Friendflation: Ketika Pertemanan Jadi Tekanan Finansial - Koran Mandalika

Friendflation: Ketika Pertemanan Jadi Tekanan Finansial

Selasa, 26 Agustus 2025 - 16:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di era digital, pertemanan tidak hanya diukur dari seberapa sering bertemu atau seberapa dekat ikatan emosional, melainkan juga dari seberapa aktif ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial. 

Nongkrong di kafe baru yang sedang tren, menghadiri konser artis internasional, atau liburan singkat ke Bali bersama geng kampus, sering kali dianggap sebagai “bukti nyata” kedekatan. Namun di balik keseruan itu, muncul fenomena baru yang diam-diam menggerus dompet: friendflation.

Friendflation adalah istilah gabungan dari friend (teman) dan inflation (inflasi), yang menggambarkan tekanan finansial akibat biaya tinggi untuk mempertahankan lingkaran sosial. Konsep ini semakin populer di kalangan milenial dan Gen Z, dua generasi yang paling aktif bersosialisasi dan terekspos pada budaya FOMO (fear of missing out).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Friendflation Terjadi?

Fenomena ini muncul dari kombinasi kebutuhan sosial dan realitas ekonomi. Di satu sisi, pertemanan menjadi bagian penting dari identitas diri dan kebahagiaan. Namun di sisi lain, biaya untuk “tetap eksis” bersama teman terus meningkat. Beberapa faktor utama pemicunya antara lain:

1. Aktivitas sosial mahal

Makan malam di restoran mewah, nongkrong di kafe populer, atau membeli tiket konser internasional kini bukan hal asing. Sayangnya, harga aktivitas ini sering melampaui kemampuan sebagian anggota kelompok.

2. Perjalanan dan liburan bersama

Generasi muda gemar melakukan short trip atau liburan singkat, baik ke luar kota maupun luar negeri. Meskipun terlihat menyenangkan, biaya transportasi, akomodasi, hingga belanja selama perjalanan bisa sangat besar.

3. Tuntutan acara sosial

Undangan pernikahan, baby shower, atau pesta ulang tahun teman menimbulkan kewajiban memberikan hadiah. Tekanan muncul ketika standar hadiah atau “amplop” dalam lingkaran pertemanan terasa terlalu tinggi.

4. Tekanan media sosial

Instagram, TikTok, dan platform lainnya menjadi panggung utama untuk menampilkan momen kebersamaan. Ketika teman mengunggah gaya hidup glamor, ada dorongan untuk ikut serta demi tidak terlihat “berbeda” atau tertinggal.

Baca Juga :  Jelang Libur Panjang HUT ke-80 Republik Indonesia, Tiket Promo Merdeka KA JJ Masih Tersedia untuk Pelanggan

Singkatnya, friendflation terjadi ketika pengeluaran untuk menjaga hubungan sosial tidak lagi sejalan dengan kondisi finansial pribadi.

Misalnya ada seorang karyawan muda bernama Dina, 27 tahun. Dina memiliki geng pertemanan yang sangat kompak sejak kuliah. Setiap bulan, mereka punya agenda nongkrong di kafe baru. Selain itu, dalam setahun setidaknya dua kali mereka merencanakan liburan bersama ke luar negeri.

Masalah muncul ketika gaya hidup kelompok ini tidak sejalan dengan penghasilan Dina. Gaji bulanannya pas-pasan, sementara tabungan daruratnya belum stabil. Namun, demi menjaga keakraban, Dina tetap ikut semua agenda. Hasilnya, kartu kredit menumpuk, tabungan hampir habis, dan rasa cemas muncul setiap kali ada rencana baru.

Kasus Dina bukan hal langka. Survei internasional bahkan menunjukkan lebih dari 30% milenial mengaku pernah berutang hanya demi mengikuti aktivitas sosial bersama teman. Tekanan seperti ini membuat friendflation bukan sekadar istilah tren, melainkan persoalan nyata yang memengaruhi kesehatan finansial dan mental.

Dampak Friendflation

Jika dibiarkan, friendflation bisa membawa dampak serius, seperti:

1. Keuangan tidak sehat: tabungan menipis, utang meningkat, dan sulit menyiapkan dana darurat.

2. Stres dan kecemasan: tekanan mengikuti gaya hidup teman bisa memengaruhi kesehatan mental.

3. Hubungan retak: perbedaan finansial yang tak dikelola bisa menimbulkan rasa iri, minder, atau konflik dalam pertemanan.

