IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas - Koran Mandalika

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Minggu, 27 September 2026 - 18:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Bandung – Indonesia Financial Group (IFG) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperkuat kolaborasi dalam mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif melalui kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 dengan tema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum. mengapresiasi penyelenggaraan Ruang Resonansi IFG Group 2026 yang menjadi ruang untuk mempertemukan warisan budaya, generasi muda, seniman, komunitas, UMKM, dan dunia usaha. Menurutnya, tema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya” mengajak masyarakat untuk memandang warisan bangsa bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sebagai sumber gagasan yang dapat terus dikembangkan di masa kini.

“Saya mengapresiasi ruang bagi UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi,” ujar Asep dalam sambuatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asep juga menyampaikan tiga pesan penting bagi generasi muda, yakni mengenali akar budaya sebagai sumber identitas dan inspirasi berkarya, memastikan kebebasan berkarya berjalan bersama tanggung jawab dengan tetap menghargai karya dan pelaku budaya, serta membangun kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, dan generasi muda.

Ia juga mengajak IFG Group, Jamkrindo, dan seluruh mitra untuk terus membuka akses bagi masyarakat agar dapat mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberikan kesempatan nyata kepada talenta dan pelaku UMKM lokal.

“Warisan budaya akan terus hidup melalui perhatian dan tindakan kita. Mari jadikan Ruang Resonansi sebagai tempat untuk mendengar cerita, membangun kerja sama, dan melahirkan karya yang berakar pada identitas bangsa,” kata Asep.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar semakin mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menilai kegiatan tersebut turut berperan dalam memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Penguatan literasi keuangan dinilai penting agar UMKM semakin memahami pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Sudah Siapkan Lahan Pengganti untuk Sekolah Rakyat

Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah mengatakan budaya memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif karena dapat menjadi sumber inspirasi yang melahirkan berbagai karya dan peluang usaha.

“Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, kolaborasi dalam ekosistem IFG menjadi penting untuk memastikan potensi ekonomi yang lahir dari kekayaan budaya dapat terus berkembang. Dukungan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem agar pelaku usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan budaya dan UMKM memiliki hubungan yang erat. Banyak kekayaan budaya Indonesia yang terus hidup melalui aktivitas para pelaku UMKM, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik hingga berbagai produk kreatif lokal.

“Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama,” ujar Abdul Bari.

Abdul Bari mengatakan, Jamkrindo mengambil peran dalam ekosistem tersebut melalui bisnis penjaminan dengan membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. “Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas,” kata Abdul Bari.

Baca Juga :  Kuliah Praktik, Peluang Kerja Luas: Poltekpar Lombok Buka SMM Jalur Umum

Ia menilai sinergi dalam ekosistem IFG dapat memperkuat upaya tersebut sehingga UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membawa karya serta kekayaan budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.

Kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 juga memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan di Gedung IFG Life Asia Afrika yang merupakan aset bersejarah. Pemanfaatan ruang tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali nilai sejarah dan budaya dalam kehidupan masyarakat sekaligus menciptakan nilai baru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat Ikhwan Mulyawan, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung Dr. Abun Hasbulloh Syambas, S.H., M.H., Komisaris Independen IFG Dr. Undang Mugopal, S.H., M.Hum., Komisaris Utama Askrindo Renny Octavianus Rorong, Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza, Direktur Bisnis IFG Life Eli Wijanti, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko IFG Life Rimhalsyah.

Dari Jamkrindo hadir Komisaris Ari Wahyuni dan Muhammad Aras, Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Ivan Soeparno, Direktur Keuangan dan Investasi Alia Nur Fitri, Direktur Bisnis Penjaminan Ardhi Setyarko, serta Direktur Operasional dan Jaringan Sigit Tjahjo Prabowo. Hadir pula Dewan Pakar Gekrafs Jabar sekaligus Founder Jabar Network Derry Ariyandi dan Komisaris Utama Nasional Re Toto Pranoto.

Melalui Ruang Resonansi IFG Group 2026, IFG dan Jamkrindo mendorong kolaborasi yang mempertemukan pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang yang lebih luas bagi lahirnya karya sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian masyarakat.

*Tentang Jamkrindo*

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan kredit yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG). Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan non-program.

Pada penjaminan program, Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR. Untuk non-program, produk penjaminan Jamkrindo adalah penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan bank garansi, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan distribusi barang. Kemudian juga surety bond, customs bond, penjaminan supply chain financing (invoice financing), dan penjaminan kredit lainnya. (*)

Berita Terkait

Samara Lombok Double Winner! Dua Penghargaan Bergengsi Dibawa Pulang dari IREA 2026
Muscam XI Golkar Pujut Memanas, Dua Kader Berebut Kursi Ketua PK
Ungkap Kasus Pemerkosaan WNA di Kuta Mandalika, NTB Solution Center dan Kuta SOS Apresiasi Kinerja Polda NTB
Di Balik Diam Buku Tanah, Ada Hak yang Menunggu Kepastian
Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum
Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah Disorot, LSM Lidik Ungkap Dugaan Hubungan Darah Hakim dan Tim Pengacara
Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat
Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:02

Dari Lemari ke Mereka yang Membutuhkan, Grand Qin Hotel Luncurkan Program ReQineration

Minggu, 27 September 2026 - 16:02

Selama dikeloal PT Railink, Pengguna KA Bandara dari Stasiun YIA Mencapai 4,7 Juta Penumpang

Minggu, 27 September 2026 - 16:02

Selama Dikelola PT Railink, KA Bandara YIA Layani Lebih dari 11 Juta Pergerakan Penumpang

Minggu, 27 September 2026 - 15:02

Tips Menyiapkan Persyaratan Dokumen Sebelum Mengajukan Pinjaman Bank

Minggu, 27 September 2026 - 08:02

Ringworm pada Kucing, Penyebab Gejala dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 26 September 2026 - 18:02

MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 - 14:02

Pilihan Perlindungan untuk Berbagai Rencana Perjalanan dengan Chubb Travel Insurance di neobank dari Bank Neo Commerce

Sabtu, 26 September 2026 - 10:02

Kebun Kopi Ijen, Warisan yang Terus Menghidupi

Berita Terbaru