Dukung Transformasi Krakatau Steel, Kemenko Perekonomian RI Sebut Industri Baja adalah Fondasi Pembangunan Nasional - Koran Mandalika

Dukung Transformasi Krakatau Steel, Kemenko Perekonomian RI Sebut Industri Baja adalah Fondasi Pembangunan Nasional

Sabtu, 19 Juli 2025 - 19:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon (19/7) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menerima kunjungan kerja Asisten Deputi Pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Mochamad Edy Yusuf dalam rangka penguatan industri baja nasional pada Kamis, 17 Juli 2025 bertempat di Saphire Meeting Room Hotel Royal Krakatau, Cilegon. Agenda ini meliputi tinjauan kondisi aktual, kebutuhan penguatan daya saing, serta prioritas investasi dan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan.

Dalam
sambutannya, Mochamad Edy Yusuf menyampaikan Industri baja merupakan bagian
integral dari kelompok industri logam dasar yang memiliki peran strategis
sebagai fondasi pembangunan nasional. “Kami memberikan atensi yang besar
terhadap industri manufaktur khususnya baja karena
kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi termasuk yg paling besar,” ujar Mochamad Edy Yusuf.

Namun demikian
dirinya turut menjelaskan di tengah potensi dan dampak ekonomi yang besar,
tantangan struktural tetap membayangi. Industri baja kini menghadapi kondisi
kelebihan kapasitas yang serius. Kondisi ini diperparah dengan ekspor
besar-besaran dari Tiongkok, yang sering dijual dengan harga sangat rendah di
pasar internasional.

Dalam merespon
hal ini, dirinya mendukung langkah transformasi Krakatau Steel dan Group
sebagai BUMN yang memegang peranan kunci sebagai produsen baja terintegrasi di
Indonesia. “Penguatan industri baja nasional memerlukan dukungan kebijakan
terintegrasi, perlindungan pasar, jaminan bahan baku, insentif investasi, serta
kolaborasi seluruh pihak”, tuturnya. Upaya ini tidak hanya bertujuan mendorong
peningkatan investasi di sektor hilir, tetapi juga berkontribusi signifikan
dalam penyerapan lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan industri baja
nasional secara berkelanjutan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi
tinggi.

Sementara itu Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menyampaikan bahwa Perseroan saat ini sudah mulai menunjukkan sejumlah perbaikan dan titik terang,
terlebih pasca diumumkan secara resmi bahwa Krakatau Steel tergabung di
dalam holding Danantara Indonesia.”Kehadiran Danantara memberikan secercah
harapan untuk Perseroan, karena Krakatau Steel dikategorikan sebagai salah satu
industri strategis nasional yang memiliki fungsi kemandirian dan ketahanan
bangsa,” jelas Akbar Djohan.

Baca Juga :  Literasi Digital di Era Perkembangan AI, Apa Urgensinya?

Dirinya berharap
kunjungan ini menghasilkan rekomendasi nyata dan sinergi semua pihak dalam memperluas kapasitas produksi
Krakatau Steel dan Group, meningkatkan investasi dan menjadikan industri
baja sebagai pilar pembangunan ekonomi
nasional yang mandiri,
kompetitif, dan berkelanjutan.

Melanjutkan
diskusi dalam ruang, seluruh rombongan turut diajak meninjau secara langsung
fasilitas produksi di beberapa anak perusahaan Krakatau Steel Group, di
antaranya Pabrik Hot Strip Mill #1, Pabrik Cold Rolling Mill milik PT Krakatau Baja Industri, fasilitas produksi PT Krakatau Pipe Industries, hingga
fasilitas dermaga milik PT Krakatau Bandar Samudera.

Berita Terkait

5 CRM Indonesia Terbaik Berdasarkan Google Review
IFG Life Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
Cara Memanfaatkan Promo QRIS untuk Menghemat Pengeluaran Harian
VRITIMES Dukung Global Sustainable Development Congress 2026 sebagai Media Partner
AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI
Polda NTT Sambut HUT ke-80 Bhayangkara dengan Perkuat Personel dari Dalam Lewat Terapi USEFT Massal
Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati
BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:13

Aspirasi Tetap Terserap, Pemprov NTB Tegaskan Aksi Kritik atau Dukung MBG Diperlakukan Sama

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

NTB Jadi Tuan Rumah Pembinaan Penguatan Penyelenggaraan SDI 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:33

ESDM NTB Bergerak, Antisipasi Pedagang Eceran “Main Harga” BBM

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:16

Pertalite Diserbu Usai Pertamax Naik Rp16 Ribu, ESDM NTB: Tak Bisa Dihindari

Senin, 22 Juni 2026 - 20:49

Banyak Anggota Tak Hadir, DPRD NTB Lakukan Tes Urine Mendadak

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40

222 Kepsek Hasil Mutasi Diduga Cairkan Dana BOS Bermasalah, FP4 NTB Siapkan Laporan Tipikor

Senin, 22 Juni 2026 - 20:27

Dukung Keberlanjutan Program MBG, Puluhan Ribu Warga Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur NTB

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22

Setelah Delapan Tahun, Bank NTB Syariah Kembali Dipercaya Salurkan KUR untuk Dorong UMKM dan PMI NTB

Berita Terbaru

Teknologi

5 CRM Indonesia Terbaik Berdasarkan Google Review

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:00