Design WAH! 2026 Soroti Peluang Baru untuk Mengembangkan Ide Kreatif Menjadi IP Bernilai Komersial - Koran Mandalika

Design WAH! 2026 Soroti Peluang Baru untuk Mengembangkan Ide Kreatif Menjadi IP Bernilai Komersial

Jumat, 4 September 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Contoh regional dari FLAsia Singapore memperlihatkan bahwa perlindungan kekayaan intelektual perlu berjalan bersama pengembangan brand, kesiapan aset, akses pasar, dan model kolaborasi yang jelas.

JAKARTA, 1 September
2026 –
Bagi banyak kreator, tantangannya bukan kekurangan
ide, melainkan bagaimana membawa ide tersebut menjadi aset yang memiliki
identitas, kepemilikan, dan peluang penggunaan yang jelas. Design WAH! 2026,
yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Sands Expo and Convention Centre,
Singapura, menawarkan contoh regional tentang bagaimana karya kreatif dapat
diperkenalkan dalam konteks lisensi dan kolaborasi bisnis.

Design
WAH! hadir untuk kedua kalinya, dikurasi oleh FLAsia x Creativeans dan
dihadirkan dalam FLAsia Singapore. Direktori resminya menampilkan 15 profil
peserta dari kreator independen dan institusi pendidikan yang berbasis di
Singapura. Di tengah ekosistem yang mempertemukan pemilik brand, pelaku
lisensi, buyer, dan industri, pembicaraan tentang karya dapat bergerak dari
tampilan visual menuju kemungkinan penggunaan dan pengembangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edisi
2026 didukung oleh para sponsor: HOVARLAY, Moxmonsters, CREUSE,
dan Stickermart

Nilai komersial yang dibangun, bukan sekadar ditampilkan

Sebuah
karakter, ilustrasi, desain produk, atau dunia cerita tidak otomatis menjadi IP
yang siap dibawa ke pasar hanya karena sudah dipublikasikan atau dicetak
menjadi merchandise. Nilai komersial tumbuh ketika kreator membangun beberapa
lapisan kesiapan secara bersamaan:

•        
Fondasi
kepemilikan (ownership):

pencipta, aset inti, dan pihak yang berhak mengambil keputusan harus
teridentifikasi dengan jelas.

Baca Juga :  Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Diwarnai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

•        
Identitas dan dunia brand: karakter,
cerita, gaya visual, nilai, serta aturan penggunaannya harus konsisten dan
mudah dikenali.

•        
Bukti penerapan: calon mitra perlu melihat
bagaimana IP dapat hadir secara relevan dalam produk, konten, pengalaman, atau
kampanye.

•        
Model kolaborasi: ruang lingkup, format,
wilayah, jangka waktu, eksklusivitas, proses persetujuan, dan imbalan perlu
dibicarakan secara jelas dan transparan.

Kerangka
ini bukan formula tunggal. Fungsinya adalah mengubah pertanyaan dari sebatas
‘apakah karya ini menarik?’ menjadi ‘untuk siapa karya ini relevan, bagaimana
IP tersebut dapat berkembang, dan kolaborasi apa yang tetap menjaga
integritasnya?’

“Yang
penting adalah membangun jembatan antara orisinalitas dan kesiapan bisnis.
Ketika aset, audiens, dan batas kolaborasinya jelas, kreator dapat memasuki
percakapan komersial dengan posisi yang lebih percaya diri.”

Kimming Yap, Curator of Design WAH! and Managing Director of
Creativeans

Searah dengan penguatan ekonomi kreatif Indonesia

Di
Indonesia, pembahasan ini semakin relevan dengan upaya memperkuat ekosistem
ekonomi kreatif. Pada 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
menyoroti pentingnya hubungan antara pengembangan talenta, akses pasar,
perlindungan kekayaan intelektual, komersialisasi, dan pembiayaan. Artinya,
perlindungan hak perlu didukung oleh kemampuan untuk mengemas, menawarkan, dan
mengembangkan aset kreatif.

