Emas Pulih Setelah Koreksi, Target 4.822 Jadi Perhatian Pasar - Koran Mandalika

Emas Pulih Setelah Koreksi, Target 4.822 Jadi Perhatian Pasar

Rabu, 22 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu (22/4) diperkirakan kembali bergerak menguat setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Kondisi ini dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar, di mana fase koreksi terjadi sebelum harga melanjutkan tren utamanya. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, melihat bahwa pergerakan XAU/USD masih berada dalam tren naik yang cukup kuat, meskipun sempat mengalami penurunan jangka pendek.

Secara teknikal, harga emas sebelumnya turun dan menyentuh area support di kisaran 4.666. Penurunan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari proses koreksi setelah harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam analisis pasar, kondisi seperti ini sering disebut sebagai secondary trend, yaitu fase penyesuaian sebelum tren utama kembali berlanjut.

Menariknya, setelah menyentuh area tersebut, harga emas tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara minat beli kembali muncul. Pergerakan seperti ini sering kali menjadi sinyal awal bahwa pasar masih memiliki kecenderungan naik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Geraldo Kofit menjelaskan bahwa selama harga tidak menembus level support penting di area 4.607, maka tren bullish masih dapat dikatakan aman. Level tersebut menjadi batas penting yang harus dijaga untuk mempertahankan arah kenaikan. Selama harga tetap berada di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan tren naik masih terbuka lebar.

Baca Juga :  Liburan Akhir Pekan Makin Gaya dan Praktis dengan Tas Bodypack!

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan memiliki peluang untuk bergerak naik menuju resistance terdekat di level 4.822. Area ini menjadi target yang cukup penting karena akan menentukan apakah momentum kenaikan masih cukup kuat untuk berlanjut ke level yang lebih tinggi.

Jika harga mampu menembus resistance tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka. Namun, jika gagal menembus, harga berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Dari sisi fundamental, penguatan harga emas juga didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian global yang masih tinggi, mulai dari kondisi geopolitik hingga kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, membuat investor tetap menjadikan emas sebagai pilihan untuk melindungi nilai aset.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberikan pengaruh positif. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, bahkan membuka peluang untuk pelonggaran kebijakan dalam jangka menengah. Kondisi ini membuat emas semakin menarik bagi investor.

Baca Juga :  Telkom Indonesia Berpartisipasi Dukung Ekosistem Startup Lokal yang Lebih Kuat

Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas. Dengan hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, penurunan nilai dolar cenderung memberikan ruang bagi harga emas untuk menguat.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut memperkuat daya tarik emas. Ketika yield menurun, investor cenderung kembali melirik emas karena biaya peluang untuk memegang aset ini menjadi lebih rendah.

Koreksi yang terjadi sebelumnya juga dinilai sebagai aksi ambil untung yang wajar setelah harga mengalami kenaikan signifikan. Selama tidak ada perubahan besar dalam kondisi fundamental, koreksi seperti ini biasanya tidak berlangsung lama dan justru menjadi bagian dari pergerakan tren yang sehat.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren utama harga emas masih tetap bullish. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang kenaikan menuju level 4.822 masih terbuka, selama harga mampu bertahan di atas area support kunci.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan harga dan perkembangan sentimen global. Dalam kondisi pasar yang dinamis, memahami level penting dan arah tren menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik
Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia
Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026
Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia
Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia
Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:02

Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Berita Terbaru