Disabilitas Tak Menghentikan : Perjalanan Junar Asunyi Menuai Harapan Lewat Konten Karier & HR - Koran Mandalika

Disabilitas Tak Menghentikan : Perjalanan Junar Asunyi Menuai Harapan Lewat Konten Karier & HR

Kamis, 10 Juli 2025 - 11:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak ada yang benar-benar siap dilabeli “berbeda” saat kecil. Namun, bagi Junar Asunyi, hidup dengan keterbatasan fisik bukanlah akhir cerita, melainkan awal dari sebuah perjalanan bangkit yang hari ini menginspirasi banyak orang.

Tumbuh Bersama Keterbatasan, Bukan Terbatasi

Kondisi Junar bukan bawaan lahir. Saat duduk di bangku SD, ia didiagnosis mengalami hambatan pertumbuhan yang menyebabkan dirinya lumpuh selama hampir satu dekade. Ia baru bisa kembali berjalan saat menginjak kelas 2 SMA. 

Masa kecilnya penuh pertanyaan, cemoohan, dan rasa ingin tahu dari orang-orang di sekitarnya. Tak sedikit yang menjadikan keterbatasannya sebagai bahan ejekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, yang lebih menyakitkan justru keraguan dari orang-orang terdekat: “Emangnya kamu bisa?”, “Mau gimana capai cita-cita kayak gitu?”

Di tengah tekanan itu, Junar memilih untuk berjuang. Bukan untuk membuktikan pada orang lain, tapi untuk menemukan dirinya sendiri.

Psikologi, Karier, dan Konten yang Membumi

Junar menempuh pendidikan Psikologi di Universitas Pelita Harapan. Awal kariernya dimulai sebagai HR intern pada 2018, hingga akhirnya bergabung penuh waktu di sebuah startup di Jakarta. 

Pandemi yang merebak di tahun2020 menjadi titik balik penting. Saat banyak orang kehilangan arah, Junar justru menemukan peluang.

Ia mulai membuat konten di Instagram dan TikTok. Awalnya seputar psikologi umum, tapi melihat banyaknya orang kesulitan mencari kerja di tengah krisis ekonomi, akhirnya ia mengarahkan kontennya pada topik HR dan bimbingan karier.

Baca Juga :  Palapa TapTap Hero Tembus 100.000 Pengguna, Targetkan Listing Token 13 November

Dari situ, lahirlah perannya sebagai career coach. Ia memberikan bimbingan kepada mahasiswa, fresh graduate, dan mereka yang ingin pindah jalur karier. Semua berdasarkan pengalaman, bukan teori kosong.

Dunia Kerja Tanpa Diskriminasi

Salah satu hal yang paling membekas bagi Junar adalah betapa inklusifnya tempat kerja yang ia masuki. Tak ada diskriminasi maupun tatapan kasihan. Ia disambut sebagai rekan kerja, bukan sekadar orang “berkebutuhan khusus.”

“Mereka treat saya seperti karyawan lain. Saya bukan orang asing. Dan itu buat saya sangat berarti,” tuturnya.

Namun tentu, perjalanannya tak selalu mulus. Ada masa ketika semua cara sudah dicoba, semua target sudah ditetapkan, tapi hasil tak kunjung datang. Di momen seperti itu, ia belajar membuka diri. Belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman. Karena sering kali, kita terlalu cepat menyerah karena menolak untuk belajar.

Mengubah Keterbatasan Jadi Kekuatan

Hari ini, Junar tidak hanya menjadi career coach. Ia menjadi suara yang memberi harapan. Bagi mereka yang merasa kecil, tak terlihat, atau bahkan dianggap “tidak mungkin berhasil.”

Baca Juga :  KAI Hadirkan Tarif Khusus untuk Perjalanan Fleksibel dan Terjangkau

Ia percaya bahwa disabilitas bukan akhir dari kontribusi maupun batasan untuk bermimpi. Ia juga percaya bahwa semua orang berhak mendapatkan ruang untuk tumbuh.

“Gak usah dengerin kata-kata negatif. Fokus sama yang dukung kita. Lakuin aja yang bisa kita lakuin. Kalau capek, istirahat, tapi jangan menyerah,” pesannya.

Pesan untuk Masa Depan

Menurut Junar, edukasi, baik formal maupun non-formal, adalah kunci. Belajar tidak berhenti di kampus. Sertifikasi boleh penting, tapi yang paling penting adalah praktik nyata. Karena dunia kerja tidak hanya butuh teori, tapi kemampuan untuk bertindak.

Ia juga mengajak anak muda untuk fleksibel menghadapi perubahan zaman. “AI sudah hadir. Dunia berubah cepat. Jangan terlalu perfeksionis. Mulai aja dulu, sambil belajar,” ujarnya.

Dan bagi mereka yang ingin “kabur” ke negara lain demi masa depan yang lebih baik, Junar mengingatkan: pastikan punya tujuan dan persiapan. Bukan sekadar lari, tapi berpindah dengan arah yang jelas.

Dari seorang anak yang sempat kehilangan kemampuan berjalan, kini Junar menjadi penggerak yang menginspirasi banyak orang untuk bangkit dan percaya bahwa hidup selalu punya celah harapan.

Karena kadang, yang paling dibutuhkan dunia bukan orang yang sempurna, tapi orang yang berani tetap berjalan meski tertatih. Dan Junar sudah membuktikannya.

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:43

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes

Rabu, 15 April 2026 - 21:02

Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

Selasa, 14 April 2026 - 08:30

Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:44

Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok Perkuat Kolaborasi, Hadirkan Inovasi Jaksa Sahabat Disabilitas

Jumat, 10 April 2026 - 12:37

Fokus dan Siap Total! Peserta Paskibraka Lombok Tengah Hadapi Tahap Penentuan

Jumat, 10 April 2026 - 10:16

Wabup Nursiah Dorong Aturan Ketat HP Anak, Sekolah Diminta Berinovasi

Kamis, 9 April 2026 - 13:46

Pipa Induk Rusak, Dirut PDAM Loteng: Tak Ada Dampak Signifikan Terhadap Pelayanan

Kamis, 9 April 2026 - 07:10

Musrenbang Lombok Tengah 2026, DPRD Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru