Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara - Koran Mandalika

Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kombinasi pasar digital yang besar, adopsi teknologi yang tinggi, dan dukungan regulasi menjadikan Indonesia sorotan baru bagi industri Web3 di regional.

Di tengah pergeseran industri global dari fase eksperimen menuju implementasi nyata, Indonesia perlahan-lahan muncul sebagai salah satu pasar paling strategis bagi pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara.

Selama bertahun-tahun, percakapan tentang blockchain dan Web3 lebih banyak dipenuhi oleh hype teknologi dan spekulasi aset digital. Namun, arah industrinya mulai berubah. Hari ini, fokus pelaku industri tidak lagi hanya tentang teknologi yang bisa dibangun, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam dunia nyata. Mulai dari sistem pembayaran digital, tokenisasi aset, hingga transparansi data dan efisiensi operasional, blockchain perlahan-lahan berkembang menjadi bagian dari infrastruktur digital modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah pergeseran tersebut, Indonesia mulai mendapatkan perhatian yang semakin besar. Bukan hanya karena ukuran pasarnya, tetapi juga karena kombinasi pertumbuhan ekonomi digital, populasi digital native yang besar, dan keterlibatan regulator yang semakin aktif dalam membentuk arah industri teknologi finansial generasi berikutnya.

Dari Eksperimen ke Implementasi

Indonesia saat ini merupakan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Penggunaan layanan digital, mobile banking, dan pembayaran berbasis aplikasi terus meningkat dari tahun ke tahun, menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan teknologi baru, termasuk blockchain dan aset digital.

Momentum tersebut juga terlihat dalam berbagai laporan global. Chainalysis menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan tingkat adopsi aset kripto tertinggi di dunia pada 2025, didorong oleh partisipasi retail dan komunitas digital yang terus berkembang.

Baca Juga :  Telkom Indonesia Dorong Technopreneur Masa Depan untuk Mengaplikasikan AI

Pada saat yang sama, percakapan industri mulai bergerak ke arah yang lebih praktis. Banyak perusahaan kini membahas bagaimana blockchain dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, memperluas akses finansial, mempercepat distribusi aset digital, hingga membangun sistem data yang lebih transparan dan dapat diverifikasi.

Industri Web3 perlahan memasuki fase ketika utilitas menjadi lebih penting daripada sekadar eksperimen teknologi.

Mengapa Indonesia Mulai Menarik Perhatian

Besarnya pasar domestik membuat Indonesia sulit diabaikan dalam perkembangan ekonomi digital di tingkat regional. Namun, ukuran pasar saja sebenarnya tidak cukup untuk membuat sebuah negara dipandang serius dalam pengembangan industri Web3. Yang mulai menarik perhatian banyak pelaku industri global justru adalah arah perkembangan regulasinya.

Sejak awal 2025, pengawasan aset digital di Indonesia resmi berpindah dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan ini dipandang sebagai langkah penting karena menempatkan industri digital assets lebih dekat dengan ekosistem keuangan formal serta pengawasan institusional yang lebih matang.

Di saat yang sama, OJK juga mulai merilis daftar resmi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital di bawah pengawasan regulator, memberikan sinyal bahwa Indonesia mulai membangun struktur industri yang lebih jelas dan siap berkembang dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Rahasia Tampil Keren juga Profesional! Intip 5 Top Outerwear Bodypack Terbaik untuk Workaholic

Perkembangan tersebut turut mengubah cara banyak perusahaan global memandang Indonesia.

Ketika Industri Mulai Bergerak Lebih Matang

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, Jakarta mulai memainkan peran yang semakin penting dalam perbincangan industri di tingkat regional. Momentum tersebut menjadi salah satu latar belakang Indonesia Blockchain Week 2026 yang akan berlangsung pada 12 hingga 13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.

Sebagai salah satu konferensi blockchain dan Web3 terbesar di kawasan, Indonesia Blockchain Week 2026 akan mempertemukan regulator, investor, founder, developer, institusi, dan perusahaan teknologi dari berbagai negara untuk membahas arah perkembangan industri digital regional, mulai dari tokenisasi aset dan integrasi AI hingga enterprise adoption dan digital infrastructure.

Dalam beberapa tahun ke depan, persaingan industri Web3 kemungkinan tidak lagi ditentukan hanya oleh siapa yang memiliki teknologi paling canggih. Yang akan semakin menentukan adalah kesiapan ekosistem, regulasi, dan kemampuan suatu negara untuk menerjemahkan inovasi digital menjadi implementasi yang nyata.

Di tengah perubahan tersebut, Indonesia mulai menunjukkan bahwa Asia Tenggara tidak lagi hanya menjadi pasar bagi pertumbuhan teknologi global, tetapi juga menjadi bagian dari tempat di mana arah industrinya mulai dibentuk.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.indonesiablockchainweek.com atau ikuti media sosial Indonesia Blockchain Week.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Biaya AI per Respons vs Token, Mana Lebih Hemat untuk Bisnis?
IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
BP Tapera Perkuat Sinergi Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP
Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026
Menjaga Lingkungan, Menguatkan Keberlanjutan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Aksi Lingkungan Sepanjang 2026
PTPN Group Beri Penghargaan Masa Pengabdian kepada 1.239 Nusantara Planters PTPN IV PalmCo di Riau
Mengapa Anak Punya Wangi Favorit? Ini Cerita di Balik Wangi B&B yang Menemani Anak Aktif Seharian
Zentara Jelaskan Pentingnya Menghubungkan Threat Detection dengan Respons Keamanan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Selasa, 8 September 2026 - 19:01

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43

Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:11

Ikatan Perencana Desa (IPD) Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Memahami Desa

Berita Terbaru