Harga Minyak Terus Melemah Akibat Kebijakan Produksi Baru OPEC+ - Koran Mandalika

Harga Minyak Terus Melemah Akibat Kebijakan Produksi Baru OPEC+

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kembali mengalami tekanan signifikan di awal pekan ini, melanjutkan tren penurunan selama tiga hari terakhir. Andy Nugraha, Analis dari Dupoin Futures Indonesia, menyatakan bahwa penyebab utama dari tekanan harga ini berasal dari keputusan terbaru OPEC+ yang sepakat untuk meningkatkan produksi minyak secara signifikan mulai bulan September 2025.

Pada perdagangan hari Senin, 4 Agustus, harga WTI turun ke angka $66,29 per barel, mengalami penurunan sebesar $1,04 atau sekitar 1,5%. Ini menjadi harga penutupan terendah dalam satu minggu terakhir. Selama beberapa tahun terakhir, OPEC+ menerapkan kebijakan pemangkasan produksi demi menjaga kestabilan harga. Namun, arah kebijakan kini berbalik dengan keputusan menambah pasokan hingga 547.000 barel per hari. Kebijakan ini bertujuan untuk merebut kembali pangsa pasar global yang sempat menyusut, namun di sisi lain memicu kekhawatiran akan terjadinya surplus pasokan dalam waktu dekat.

Memasuki hari Selasa, 5 Agustus, harga minyak relatif bergerak stabil meski tekanan jual masih membayangi pasar. WTI hanya mengalami pelemahan tipis sebesar 2 sen, menjadi $66,27 per barel atau turun 0,03% dari hari sebelumnya. Hal ini mencerminkan sikap pasar yang masih diliputi keraguan, terbagi antara sentimen negatif akibat pasokan yang melimpah dan potensi gangguan distribusi dari Rusia.

Dari sudut pandang teknikal, Andy Nugraha menyebutkan bahwa kombinasi antara pola candlestick harian dan indikator Moving Average saat ini menunjukkan kecenderungan kuat menuju tren bearish. Jika tekanan jual tetap berlanjut, harga WTI diperkirakan bisa mendekati zona support kritis di sekitar $65 per barel. Meskipun demikian, peluang rebound ke kisaran resistance $67 masih terbuka apabila terjadi aksi beli atau koreksi teknikal dalam jangka pendek.

Tak hanya faktor teknikal dan suplai, dinamika geopolitik juga turut mempengaruhi pergerakan harga minyak. Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kini meningkatkan tekanan terhadap India agar menghentikan impor minyak dari Rusia. AS bahkan mengancam akan memberlakukan tarif sekunder sebesar 100% sebagai bentuk tekanan tambahan, menyusul pemberlakuan tarif 25% terhadap produk India yang diumumkan pada bulan Juli sebelumnya. India saat ini menjadi importir utama minyak Rusia melalui jalur laut, dengan volume impor mencapai 1,75 juta barel per hari selama paruh pertama tahun 2025. Jika aliran minyak ini terganggu, stabilitas pasokan global dapat terdampak, meskipun sejauh ini belum mampu mendorong harga minyak naik secara signifikan.

Baca Juga :  Memperkenalkan Smart Fertilizing Recommendation System kepada Petani, Eratani Lakukan Uji Coba di Area Operasional Jawa Barat

Andy juga menekankan bahwa meskipun risiko geopolitik dapat menimbulkan gangguan pasokan, fokus utama pasar masih tertuju pada kekhawatiran atas kelebihan suplai dari OPEC+. Penambahan produksi dalam waktu dekat ditambah dengan permintaan bahan bakar yang cenderung lesu di Amerika Serikat, menjadi dua faktor utama yang menekan harga minyak mentah saat ini.

Sebagai penutup, analis dari Dupoin memproyeksikan bahwa pergerakan harga minyak pada hari ini akan berada dalam kisaran $65 hingga $67 per barel. Tekanan masih mendominasi arah pasar, dengan faktor utama berasal dari meningkatnya produksi dan ketidakpastian prospek permintaan global.

Berita Terkait

Sebanyak 77 Ribu Lebih Unit KPR Sejahtera FLPP Telah Disalurkan Saat Ini
Pertama di Bekasi, Pinkfong and Baby Shark Hadir di Grand Metropolitan Bekasi Selama Libur Sekolah
Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA
KA Srilelawangsa Layani 1,78 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026
Hisense TV RGB-MiniLED Jadi Layar Resmi IBC Piala Dunia FIFA 2026™: Presiden FIFA Uji Langsung Sistem VAR
Lewat Literasi Keuangan, Adapundi Dorong Mahasiswa Makassar Bijak Kelola Keuangan Digital
Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan
Dirut PTPN III Ajak Generasi Muda Kembangkan Industri Perkebunan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00

Sebanyak 77 Ribu Lebih Unit KPR Sejahtera FLPP Telah Disalurkan Saat Ini

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00

Pertama di Bekasi, Pinkfong and Baby Shark Hadir di Grand Metropolitan Bekasi Selama Libur Sekolah

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00

Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:00

KA Srilelawangsa Layani 1,78 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:00

Lewat Literasi Keuangan, Adapundi Dorong Mahasiswa Makassar Bijak Kelola Keuangan Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Dirut PTPN III Ajak Generasi Muda Kembangkan Industri Perkebunan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Supergirl Adventure Station, Petualangan Seru di PIK Avenue

Berita Terbaru