De Tjolomadoe: Pabrik Gula Bersejarah yang direvitalisasi oleh PTPP Menjadi Destinasi Wisata Heritage Kelas Dunia - Koran Mandalika

De Tjolomadoe: Pabrik Gula Bersejarah yang direvitalisasi oleh PTPP Menjadi Destinasi Wisata Heritage Kelas Dunia

Senin, 3 Maret 2025 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 3 Maret 2025 – Sebuah bangunan bersejarah di Jawa Tengah kini telah bertransformasi menjadi ikon wisata heritage yang memadukan sejarah, budaya, dan modernitas. De Tjolomadoe, yang dulunya merupakan Pabrik Gula Colomadu, kini hadir sebagai destinasi wisata berkelas internasional berkat proyek revitalisasi yang dipimpin oleh PT PP (Persero) Tbk bersama PT Sinergi Colomadu. Proyek yang berlangsung pada 2017–2018 ini berhasil menghidupkan kembali pabrik gula berusia lebih dari satu abad tanpa menghilangkan identitas sejarahnya.

Dengan pendekatan konservasi yang cermat dan inovasi arsitektural, De Tjolomadoe kini tidak hanya menjadi pusat wisata budaya, tetapi juga ruang multifungsi untuk berbagai kegiatan seni, bisnis, dan hiburan.Menghidupkan Kembali Jejak Sejarah Pabrik Gula Colomadu didirikan pada tahun 1861 oleh Sultan Mangkunegara IV dan sempat menjadi salah satu pabrik gula terbesar di Hindia Belanda. Namun, sejak berhenti beroperasi pada tahun 1998, bangunan ini mengalami degradasi yang cukup parah. Menyadari nilai historis yang terkandung, pemerintah melalui Kementerian BUMN menginisiasi proyek revitalisasi agar situs ini dapat difungsikan kembali.

PT PP (Persero) Tbk, sebagai perusahaan konstruksi terkemuka, memainkan peran penting dalam proyek ini dengan menghadirkan inovasi desain yang mempertahankan keaslian struktur bangunan sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan masa kini. Berbagai elemen asli seperti mesin gilingan tebu dan struktur bangunan utama tetap dipertahankan, menjadikan De Tjolomadoe sebagai museum hidup yang membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan industri gula Indonesia. Revitalisasi De Tjolomadoe bukan sekadar restorasi bangunan tua, tetapi juga rebranding total yang menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan.

Wisatawan asal Malang mengungkapkan “Ide Wisata Museum ini penuh sejarah dan sangat menarik, terutama dengan adanya tambahan experience berbeda seperti mengendarai Mobil Antik ini.” ungkapnya.

Beberapa inovasi utama yang diterapkan dalam proyek ini antara lain konservasi arsitektural dimana struktur bangunan diperkuat dengan transfer beam agar lebih kokoh tanpa mengubah bentuk aslinya. Tidak hanya itu pihak PTPP melakukan pemanfaatan sesin eksisting. Mesin-mesin tua yang dulu digunakan untuk produksi gula kini menjadi elemen desain yang memperkaya nilai estetika museum. Mengenai design dilakukan dengan Desain Interior Modern yang merupakan perpaduan gaya industrial dengan sentuhan modern menciptakan suasana unik yang menggabungkan masa lalu dan masa kini. Rebranding dan pengembangan fasilitas juga dilakukan. Hal ini maksudhkanagar public dapat melihat dari pabrik gula menjadi pusat wisata heritage, ruang MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions), dan area komersial.

