Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga - Koran Mandalika

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap bulan, ada berbagai tagihan yang perlu dibayar. Mulai dari listrik, air, internet, hingga tagihan kartu kredit. Kalau tidak dicatat dengan baik, tanggal jatuh tempo yang berbeda bisa membuat pengeluaran terasa lebih berat.

Mengatur jadwal pembayaran sejak awal bulan dapat membantu kamu mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan dan kapan tagihan harus dibayar. Cara ini juga membuat pembayaran lebih teratur sehingga risiko terlambat bayar bisa diminimalkan.

Berikut cara sederhana mengatur jadwal pembayaran tagihan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Catat Semua Tagihan Setiap Bulan

Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh tagihan yang harus dibayar.

Misalnya:

– Tagihan listrik

– Tagihan air

– Tagihan internet

– Tagihan telepon

– Tagihan kartu kredit

– Iuran lingkungan

– Langganan layanan digital

Jangan hanya mencatat nominalnya. Tulis juga tanggal jatuh tempo masing-masing tagihan.

Dengan begitu, kamu bisa mengetahui tagihan mana yang harus diprioritaskan lebih dulu.

2. Kelompokkan Berdasarkan Tanggal Jatuh Tempo

Setelah semua tagihan dicatat, kelompokkan berdasarkan tanggal pembayarannya.

Contohnya:

– Tanggal 1 sampai 10Listrik, air, dan internet

– Tanggal 11 sampai 20Tagihan kartu kredit dan layanan lainnya

– Tanggal 21 sampai akhir bulanIuran atau kebutuhan rumah tangga lainnya

– Cara ini membuat jadwal pembayaran lebih mudah dipantau.

Kamu juga bisa memilih satu atau dua hari tertentu dalam sebulan untuk mengecek seluruh tagihan yang akan jatuh tempo.

3. Pisahkan Dana untuk Tagihan

Salah satu cara menjaga pembayaran tetap lancar adalah memisahkan dana untuk kebutuhan rutin.

Setelah menerima penghasilan, tentukan jumlah yang perlu dialokasikan untuk tagihan.

Misalnya, jika setiap bulan ada tagihan listrik, air, internet, dan kartu kredit, jumlahkan seluruh kebutuhan tersebut. Dana yang sudah dialokasikan dapat digunakan khusus untuk pembayaran tagihan.

Baca Juga :  Transformasi Komunikasi di Papua Bersama Telkom Indonesia Hadirkan Seminar Public Speaking Berbasis AI

Cara ini membantu mencegah dana tagihan terpakai untuk kebutuhan lain.

4. Prioritaskan Tagihan yang Memiliki Jatuh Tempo

Tidak semua tagihan memiliki tanggal pembayaran yang sama. Karena itu, perhatikan mana yang jatuh tempo lebih dulu.

Tagihan elektronik seperti listrik dan air sebaiknya dicatat bersama tanggal pembayaran agar tidak terlewat.

Untuk tagihan kartu kredit, perhatikan tanggal jatuh tempo dan jumlah pembayaran yang harus dilakukan.

Membayar sebelum atau sesuai tanggal jatuh tempo membantu menjaga pembayaran tetap teratur.

5. Pahami Tagihan Kartu Kredit

Tagihan kartu kredit perlu mendapat perhatian khusus karena jumlahnya dapat berubah setiap bulan mengikuti transaksi yang dilakukan.

Selain melihat total tagihan, periksa juga tanggal jatuh tempo dan jumlah pembayaran yang harus dipenuhi.

Jika kamu mencari informasi tentang cara membayar tagihan kartu kredit, umumnya pembayaran dapat dilakukan melalui kanal pembayaran yang disediakan oleh penerbit kartu. Pastikan mengikuti petunjuk pembayaran dan menyelesaikan transaksi sebelum batas waktu yang ditentukan.

Bagaimana dengan Tagihan Kartu Kredit 0?

Istilah tagihan kartu kredit 0 biasanya berarti tidak ada jumlah tagihan yang perlu dibayarkan pada periode tersebut. Namun, tetap periksa mutasi atau laporan kartu kredit untuk memastikan tidak ada transaksi atau kewajiban lain yang perlu dibayarkan.

6. Gunakan Pengingat Pembayaran

Kalender digital atau fitur pengingat di ponsel dapat membantu mengingat tanggal jatuh tempo.

Buat pengingat beberapa hari sebelum tanggal pembayaran.

Misalnya, jika tagihan jatuh tempo tanggal 15, buat pengingat pada tanggal 10 atau 12. Dengan begitu, kamu masih memiliki waktu untuk menyiapkan dana jika diperlukan.

7. Bayar Tagihan Secara Rutin dari Satu Tempat

Memiliki banyak aplikasi atau kanal pembayaran dapat membuat pengelolaan tagihan terasa lebih rumit.

Baca Juga :  Lintasarta Siaga Nataru 2024: Ensuring Stability, Security, and Reliability of Digital Services During the Year-End Holidays

Untuk kebutuhan rumah tangga tertentu, kamu dapat menggunakan layanan pembayaran tagihan dalam aplikasi neobank.

Melalui fitur PPOB di neobank, pembayaran berbagai kebutuhan seperti tagihan listrik dan air dapat dilakukan secara digital. Kamu tidak perlu menunggu sampai mendekati jatuh tempo untuk melakukan pembayaran.

Kebiasaan membayar secara rutin juga membantu membuat pengeluaran bulanan lebih mudah dipantau.

Buat Jadwal Pembayaran yang Sederhana

Tidak perlu membuat sistem yang rumit. Kamu bisa menggunakan format sederhana seperti berikut:

a. Awal bulan

Cek seluruh tagihan dan tanggal jatuh tempo.

b. Setelah menerima penghasilan

Pisahkan dana untuk kebutuhan rutin.

c. Beberapa hari sebelum jatuh tempo

Cek kembali nominal tagihan.

d. Hari pembayaran

Lakukan pembayaran dan simpan bukti transaksi.

Dengan pola tersebut, pembayaran tagihan menjadi bagian dari rutinitas bulanan.

Kelola Tagihan Sebelum Jatuh Tempo

Mengatur tagihan rumah tangga sebenarnya dimulai dari kebiasaan sederhana yaitu tahu apa yang harus dibayar, berapa jumlahnya, dan kapan jatuh temponya.

Mulai dari mencatat tagihan elektronik, memantau tagihan kartu kredit, hingga menyiapkan dana sebelum tanggal pembayaran. Dengan jadwal yang teratur, pengelolaan pengeluaran bulanan bisa menjadi lebih mudah.

Untuk pembayaran tagihan listrik dan air, neobank menyediakan layanan PPOB yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pembayaran rutin secara digital.

***

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru