Industri Kripto Asia Tenggara Kian Kompetitif, Indonesia Tak Boleh Tertinggal - Koran Mandalika

Industri Kripto Asia Tenggara Kian Kompetitif, Indonesia Tak Boleh Tertinggal

Kamis, 19 Juni 2025 - 10:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 19 Juni 2025 – Industri kripto di Asia Tenggara kini memasuki babak baru yang lebih kompetitif. Negara-negara di kawasan ini berlomba-lomba menciptakan regulasi yang ramah dan insentif yang menarik guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital berbasis blockchain dan aset kripto. Dua negara yang kini menjadi sorotan adalah Thailand dan Vietnam, yang telah mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi mereka sebagai pusat inovasi aset digital di regional.

Pemerintah Thailand baru saja mengumumkan kebijakan pembebasan pajak penghasilan pribadi bagi pengguna exchange kripto lokal, dengan pemotongan pajak sebesar 15%. Kebijakan ini berlaku hingga 31 Desember 2029 dan menjadi sinyal kuat bahwa Thailand ingin memperkuat posisi sebagai hub kripto di Asia. Insentif ini membuka ruang lebih besar bagi investor ritel dan institusional untuk terlibat dalam ekosistem aset digital secara legal dan menguntungkan.

Sementara itu, Vietnam menunjukkan ambisi besarnya melalui Undang-Undang tentang Industri Teknologi Digital yang disahkan pada 14 Juni 2025. Undang-undang ini menempatkan aset kripto di bawah kerangka regulasi formal dan menerapkan standar anti-pencucian uang (AML) serta anti-terorisme yang ketat. Sama seperti Indonesia, Vietnam mengkategorikan kripto sebagai aset digital, namun kini lebih unggul dalam hal kejelasan hukum dan roadmap adopsi teknologinya.

Berdasarkan laporan Global Crypto Adoption Index 2024 dari Chainalysis, Vietnam menduduki peringkat kelima, dan Thailand di posisi ke-16, dalam indeks adopsi kripto global. Sementara Indonesia berada di posisi ketiga, namun dominasi ini bisa terancam jika langkah-langkah strategis tidak segera diambil untuk memperkuat industri dalam negeri.

Indonesia Perlu Bersinergi untuk Dorong Pertumbuhan Industri Kripto

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa perkembangan pesat di negara tetangga seharusnya menjadi alarm sekaligus motivasi bagi Indonesia untuk terus memperkuat ekosistem kripto nasional.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar kripto, tetapi kita tidak bisa terlena. Agar tidak tertinggal dari Vietnam dan Thailand, perlu ada sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk menciptakan regulasi yang mendukung, edukasi yang masif, serta insentif yang mendorong adopsi,” ujar Calvin.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

Menurutnya, langkah Thailand yang memberikan insentif pajak bisa dijadikan bahan kajian bagi pemerintah Indonesia dalam merumuskan kebijakan fiskal yang lebih mendukung industri. Sementara pendekatan regulatif Vietnam dapat menjadi inspirasi dalam membangun kerangka hukum yang jelas dan aman bagi investor maupun pengembang teknologi.

“Kami percaya bahwa dengan regulasi yang progresif, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen bersama, sehingga industri kripto Indonesia tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga menjadi pemimpin di Asia Tenggara,” tambah Calvin.

Baca Juga :  Rayakan Imlek dengan Pixel Art Kustom dari Pöksel, Pionir di Indonesia!

Kiat Menjaga Daya Saing

Untuk menjaga daya saing di kawasan Asia Tenggara, sejumlah langkah strategis disuarakan pelaku industri yang dinilai perlu segera diambil agar industri kripto Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Salah satu usulan utama adalah pemberian insentif fiskal, misalnya melalui penyederhanaan perpajakan aset kripto di platform exchange lokal. Selain itu, regulasi yang ada perlu disempurnakan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan model bisnis kripto yang terus berevolusi.

Upaya peningkatan literasi digital dan finansial juga menjadi kunci penting agar masyarakat luas dapat berpartisipasi dalam ekosistem kripto secara aman dan bertanggung jawab. Dukungan terhadap startup dan pengembang pun harus diperkuat, antara lain melalui kemudahan akses pendanaan, pengembangan sandbox regulasi, serta program inkubasi untuk proyek-proyek blockchain. Di sisi lain, kolaborasi strategis antara regulator, pelaku usaha, dan institusi pendidikan perlu ditingkatkan guna menciptakan talenta digital yang mumpuni dan berdaya saing global.

Calvin menekankan bahwa langkah-langkah tersebut sangat penting agar Indonesia tidak kehilangan momentum dalam pertumbuhan ekonomi digital. “Kita tidak boleh kalah dalam perlombaan ini. Blockchain dan aset digital adalah masa depan, dan masa depan itu harus dibentuk bersama oleh seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.

Berita Terkait

Nikmati Event Free Fire dengan Top Up Diamond yang Cepat dan Praktis
Ingin Koleksi Skin Baru? Top Up Mobile Legends Kini Bisa Dilakukan Lebih Mudah
Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor
BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantar
BRI Finance Sambangi Jayapura Lewat BRI Consumer Expo 2026 dengan Beragam Penawaran Pembiayaan
Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah
Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi
WSBP Tingkatkan Kontribusi dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional, Dorong Penguatan Kinerja Perusahaan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:50

Kecewa dengan Kinerja Kejaksaan, Sejumlah Mahasiswa Desak Polri Tangani Kasus Korupsi di NTB

Senin, 13 Juli 2026 - 18:46

Soal Temuan BPK, Pemprov NTB Tegaskan Telah Ditindaklanjuti Seluruhnya

Senin, 13 Juli 2026 - 11:48

Wellness Tourism Strategi NTB Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:01

Wamenpar Apresiasi Sade Social Space, Mandalika Makin Kaya Atraksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:09

AHY Setujui Pembangunan Bypass Port to Port Lembar-Kayangan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:29

Pocari Sweat Run Gerakkan Sektor Pariwisata hingga UMKM di NTB

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:43

Gubernur Iqbal Resmikan Bale Kita, Rumah Produk Autentik UMKM NTB

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:39

Menteri dan Gubernur Sepakat Percepat Penyelamatan Lingkungan NTB

Berita Terbaru