Jangan Panik! Koreksi Bitcoin Saat Imlek Justru Bisa Jadi Peluang - Koran Mandalika

Jangan Panik! Koreksi Bitcoin Saat Imlek Justru Bisa Jadi Peluang

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Februari 2026 — Periode Tahun Baru Imlek 2026 yang berlangsung pada 17 Februari hingga awal Maret kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto global. Secara historis, perayaan ini kerap diikuti pola musiman pada pergerakan harga Bitcoin, mulai dari tekanan jual menjelang libur hingga pemulihan setelah aktivitas perdagangan kembali normal.

Sejumlah riset pasar menunjukkan bahwa dalam kurun 2015–2023, Bitcoin cenderung mengalami koreksi rata-rata 10–20% dalam dua hingga tiga minggu sebelum Imlek. Setelah periode libur berakhir, harga kerap mencatat reli 15–35% dalam satu hingga dua minggu berikutnya. Bahkan, analisis 10x Research mencatat bahwa strategi membeli Bitcoin tiga hari sebelum Imlek dan menjual 10 hari setelahnya menghasilkan rata-rata imbal hasil (ROI) 11% secara historis.

Fenomena ini tidak lepas dari besarnya partisipasi investor asal China dalam ekosistem kripto global. Meski terdapat pembatasan dari pemerintah setempat, jumlah pemilik aset kripto di China diperkirakan mencapai 59,1 juta orang. Menjelang Imlek, sebagian investor disebut melakukan likuidasi untuk memenuhi kebutuhan musiman seperti perjalanan mudik, pembagian angpao (hongbao), hingga pengeluaran keluarga dan bisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan jual yang terkonsentrasi dalam waktu singkat menciptakan pola koreksi yang relatif konsisten. Selain itu, selama masa libur delapan hari, aktivitas perdagangan dari kawasan Asia cenderung menurun signifikan. Penurunan volume transaksi ini membuat likuiditas pasar menipis dan order book menjadi lebih tipis, sehingga pergerakan harga lebih mudah terdorong oleh transaksi dalam jumlah relatif kecil.

Tekanan Jual Menjadi Perhatian

Data historis 2024 memperlihatkan pola serupa. Pada Januari 2024, Bitcoin sempat mencapai level US$48.494 sebelum terkoreksi ke sekitar US$38.678, atau turun hampir 20% menjelang Imlek. Namun setelah periode libur, harga berbalik naik dan sempat menyentuh US$56.650 pada akhir Februari, mencerminkan pemulihan lebih dari 30% dari titik sebelum perayaan.

Baca Juga :  Ramadan Serenity: Mall @ Alam Sutera Hadirkan Semarak Ramadan melalui Ragam Pertunjukan Budaya serta Program Belanja Eksklusif

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa faktor musiman seperti Imlek memang kerap memberikan tekanan jangka pendek terhadap pasar, namun bukan satu-satunya variabel penentu arah harga.

“Periode seperti Imlek sering kali menghadirkan volatilitas karena faktor likuiditas regional dan kebutuhan musiman investor. Namun, investor perlu melihatnya dalam konteks yang lebih luas, termasuk sentimen global dan arus dana institusional,” ujar Calvin.

Menurutnya, struktur pasar kripto saat ini sudah jauh lebih matang dibandingkan beberapa tahun lalu. Masuknya investor institusi melalui berbagai instrumen investasi, termasuk ETF Bitcoin spot di sejumlah negara, turut memperluas sumber likuiditas yang sebelumnya sangat bergantung pada kawasan Asia.

“Saat ini arus dana tidak lagi terpusat di satu wilayah. Partisipasi institusi global membuat pasar lebih terdiversifikasi, sehingga potensi tekanan dari satu kawasan bisa lebih teredam dibandingkan sebelumnya,” tambahnya.

Meski demikian, Calvin menilai investor tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek selama periode libur panjang. Ia menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan manajemen risiko dan tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan harga yang bersifat musiman.

Selain faktor Imlek, pasar kripto global juga masih dibayangi dinamika makroekonomi, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral utama hingga perkembangan regulasi di berbagai negara. Kombinasi faktor musiman dan sentimen global ini membuat pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir terlihat fluktuatif.

“Pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir memang terasa ‘babak belur’ karena kombinasi berbagai faktor eksternal. Oleh karena itu, pemahaman terhadap siklus pasar dan disiplin dalam pengelolaan risiko menjadi semakin penting,” kata Calvin.

Tokocrypto Hadirkan Fitur Gift Card dan Optimalkan Deposit

Di tengah dinamika pasar tersebut, Tokocrypto memperkenalkan sejumlah pembaruan fitur untuk mendorong aktivitas transaksi dan memperluas utilitas aset kripto di Indonesia, bertepatan dengan momentum Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H.

Baca Juga :  VRITIMES Mengumumkan Kemitraan Strategis dengan Empat Media Online Terkemuka di Indonesia

Salah satu fitur yang diluncurkan adalah Gift Card Tokocrypto, yang memungkinkan pengguna mengirim aset kripto sebagai hadiah digital tanpa perlu mengetahui alamat wallet penerima. Pengguna cukup membagikan tautan atau kode yang dapat diklaim oleh penerima, serta dapat menyertakan pesan personal sesuai momen perayaan.

Selain itu, Tokocrypto juga mencatat pertumbuhan signifikan pada metode deposit melalui Virtual Account BCA, yang menjadi salah satu kontributor terbesar transaksi deposit di platform. Pengguna dapat melakukan transfer melalui BCA Mobile, MyBCA, KlikBCA, maupun ATM BCA, dengan proses yang diklaim dapat selesai dalam waktu kurang dari lima menit dan dana langsung dapat digunakan untuk bertransaksi.

Calvin berharap inovasi ini dapat menjaga minat masyarakat terhadap investasi aset digital di tengah kondisi pasar yang menantang.

“Kami ingin memastikan pengguna tetap memiliki akses yang mudah, cepat, dan relevan terhadap aset kripto, termasuk dalam momen spesial seperti Imlek dan Ramadan,” tutupnya.

About Tokocrypto
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang berdiri sejak 2018 dan terdaftar di OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menawarkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan. Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$30 juta, menyediakan lebih dari 400 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4 juta pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:02

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru