Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka - Koran Mandalika

Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

Kamis, 23 April 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang belum berpihak pada penguatan logam mulia. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa pasangan XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan melanjutkan tren penurunan, setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi teknikal, kondisi pasar mengindikasikan bahwa emas tengah berada dalam fase bearish yang cukup solid. Hal ini tercermin dari posisi harga yang masih bergerak di bawah indikator Moving Average periode 21 dan 34. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang menahan setiap upaya kenaikan harga. Selama harga belum mampu menembus area tersebut secara meyakinkan, peluang untuk terjadinya pembalikan tren masih tergolong kecil.

Pergerakan harga sebelumnya sempat menunjukkan adanya koreksi naik, namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Setelah itu, harga kembali membentuk pola lower high dan lower low yang mengonfirmasi keberlanjutan tren turun. Dengan struktur pasar seperti ini, tekanan jual dinilai masih mendominasi, sehingga membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proyeksi teknikal, harga emas diperkirakan akan menguji area support terdekat di level 4.669. Level ini menjadi titik penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar karena dapat menjadi penentu arah selanjutnya. Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga mampu menembus level tersebut, maka potensi penurunan lanjutan terbuka hingga mencapai area 4.607 sebagai target berikutnya. Area ini dipandang sebagai support lanjutan yang berpotensi menjadi titik konsolidasi sementara sebelum harga menentukan arah baru.

Baca Juga :  Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Resmi Dimulai di Tangerang

Meski tren bearish masih dominan, peluang terjadinya koreksi teknikal tetap ada. Pergerakan harga dalam tren turun umumnya tidak berlangsung secara linear, melainkan diselingi oleh fase pullback. Namun demikian, selama tidak ada sinyal pembalikan yang kuat—seperti breakout signifikan di atas resistance dinamis—maka koreksi yang terjadi cenderung bersifat sementara dan berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang terus menunjukkan dominasi. Menguatnya dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan global cenderung melemah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju kenaikan emas dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi turut memperburuk sentimen terhadap emas. Suku bunga yang tinggi meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil, seperti obligasi pemerintah. Akibatnya, investor cenderung mengalihkan dana dari emas ke aset yang menawarkan return lebih kompetitif.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Kembali Kukuhkan Guru Besar Muda Bidang Manajemen Sistem Informasi

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga memperbesar opportunity cost dalam memegang emas. Dalam kondisi ini, investor akan lebih memilih instrumen yang memberikan pendapatan tetap dibandingkan menyimpan aset yang tidak menghasilkan bunga. Hal ini semakin memperkuat tekanan terhadap harga emas di pasar global.

Di sisi lain, kondisi pasar keuangan yang cenderung stabil atau berada dalam mode risk-on turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika investor merasa lebih percaya diri terhadap prospek ekonomi dan pasar saham, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas biasanya menurun. Faktor ini menjadi tambahan tekanan yang membuat harga emas sulit untuk bangkit dalam jangka pendek.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas hari ini masih berpotensi melanjutkan tren penurunan dengan target utama di level 4.669 dan kemungkinan pelemahan lanjutan menuju 4.607. Selama harga belum mampu menembus resistance kunci, prospek jangka pendek emas diperkirakan tetap berada dalam bayang-bayang tekanan bearish yang cukup kuat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas
CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026
5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?
Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%
KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun
KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025
Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:02

CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:02

5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Berita Terbaru