Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat - Koran Mandalika

Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat

Selasa, 7 April 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa, 7 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring menguatnya sinyal pelemahan baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa tren bearish pada XAU/USD semakin terlihat jelas, khususnya pada timeframe H4, setelah harga gagal mempertahankan posisi di area resistance penting.

Dalam analisisnya, Geraldo mengungkapkan bahwa struktur pergerakan emas saat ini menunjukkan dominasi tekanan jual. Hal ini tercermin dari terbentuknya candlestick bearish yang konsisten, sekaligus menjadi indikasi bahwa pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dibandingkan akumulasi. Kegagalan harga untuk menembus area resistance sebelumnya turut memperkuat sinyal bahwa momentum kenaikan mulai melemah.

Tidak hanya itu, indikator teknikal juga memberikan konfirmasi tambahan. Harga emas yang telah bergerak di bawah Moving Average 21 dan 34 menunjukkan perubahan arah tren ke fase penurunan. Kondisi ini umumnya menjadi sinyal awal bahwa pasar sedang memasuki fase bearish yang lebih solid dalam jangka menengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat. Target penurunan terdekat berada di area support pada level 4.581. Jika tekanan jual berlanjut dan tidak ada katalis positif yang signifikan, harga bahkan berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh level 4.492 sebagai support berikutnya.

Baca Juga :  100 Hari Open Network: Pi Network Pacu Adopsi Kripto lewat Serangkaian Inovasi

Meski demikian, peluang terjadinya rebound tetap terbuka. Dalam skenario alternatif, apabila harga gagal melanjutkan tren penurunan dan justru mendapatkan dorongan beli, maka emas berpotensi bergerak naik menuju kisaran resistance di level 4.708 hingga 4.786. Namun, selama harga masih berada di bawah area resistance tersebut, bias pergerakan diperkirakan tetap condong ke arah bearish.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga semakin kuat akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih likuid seperti dolar AS. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sedikit berkurang dalam jangka pendek.

Selain itu, meningkatnya harga energi akibat tensi geopolitik global turut memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Lonjakan inflasi ini memperbesar kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan moneter yang ketat tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Baca Juga :  Mewujudkan Ruang Kolaborasi yang Estetis dan Fungsional: Merancang Lingkungan yang Sempurna untuk Kerja Tim

Suku bunga yang tinggi membuat aset berbasis bunga seperti obligasi menjadi lebih menarik bagi investor. Akibatnya, aliran dana cenderung beralih dari emas ke instrumen tersebut, yang pada akhirnya menekan harga emas lebih lanjut. Kombinasi antara dolar yang kuat, ekspektasi suku bunga tinggi, serta tekanan inflasi menjadi faktor utama yang memperkuat tren penurunan emas saat ini.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter. Setiap rilis data, khususnya yang berkaitan dengan inflasi dan suku bunga, berpotensi memicu volatilitas yang cukup tinggi di pasar emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tekanan bearish masih akan mendominasi pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Selama belum ada perubahan signifikan dalam sentimen pasar maupun indikator teknikal, peluang pelemahan harga masih terbuka. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap mencermati level-level kunci yang dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Logistik Fokus Kembangkan Pergudangan, Siapkan Gudang Ramah Lingkungan Modern di Bandung dan Purwokerto
Menjadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang dari 1 Bulan
Transformasi PAM JAYA Berbuah Prestasi, Sabet 3 Rekor MURI hingga Human Capital Award 2026
Akta Pendirian Perseroda PAM JAYA Resmi Ditandatangani
Nvidia Bikin Wall Street Makin Bullish, Demam AI Dorong Optimisme Investor
Tingkatkan Layanan di Website Resmi, napocut Tawarkan Solusi Belanja Praktis dan Bonus Eksklusif
Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko
Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:00

KAI Logistik Fokus Kembangkan Pergudangan, Siapkan Gudang Ramah Lingkungan Modern di Bandung dan Purwokerto

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:00

Menjadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang dari 1 Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:00

Transformasi PAM JAYA Berbuah Prestasi, Sabet 3 Rekor MURI hingga Human Capital Award 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:00

Akta Pendirian Perseroda PAM JAYA Resmi Ditandatangani

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:00

Nvidia Bikin Wall Street Makin Bullish, Demam AI Dorong Optimisme Investor

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00

Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00

Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:00

Tips Bisa Healing Tipis-Tipis Tanpa Panik Lihat Saldo

Berita Terbaru

Teknologi

Akta Pendirian Perseroda PAM JAYA Resmi Ditandatangani

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:00