Gapeka 2025, Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Perkeretaapian Sesuai Astacita - Koran Mandalika

Gapeka 2025, Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Perkeretaapian Sesuai Astacita

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI melakukan peningkatan kecepatan pada beberapa lintas perkeretaapian nasional sebagai bagian dari pemberlakuan Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api) 2025. Langkah ini merupakan realisasi dari komitmen KAI dalam mendukung salah satu tujuan Astacita Presiden Prabowo Subianto dan perusahaan sebagai bagian dari Kementerian BUMN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perkeretaapian yang aman, modern, dan efisien.

“Langkah tersebut,selaras dengan salah satu misi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur terintegrasi, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta penguatan daya saing transportasi publik. Peningkatan kecepatan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Berikut adalah rincian perubahan kecepatan pada beberapa lintas di seluruh wilayah operasi KAI:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DAOP 1 Jakarta

– Lintas Manggarai – Bogor, sebelumnya 70 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Bogor – Cicurug, sebelumnya 40 km/jam menjadi 50 km/jam.

– Lintas Cicurug – Cibadak, sebelumnya 40 km/jam menjadi 50 km/jam

– Lintas Cibadak – Sukabumi, sebelumnya 40 km/jam menjadi 60 km/jam.

– Lintas Cikarang – Cikampek, sebelumnya 115 km/jam menjadi 120 km/jam.

DAOP 2 Bandung

– Lintas Padalarang – Bandung, sebelumnya 105 km/jam menjadi 110 km/jam.

– Lintas Gedebage – Cicalengka, sebelumnya 100 km/jam menjadi 110 km/jam.

DAOP 3 Cirebon

– Lintas Cikampek – Haurgeulis, sebelumnya 115 km/jam menjadi 120 km/jam.

DAOP 4 Semarang

– Lintas Ngrombo – Kradenan, sebelumnya 100 km/jam menjadi 120 km/jam.

– Lintas Kalibodro -Semarang Poncol, sebelumnya 110 km/jam menjadi 120 km/jam

– Lintas Randublatung – Cepu, sebelumnya 100 km/jam menjadi 105 km/jam

Baca Juga :  Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

– Lintas Brumbung – Gundih, sebelumnya 80 km/jam menjadi 100 km/jam

DAOP 5 Purwokerto

– Lintas Banjar – Kawunganten, sebelumnya 115 km/jam menjadi 120 km/jam.

– Lintas Jeruklegi – Kroya, sebelumnya 115 km/jam menjadi 120 km/jam.

– Lintas Tegal – Prupuk, sebelumnya 80 km/jam menjadi 100 km/jam.

DAOP 7 Madiun

– Lintas Kertosono – Blitar, sebelumnya 110 km/jam menjadi 120 km/jam.

DAOP 8 Surabaya

– Lintas Surabaya Pasar Turi – Lamongan, sebelumnya 105 km/jam menjadi 110 km/jam.

– Lintas Lamongan – Tobo, sebelumnya 105 km/jam menjadi 120 km/jam.

– Lintas Cepu – Lamongan, sebelumnya 105 km/jam menjadi 120 km/jam.

– Lintas Wonokromo – Surabaya Gubeng, sebelumnya 95 km/jam menjadi 120 km/jam.

DAOP 9 Jember

– Lintas Jember – Rambipuji, sebelumnya 80 km/jam menjadi 100 km/jam.

– Lintas Rambipuji – Bangsalsari, sebelumnya 70 km/jam menjadi 100 km/jam.

– Lintas Bangsalsari – Malasan, sebelumnya 80 km/jam menjadi 100 km/jam.

– Lintas Leces – Probolinggo, sebelumnya 80 km/jam menjadi 120 km/jam.

– Lintas Probolinggo – Pasuruan, sebelumnya 90 km/jam menjadi 120 km/jam.

DIVRE I Medan

– Lintas Bandarlaipah – Araskabu, sebelumnya 90 km/jam menjadi 100 km/jam

– Lintas Araskabu – Tebingtinggi, sebelumnya 90 km/jam menjadi 100 km/jam.

– Lintas Tebing Tinggi – Perlanaan, sebelumnya 80 km/jam menjadi 90 km/jam.

– Lintas Bandartinggi – Kualatanjung, sebelumnya 40 km/jam menjadi 60 km/jam.

– Lintas Medan – Kuala Bingei, sebelumnya 80 km/jam menjadi 90 km/jam.

DIVRE II Padang

– Lintas Bukit Putus – Indarung, sebelumnya 45 km/jam menjadi 60 km/jam.

– Lintas Padang – Tabing, sebelumnya 60 km/jam menjadi 80 km/jam.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas Pelajar, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Hadir di Alspective 5.0 untuk Edukasi tentang Safety Driving dan Dunia Jalan Tol

– Lintas Duku – Lubuk Alung, sebelumnya 60 km/jam menjadi 90 km/jam.

– Lintas Lubuk Alung – Naras, sebelumnya 60 km/jam menjadi 90 km/jam.

– Lintas Lubuk Alung – Kayu Tanam, sebelumnya 60 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Duku – Bandara Internasional Minangkabau, sebelumnya 60 km/jam menjadi 90 km/jam.

DIVRE III Palembang

– Lintas Lintas Prabumulih – Muaraenim, sebelumnya 70 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Kertapati – Simpang, sebelumnya 75 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Prabumulih – Prabumulih Baru X6, sebelumnya 70 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Prabumulih -Prabumulih Baru X5, sebelumnya 70 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Muaraenim – Lahat, sebelumnya 75 km/jam menjadi 80 km/jam.

– Lintas Bungamas – Lubuklinggau, sebelumnya 60 km/jam menjadi 70 km/jam.

DIVRE IV Tanjungkarang

– Lintas Tulung Buyut – Ketapang, sebelumnya 70 km/jam menjadi 75 km/jam.

– Lintas Prabumulih Baru X5 – Prabumulih Baru X6, sebelumnya 70 km/jam menjadi 80 km/jam.

Anne mengatakan, perubahan kecepatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara KAI, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan peningkatan ini, KAI berharap dapat memberikan dampak positif dalam mempercepat waktu perjalanan, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“KAI terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia dengan meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi dalam transportasi kereta api. Perhatian penuh dari Presiden Prabowo dan Kementerian BUMN akan menjadi pendorong utama untuk menghadirkan transportasi berbasis rel yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tutup Anne.

Berita Terkait

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:02

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:02

Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terbaru