Harga Emas Berpeluang Menguat, Sinyal Rebound Kian Terlihat - Koran Mandalika

Harga Emas Berpeluang Menguat, Sinyal Rebound Kian Terlihat

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia diperkirakan memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis (4/6) setelah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari tekanan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Analisis Dupoin Futures oleh Geraldo Kofit menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 mulai mengarah pada potensi kenaikan jangka pendek seiring munculnya sejumlah sinyal teknikal yang mendukung.

Dalam beberapa hari terakhir, harga emas sempat mengalami tekanan dan turun hingga menyentuh area support di level 4.430. Namun, area tersebut berhasil menahan laju penurunan sehingga memicu munculnya respons beli dari pelaku pasar. Bertahannya harga di atas level tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai berkurang dan pasar mulai menemukan titik keseimbangan baru.

Secara teknikal, kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya swing low yang cukup kuat. Dalam analisis pasar, swing low sering kali menjadi salah satu petunjuk awal bahwa tren penurunan mulai kehilangan momentum. Ketika harga mampu bertahan di area support penting dan tidak mencetak level terendah baru, peluang terjadinya pemulihan harga biasanya akan semakin besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pola pergerakan harga saat ini juga membentuk formasi Falling Wedge. Pola ini dikenal sebagai salah satu pola pembalikan arah yang cukup diperhatikan oleh para pelaku pasar karena sering muncul menjelang perubahan tren dari bearish menjadi bullish. Kehadiran pola tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual yang sebelumnya dominan mulai melemah, sementara minat beli secara bertahap mulai meningkat.

Indikasi penguatan juga terlihat dari indikator stochastic yang bergerak naik. Kenaikan indikator ini mencerminkan mulai membaiknya momentum pasar dan meningkatnya aktivitas beli dalam jangka pendek. Selama indikator tersebut masih bergerak ke atas dan belum menunjukkan sinyal pelemahan yang signifikan, peluang kenaikan harga emas masih tetap terbuka.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional, PTPN Group Bantu Anak Disabilitas Melalui Program TJSL

Menurut analisis Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.496. Level ini menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena berpotensi menjadi titik uji pertama bagi kekuatan tren naik yang sedang terbentuk. Jika harga mampu menembus area tersebut, peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.526 akan semakin besar.

Keberhasilan menembus resistance tersebut juga dapat menjadi sinyal bahwa pasar mulai meninggalkan fase bearish yang mendominasi sebelumnya. Dengan kata lain, semakin kuat pergerakan harga di atas area resistance, semakin besar pula peluang terbentuknya tren bullish yang lebih solid dalam jangka pendek hingga menengah.

Dari sisi fundamental, prospek penguatan emas juga mendapat dukungan dari sejumlah faktor eksternal. Salah satunya adalah meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven ketika ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, ditambah berbagai risiko geopolitik yang masih berlangsung, membuat sebagian investor memilih instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Permintaan terhadap emas biasanya meningkat ketika pasar menghadapi ketidakpastian. Dalam situasi seperti itu, logam mulia sering dijadikan instrumen lindung nilai untuk menjaga nilai aset dari potensi gejolak pasar. Faktor ini dapat menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.

Selain faktor safe haven, pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Apabila dolar AS mulai mengalami pelemahan, harga emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan. Hubungan antara emas dan dolar umumnya bergerak berlawanan arah. Saat dolar melemah, harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global sehingga permintaannya cenderung meningkat.

Baca Juga :  Pelindo Multi Terminal Gelar BREATH Session Edisi Juni: Bahas Integritas, Neuro-Parenting, dan Budaya Kerja Sehat

Sentimen positif lainnya datang dari pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Jika yield mengalami penurunan atau setidaknya bergerak stabil, daya tarik emas biasanya meningkat. Hal ini terjadi karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah dibandingkan ketika yield berada dalam tren naik.

Pelaku pasar juga mulai memperhatikan arah kebijakan Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Munculnya harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mengambil pendekatan yang lebih dovish terhadap suku bunga berpotensi menjadi katalis positif bagi harga emas. Kebijakan moneter yang lebih longgar umumnya mendukung kenaikan aset non-yielding seperti emas.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global dan data-data penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi pergerakan pasar. Faktor seperti inflasi, data tenaga kerja, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve masih akan menjadi penentu utama arah dolar AS dan sentimen terhadap emas.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang menunjukkan potensi pembalikan arah dan dukungan fundamental dari pasar global membuat prospek emas saat ini terlihat lebih konstruktif. Selama harga mampu bertahan di atas area support 4.430, peluang kenaikan menuju area 4.496 hingga 4.526 masih terbuka. Kondisi ini menjadikan emas sebagai salah satu instrumen yang patut diperhatikan pelaku pasar pada perdagangan hari Kamis (4/6).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai
Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026
Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026
Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua
Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026
Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto
Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah
Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

The Power of AI (Untuk Kerja, Bisnis dan Karir)

Berita Terbaru