Strategi Menghadapi Friendflation

Fenomena ini memang sulit dihindari, tapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Beberapa langkah berikut bisa membantu menjaga keseimbangan:

1. Tetapkan prioritas finansial

Pisahkan kebutuhan utama (tabungan, cicilan, dana darurat) dari alokasi untuk hiburan sosial. Jika bujet hiburan habis, jangan memaksakan diri.

2. Komunikasi jujur dengan teman

Baca Juga :  Lomba Foto LRT Hadirkan Hadiah Menarik, Ini Syaratnya

Terkadang, keberanian untuk berkata “tidak” lebih bernilai daripada mengikuti semua kegiatan. Teman sejati akan memahami keterbatasan finansial.

3. Cari alternatif murah tapi seru

Kumpul di rumah dengan potluck, piknik di taman, atau nobar film bisa jadi pilihan hemat tanpa mengurangi kebersamaan.

4. Kurangi tekanan media sosial

Ingat bahwa apa yang terlihat di Instagram hanyalah “highlight reel”, bukan realitas penuh. Membandingkan diri dengan standar dunia maya hanya akan menambah tekanan.

5. Gunakan teknologi untuk mengatur keuangan

Aplikasi pencatat keuangan, investasi mikro, hingga instrumen tabungan otomatis bisa membantu menjaga arus kas tetap sehat dan upgrade cara menabung di bank. Kamu juga bisa memilih berbagai instrumen keuangan online mulai dari tabungan biasa, tabungan berjangka, hingga deposito. 

Friendflation adalah gambaran nyata bahwa pertemanan bisa menjadi sumber kebahagiaan sekaligus tekanan finansial. Menjaga hubungan sosial memang penting, tetapi tidak seharusnya mengorbankan kestabilan keuangan pribadi.

Belajar dari kasus Dina, keseimbangan antara kehidupan sosial dan finansial bisa dicapai dengan menetapkan batas, memilih aktivitas secara selektif, serta jujur pada diri sendiri. Dengan begitu, pertemanan tetap hangat, dan dompet pun tetap sehat.

Bank Neo Commerce melalui aplikasi neobank menghadirkan Tabungan NOW, yang dirancang untuk membantu keuanganmu tetap sehat dengan meningkatkan cara menabung di bank. Nikmati bunga tabungan yang cair tiap hari. Keunggulan lain dari Tabungan NOW adalah bunga kompetitif sebesar 4,25% per tahun.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan buka Tabungan NOW sekarang. 

Untuk info lebih lanjut dan terbaru tentang Tabungan NOW, klik link Tabungan NOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

TRIBE Bali Legian Hadir di Pesisir Bali yang Dinamis dengan Konsep “Social Served Daily“
Mobilitas Wisata Makin Beragam, LRT Jabodebek Hadirkan Konektivitas melalui Integrasi Antarmoda
Kolaborasi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Sebuah Perjalanan Emosi dalam Debut Album Terbaru
BRI Insurance dan Bank Bengkulu Perkuat Sinergi Strategis melalui Perlindungan Aset BPD Bengkulu
Tokocrypto Raih Penghargaan Kategori Press Conference di Media Relations Awards 2026
PTPP Raih Kontrak Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III Senilai Rp970 Miliar
Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan
The 12th IndoEBTKE ConEx 2026: Dorong Eksekusi Proyek Strategis dan Percepatan Investasi Energi

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:02

TRIBE Bali Legian Hadir di Pesisir Bali yang Dinamis dengan Konsep “Social Served Daily“

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:02

Mobilitas Wisata Makin Beragam, LRT Jabodebek Hadirkan Konektivitas melalui Integrasi Antarmoda

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:02

Kolaborasi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Sebuah Perjalanan Emosi dalam Debut Album Terbaru

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:02

BRI Insurance dan Bank Bengkulu Perkuat Sinergi Strategis melalui Perlindungan Aset BPD Bengkulu

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:02

PTPP Raih Kontrak Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III Senilai Rp970 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026: Dorong Eksekusi Proyek Strategis dan Percepatan Investasi Energi

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Fundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

Berita Terbaru