Dari Gaji Pas-pasan dan Impian Punya Kosan : Ferry Reviandy Bangun Bisnis Working Space Tanpa Modal - Koran Mandalika

Dari Gaji Pas-pasan dan Impian Punya Kosan : Ferry Reviandy Bangun Bisnis Working Space Tanpa Modal

Selasa, 6 Mei 2025 - 14:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada tahun 2011, Ferry Reviandy adalah karyawan kantoran seperti banyak orang lainnya. Gajinya pas-pasan, dan tak jarang harus mengandalkan kasbon di akhir bulan. Dalam diam, ia menyimpan mimpi sederhana: punya kos-kosan.
Bukan karena ingin terlihat sukses, tapi karena logika sederhananya: “Enak ya, punya kos-kosan… gak harus ditungguin, tapi profit bisa jalan terus,”
Namun mimpi itu segera dibenturkan dengan kenyataan, ia tidak punya modal.
Alih-alih menyerah, Ferry justru memutar arah. Ia mulai bertanya: kalau gak punya uang, apa yang masih bisa saya punya?
Jawabannya waktu itu hanya satu: kemauan belajar.

Mencoba Peruntungan Pertama: Kredit Bank untuk Kos-Kosan

Ferry tidak serta-merta meninggalkan mimpinya. Ia belajar, mencari informasi, dan akhirnya mencoba satu jalan yang realistis, yakni mengajukan kredit ke bank. Tak semua aplikasi disetujui. Akan tetapi, dari proses panjang itu, ia akhirnya berhasil mendapatkan pembiayaan dan membeli properti pertamanya.

Bisnis kos-kosan pun dimulai, tetapi kenyataannya tidak seindah bayangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendapatan dari penyewa masuk, tetapi harus segera dibagi ke cicilan bulanan, biaya operasional, dan pemeliharaan. Profitnya ada, tapi nyaris tak terasa. Jalan ke depan seakan mentok.

“Kalau tiap mau buka kosan harus pinjam bank lagi, sampai kapan?”

Ia tahu, sebagai karyawan dengan penghasilan terbatas, cara seperti ini hanya akan membuatnya berputar di tempat.

Lahirnya Ide Baru Bisnis Properti Tanpa Beli

Dari kejenuhan itu lahirlah ide: bagaimana kalau properti tidak harus dimiliki, tapi bisa dikerjasamakan?

Ferry mulai mengamati peluang baru: working space, sebuah ruang kerja yang bisa disewakan per jam atau per hari. Ia sadar, berbeda dari kos-kosan yang harus dibeli lebih dulu, working space punya peluang untuk dijalankan lewat kerja sama dengan pemilik properti.

Baca Juga :  Laporan Keberlanjutan: Investasi Jangka Panjang untuk Perkembangan Bisnis Perusahaan

Ia mulai mendekati kenalan yang punya ruko atau rumah kosong. Tidak mudah. Dari enam hingga tujuh orang yang ia ajak bicara, baru satu yang bersedia.

Namun dari situlah langkah besar dimulai.

Skema Sederhana, Tapi  Berdampak Besar

Salahs satu working space yang Ferry kelola

Skema kerja samanya sederhana: pemilik properti menyediakan tempat dan sebagian pembiayaan renovasi, Ferry yang menjalankan operasional dan mengelola penyewa. Tanpa membeli aset, tanpa modal besar, tetapi tetap menghasilkan.

Yang membuatnya terpukau, pendapatan dari working space ternyata lebih bertumbuh dari kos-kosan. Karena ruangan bisa disewakan ke banyak pihak di jam berbeda, satu tempat bisa menghasilkan berlipat ganda tanpa harus ‘dimiliki’ oleh satu orang selama 24 jam seperti kos.

“Selama dua tahun pertama, bisnis ini tumbuh sangat baik. Bahkan lebih stabil dibanding properti lainnya,” ujarnya.

Tantangan Tak Terduga: Pandemi dan Ketahanan Mental

Tahun 2020 datang sebagai ujian untuk semua bisnis. Pandemi melanda. Banyak sektor jatuh. Working space juga terkena imbas, tapi tidak sedalam yang ia bayangkan.

