KAI Daop 1 Jakarta kembali lakukan Rekayasa Pola Operasi perjalanan KA, untuk Antisipasi Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Menuju Stasiun Gambir dan Pasar Senen - Koran Mandalika

KAI Daop 1 Jakarta kembali lakukan Rekayasa Pola Operasi perjalanan KA, untuk Antisipasi Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Menuju Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Minggu, 31 Agustus 2025 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah ini dilakukan untuk memberikan alternatif bagi calon pelanggan yang akan menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen serta menghindari potensi kemacetan lalulintas menuju Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Jakarta, 30 Agustus 2025 – Untuk Mengantisipasi adanya kemacetan dan rekayasa lalu-lintas di wilayah Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Minggu, 31 Agustus s.d Selasa, 2 September 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali melakukan rekayasa pola operasi untuk sejumlah perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. KAI Daop 1 Jakarta merekayasa pola operasi dengan memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara untuk KA-KA yang dalam kondisi normal tidak berhenti di stasiun tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memberikan alternatif bagi calon pelanggan yang akan menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen serta menghindari potensi kemacetan lalulintas menuju Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Gambar Ilustrasi Depan Stasiun Jatinegara

“Rekayasa pola operasi ini bersifat sementara dan berlaku untuk perjalanan KA pada Minggu, 31 Agustus s.d Selasa, 2 September 2025. Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dan strategis, terutama bagi yang berasal dari arah timur Jakarta. Hal ini untuk menjaga kenyamanan pelanggan dan kelancaran operasional KA,” ujar Ixfan.

Berikut daftar KA yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara pada :

a. 31 Agustus 2025

1. Ka 50F (Purwojaya);

2. Ka 7006 (Batavia);

3. Ka 58F (Purwojaya); dan

4. Ka 126F (Cheribon Fakultatif)

b. 31 Agustus s.d selasa 02 September 2025:

1. Ka 6 (Argo Semeru);

2. Ka 132 (Parahyangan);

3. Ka 46 (Taksaka);

4. Ka 2 (Argo Bromo Anggrek);

5. Ka 16 (Argo Dwipangga);

6. Ka 118 (Gunungjati);

7. Ka 40 (Sembrani);

8. Ka 62 (Manahan);

9. Ka 122 (Cakrabuana);

10. Ka 44 (Taksaka);

11. Ka 38 (Brawijaya);

12. Ka 8 (Bima);

13. Ka 36 (Gajayana);

14. Ka 124 (Cakrabuana);

15. Ka 42 (Sembrani);

16. Ka 32 (Pandalungan);

17. Ka 4 (Argo Bromo Anggrek);

18. Ka 14 (Argo Lawu);

19. Ka 54 (Purwojaya);

Baca Juga :  AnyMind Group meluncurkan BPaaS untuk solusi cross-border commerce

20. Ka 48 (Taksaka);

21. Ka 120 (Gunungjati);

22. Ka 64 (Manahan);

23. Ka 30F (Argo Anjasmoro);

24. Ka 110 (Fajar Utama Yk);

25. Ka 272 (Airlangga);

26. Ka 284 (Serayu);

27. Ka 204 (Tegal Bahari);

28. Ka 90 (Gayabaru Malam Selatan);

29. Ka 270 (Matarmaja);

30. Ka 112 (Sawunggalih);

31. Ka 152 (Brantas);

32. Ka 300 (Cikuray);

33. Ka 246 (Majapahit);

34. Ka 260 (Tawang Jaya);

35. Ka 108 (Senja Utama Yk);

36. Ka 288 (Serayu);

37. Ka 116 (Sawunggalih);

38. Ka 144 (Madiun Jaya);

39. Ka 164 (Gumarang);

40. Ka 150 (Singasari); dan

41. Ka 180 (Tawangjaya Premium).

Peron Stasiun Jatinegara, ilustrasi

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau kepada para pelanggan yang akan menggunakan layanan kereta api pada tanggal tersebut untuk menyesuaikan waktu keberangkatan serta menyiapkan waktu tempuh yang cukup sebagai antisipasi adanya pola rekayasa lalu-lintas. “Kami mengimbau kepada calon pelanggan untuk tetap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutup Ixfan Hendriwintoko.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, Contact Center 121, atau media sosial resmi KAI.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52