Harga Emas Naik Tipis di Awal 2025, Tren Bullish Berpotensi Lanjut - Koran Mandalika

Harga Emas Naik Tipis di Awal 2025, Tren Bullish Berpotensi Lanjut

Kamis, 2 Januari 2025 - 09:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan kenaikan tipis di sekitar $2.625 pada awal sesi Asia hari Kamis (2/1), setelah dua hari mengalami tekanan di tengah volume perdagangan yang tipis. Kinerja emas tahun ini mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 27%, menjadikannya performa tahunan terkuat sejak 2010. Faktor utama yang mendukung rally emas ini meliputi pembelian besar-besaran oleh bank sentral, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan kebijakan pelonggaran moneter oleh bank-bank sentral utama.

Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Indonesia, tren bullish pada emas semakin menguat berdasarkan pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini. Ia memproyeksikan bahwa harga emas berpotensi naik hingga $2.650. Namun, jika terjadi reversal, target penurunan terdekat berada pada level $2.609. Kombinasi analisis teknikal ini menjadi dasar yang kuat untuk mengantisipasi pergerakan harga emas hari ini.

Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi salah satu faktor utama yang mendorong permintaan terhadap emas. Konflik yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, serta ketidakpastian kebijakan dari pemerintahan Donald Trump menjadi katalis positif bagi logam mulia ini. Sentimen safe-haven terus meningkat di tengah kekhawatiran global terhadap potensi konflik perdagangan yang dapat muncul akibat kebijakan tarif dan perdagangan yang lebih agresif.

Di sisi lain, sikap hati-hati Federal Reserve (The Fed) terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut memberikan tekanan pada harga emas. Dalam pernyataan terakhirnya, Ketua The Fed, Jerome Powell, mengindikasikan pendekatan yang lebih berhati-hati terhadap kebijakan moneter, terutama setelah penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember. Hal ini diperkirakan akan memberikan dukungan pada dolar AS (Greenback), yang pada gilirannya dapat membatasi kenaikan harga emas.

Namun, faktor fundamental lain seperti peningkatan permintaan emas dari bank sentral global memberikan dukungan kuat terhadap harga logam mulia ini. Berdasarkan survei World Gold Council, bank sentral besar diperkirakan akan terus membeli emas dalam jumlah signifikan selama 12 bulan ke depan. Langkah ini bertujuan untuk diversifikasi cadangan devisa mereka, sekaligus memberikan dukungan tambahan terhadap kenaikan harga emas.

Baca Juga :  Mengenal Barantum, "All in One CRM Solution" Garapan PT Kosada Grup Indonesia

Data ekonomi dari Amerika Serikat juga menjadi sorotan para pelaku pasar. Rilis data Klaim Pengangguran Awal mingguan pada hari Kamis dan Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur S&P Global AS pada hari Jumat akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang prospek ekonomi AS. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, hal ini dapat mendukung harga emas sebagai aset safe-haven.

Secara keseluruhan, harga emas masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren bullish di tengah kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang mendukung. Ketidakpastian geopolitik, permintaan dari bank sentral, serta sentimen penghindaran risiko tetap menjadi pendorong utama pergerakan harga emas. 

Berita Terkait

Bittime Ungkap Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto
Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu di neobank, Lewat ATM Berlogo PRIMA dan Indomaret
Pentingnya Recharging Mental dan Audit Jurnal Trading Saat Pasar Libur
Keseruan Lomba 17-an Tak Lagi Hanya di Lingkungan, Kini Juga Hadir Saat Berbelanja
Pengurus Putra Putri Hakka Jakarta (PPHJ) Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Komitmen Lestarikan Budaya dan Berkontribusi bagi Masyarakat
Gugik.id Hadirkan Solusi Server Dell Enterprise Berperforma Tinggi untuk Akselerasi Bisnis
Gugik.id Perkuat Infrastruktur IT Nasional Lewat Layanan Distributor Server Enterprise
Bitcoin Sempat Rebound, Bittime: Investor Minati USDT dan Aset Kripto Utama

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:02

Bittime Ungkap Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:02

Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu di neobank, Lewat ATM Berlogo PRIMA dan Indomaret

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:02

Pentingnya Recharging Mental dan Audit Jurnal Trading Saat Pasar Libur

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:02

Pengurus Putra Putri Hakka Jakarta (PPHJ) Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Komitmen Lestarikan Budaya dan Berkontribusi bagi Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:02

Gugik.id Hadirkan Solusi Server Dell Enterprise Berperforma Tinggi untuk Akselerasi Bisnis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:02

Gugik.id Perkuat Infrastruktur IT Nasional Lewat Layanan Distributor Server Enterprise

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:02

Bitcoin Sempat Rebound, Bittime: Investor Minati USDT dan Aset Kripto Utama

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:02

SQUEEZE Hadirkan Fruitful Trip di Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026: Wadah Kolaborasi yang Menghubungkan Inovasi, Pengalaman, dan Pertumbuhan Bersama

Berita Terbaru