“Beberapa penyewa bangkrut, ada penurunan, tapi hanya 15-20%. Tidak sampai mati total.”

Kenapa bisa begitu? Karena mayoritas penyewa working space adalah para pengusaha. Dan para pengusaha, kata Ferry, akan selalu mencari cara untuk bertahan.

“Kalau dibanding kos-kosan saat pandemi, banyak penghuninya pulang kampung. Drop-nya bisa sampai 90%. Tapi working space tidak. Justru ini memperlihatkan daya tahan model bisnis ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sarapan Lezat Setelah Berolahraga di Relish Bistro Hanya IDR 99.000 Nett!

Menyederhanakan Sistem, Membuka Peluang untuk Banyak Orang

Setelah lebih dari satu dekade, Ferry menyadari: working space bukan hanya tentang menyewakan ruangan. Tapi tentang membuka peluang untuk banyak orang memulai bisnis properti, tanpa harus memiliki properti.

Melalui sistem kemitraan dan skema kerja sama yang fleksibel, siapa pun—termasuk mereka yang tidak punya modal besar—bisa memulai.

“Jangan patah arang hanya karena kita tidak punya aset. Justru di sanalah letak kreativitas dan keberanian kita diuji,” jelasnya.

Kini, Ferry mengelola tiga brand working space nasional yang tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Jawa Tengah. Ia telah menyusun modul lengkap berisi 13 tahun pengalamannya, termasuk kesalahan, kegagalan, dan strategi bertahan.

Lebih dari sekadar modul, ia membangun komunitas dari berbagai kota di Indonesia. Tempat belajar bersama tentang skema bisnis working space yang bisa dilakukan siapa saja.

“Kalau dulu saya mulai dengan keterbatasan, hari ini saya ingin membuka jalan bagi lebih banyak orang,” katanya.

Workshop bersama komunitas

Bukan Soal Modal, Tapi Mindset

Kisah Ferry bukan tentang betapa besar modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis. Tapi tentang betapa jauh langkah bisa ditempuh kalau seseorang berani mencari jalan lain.

Ketika orang lain melihat properti sebagai beban besar, ia melihatnya sebagai ruang kerja. Ketika orang lain menyerah karena tak punya uang, ia menawarkan kemitraan.Ketika dunia terpuruk oleh pandemi, ia tetap bertahan.

Ferry Reviandy membuktikan, kadang yang kita butuhkan bukanlah modal besar, tapi cara pandang baru dan kemauan untuk bergerak dulu, meski belum sempurna.

Dan dari sanalah, pintu-pintu terbuka satu per satu.

Berita Terkait

Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar
Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia
Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat
Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan
Bank Mandiri Taspen Resmikan Toko Aice Mantap di Manado, Dukung Pensiunan Jadi Wirausaha
Tingkatkan Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang
Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka
Aceh Tegaskan Peran dalam Ekonomi Maritim Dunia, Dua Komoditas Unggulan Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:15

Duel Sengit hingga Garis Finis! Bintang Pranata Sukma Juarai Race 2 IJTC U-15 MRS 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 19:36

Angkasa FC Wakili NTB ke JIS Jakarta, Benzema: Kemenangan Berkat Kerja Sama Tim

Rabu, 29 April 2026 - 18:56

ITDC Gas Pol Kesiapan Mandalika: Pengamanan dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama Sambut Dua Ajang Balap Dunia 2026

Senin, 27 April 2026 - 13:35

Fahmi Basam Sapu Bersih Seri Pembuka MRS 2026, Persaingan Ketat Warnai Mandalika

Minggu, 26 April 2026 - 17:44

Dari Mandalika ke Dunia: Pertamina Siapkan Generasi Emas Pembalap Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 19:27

Gebrakan Baru di Mandalika Racing Series 2026, Wadah Talenta Muda Menuju Dunia Internasional

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14

Raih Podium di Moto3 Brasil, Veda Ega Dipastikan Tampil di Grand Prix of Indonesia Mandalika

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:05

‎Pertamina 6 Hours Endurance By Racing Sun Academy Sukses Digelar di Sirkuit Mandalika

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:02