan strategi yang tepat dan efektif. 

Yukk daftarkan diri Anda atau calon CEO Anda ke Sekolah CEODahla

Dahlan Iskan x  Sekolah CEO, Bisnishack

Informasi dan pendaftaran hubungi Reny di:
wa.me/6281392077733
E-mail: renybisnishack@gmail.com

Berita Terkait

Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar
Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin
Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026
Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal
PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu
Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta
BINUS @Bandung Dinobatkan Menjadi Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jawa Barat
Rasakan Spirit Ramadan Bersama Swiss-Belhotel Rainforest

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:14

Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:24

Kuasai Bidang Manufaktur dan Otomotif Melalui Program Studi Teknik Mesin

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:56

Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:15

Liberta Malioboro Perluas Kapasitas Jadi 100 Kamar, Angkat Konsep Urban Stay Berbasis Ekosistem Lokal

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:39

Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:48

BINUS @Bandung Dinobatkan Menjadi Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jawa Barat

Senin, 2 Maret 2026 - 20:27

Rasakan Spirit Ramadan Bersama Swiss-Belhotel Rainforest

Senin, 2 Maret 2026 - 16:22

Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai

Berita Terbaru