Peluang
ini relevan bagi berbagai subsektor di Indonesia, mulai dari ilustrasi, animasi,
game, fashion, penerbitan dan desain produk hingga karakter berbasis budaya dan
cerita lokal. Kolaborasi edisi terbatas, uji coba merchandise, kemitraan
konten, atau aktivasi brand dapat menjadi langkah awal, selama hak, mutu, dan
ekspektasi komersialnya jelas.

Baca Juga :  Perawatan Bulu Kucing Botak agar Tumbuh Lebat

Potensi peluang ide kreatif baru bagi pemilik bisnis

Bagi
pemilik bisnis di Indonesia, IP kreatif tidak hanya berfungsi sebagai elemen
visual, tetapi juga dapat menjadi sumber diferensiasi yang relevan. Karakter,
cerita, dan dunia brand yang kuat dapat membuka kemungkinan untuk pengembangan
produk, kemasan, kampanye, konten, pengalaman pelanggan, atau kolaborasi edisi
terbatas. Pendekatan ini juga dapat membantu bisnis menguji ide baru dan
membangun kedekatan dengan kelompok audiens yang sesuai.

Namun,
peluang tersebut perlu dinilai secara terstruktur. Bisnis perlu memahami siapa
pemilik IP, siapa audiensnya, bentuk penggunaan yang diperbolehkan, kesiapan
produksi, jangka waktu, wilayah, biaya, dan proses persetujuannya. Ketika
informasi ini lebih jelas, pemilik bisnis memiliki dasar yang lebih kuat untuk
menilai kecocokan, mengelola risiko, dan merancang kolaborasi yang memberi
nilai bagi kedua pihak. 

Design
WAH! relevan sebagai contoh bagaimana sebuah platform dapat mempertemukan dunia
kreatif dan bisnis. Dalam konteks lokal, hal ini dapat berkembang melalui
kurasi, business matching, pendampingan IP, akses produksi, distribusi, atau
kolaborasi lintas subsektor.

Profil
peserta Design WAH! 2026 tetap tersedia di situs resminya. Pemilik bisnis,
brand, buyer, dan calon mitra dapat menelusuri karya yang relevan untuk produk,
kampanye, konten, atau pengalaman, lalu memulai percakapan kolaborasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna
Biasakan Menabung pada Generasi Muda, Raya Active Fitur Terbaru dari Bank Raya Raih Penghargaan
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634
Hard Rock Hotel Bali Pertahankan Predikat Hotel Bintang 5 melalui Audit Surveillance SUCOFINDO
Buka Peluang Kerja bagi Generasi Muda, Sanggabiz Hadir Walk-in Interview di Mini Job Fair UIN Jakarta
Wujudkan Komitmen TJSL melalui Aksi Nyata, Waskita Beton Precast Raih Impact Commitment Awards di CSR Awards 2026
Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:02

Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna

Jumat, 4 September 2026 - 19:02

Biasakan Menabung pada Generasi Muda, Raya Active Fitur Terbaru dari Bank Raya Raih Penghargaan

Jumat, 4 September 2026 - 19:02

Design WAH! 2026 Soroti Peluang Baru untuk Mengembangkan Ide Kreatif Menjadi IP Bernilai Komersial

Jumat, 4 September 2026 - 19:02

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Jumat, 4 September 2026 - 18:02

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634

Jumat, 4 September 2026 - 17:02

Buka Peluang Kerja bagi Generasi Muda, Sanggabiz Hadir Walk-in Interview di Mini Job Fair UIN Jakarta

Jumat, 4 September 2026 - 17:02

Wujudkan Komitmen TJSL melalui Aksi Nyata, Waskita Beton Precast Raih Impact Commitment Awards di CSR Awards 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:02

Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

Berita Terbaru

Teknologi

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:02