Fasilitas dan Daya Tarik De Tjolomadoe 

Kini, De Tjolomadoe tidak hanya menawarkan wisata sejarah, tetapi juga pengalaman interaktif dan fasilitas berstandar internasional, seperti Museum De Tjolomadoe yang menampilkan sejarah pabrik gula dengan berbagai koleksi asli dan mesin-mesin peninggalan. Ada juga besali Café – Menghadirkan suasana industrial dengan pilihan kuliner khas. Selain itu bisa kita kunjungi Area Komersial & Creative Space , yakni tempat bagi pelaku UMKM dan industri kreatif untuk berkembang. Satu lagi dilokasi tersebut terdapat Venue MICE yang menjadi fasilitas pertemuan dan hiburan seperti Tjolomadoe Concert Hall, Sarkara Multifunction Hall, dan Amphitheatre Outdoor, yang telah menjadi lokasi konser dan event internasional. Dengan konsep ini, De Tjolomadoe tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan budaya dan ekonomi yang memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Pelindo Multi Terminal Branch Bumiharjo Terima Penghargaan Kecelakaan Nihil

“Dari Surabaya.. Kami Jauh-jauh ke De Tjolomadoe, menarik banget dan pasti main lagi kesini bawa keluarga. Nilai Sejarah menjadikan De Tjolomadoe ini sangat menarik.” ujar salah seorang wisatawan.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari peran PT PP (Persero) Tbk dalam menghadirkan desain dan konstruksi yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian dan inovasi. Berkat pendekatan ini, De Tjolomadoe berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya: Indonesia Leading Heritage Convention Center 2024/2025, Abiwara Pariwisata Tahun 2019, Stevie Awards 2019 – Innovation in Brand Renovation/Re-Branding, New Achievement Asia Pacific Award 2020, Rekor MURI (2018) – Tumpeng Terbanyak (17.854 buah) dan Rekor MURI (2019) – Lukisan Gulali Rasa Jahe Terbesar di Indonesia.

Kedepannya akan tersedia paket wisata dengan Candi Prambanan dan Borobudur, memadukan Wisata Alam, Budaya dan Sejarah yang didukung oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku salah satu shareholder De Tjolomadoe.

Sebagai ikon wisata heritage, De Tjolomadoe terus dikembangkan untuk menjadi pusat seni, budaya, dan pariwisata unggulan di Indonesia. Dengan mempertahankan nilai sejarah sambil mengadaptasi inovasi modern, kawasan ini diharapkan dapat menjadi model sukses bagi revitalisasi bangunan bersejarah lainnya.

–SELESAI– 

Berita Terkait

JessC dan Fauziah Latiff Bersatu di “Tak Terpisah”, Single Kolaborasi Tembus 6 Radio Indonesia
HUT ke-81 KAI, 18 KA dari Daop 2 Bandung Hadirkan Tarif Spesial
Semarak HUT Ke-37, Bank Raya Ajak Masyarakat Rasakan Pengalaman Raya Active Lewat Jalan Sehat
Rayakan HUT Ke-37, Bank Raya Hadirkan Pengalaman Raya Active melalui Jalan Sehat
Jaga Kualitas Jalan dan Keselamatan Pengguna, JMTM Laksanakan Preservasi di Sejumlah Titik Tol Jakarta–Cikampek
Dari Lemari ke Mereka yang Membutuhkan, Grand Qin Hotel Luncurkan Program ReQineration
Selama dikeloal PT Railink, Pengguna KA Bandara dari Stasiun YIA Mencapai 4,7 Juta Penumpang
Selama Dikelola PT Railink, KA Bandara YIA Layani Lebih dari 11 Juta Pergerakan Penumpang

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:41

Samara Lombok Double Winner! Dua Penghargaan Bergengsi Dibawa Pulang dari IREA 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 17:57

Muscam XI Golkar Pujut Memanas, Dua Kader Berebut Kursi Ketua PK

Jumat, 25 September 2026 - 18:30

Ungkap Kasus Pemerkosaan WNA di Kuta Mandalika, NTB Solution Center dan Kuta SOS Apresiasi Kinerja Polda NTB

Kamis, 24 September 2026 - 10:32

Di Balik Diam Buku Tanah, Ada Hak yang Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026 - 09:50

Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 18:20

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah Disorot, LSM Lidik Ungkap Dugaan Hubungan Darah Hakim dan Tim Pengacara

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Berita Terbaru