KEMENTERIAN PU PASTIKAN KELANCARAN PASOKAN AIR WADUK KEDUNGOMBO KE LAHAN PERTANIAN - Koran Mandalika

KEMENTERIAN PU PASTIKAN KELANCARAN PASOKAN AIR WADUK KEDUNGOMBO KE LAHAN PERTANIAN

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 20:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menempatkan Waduk Kedungombo sebagai salah satu infrastruktur sumber daya air paling strategis di Indonesia. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, waduk yang terletak di perbatasan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini dioptimalkan perannya sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa ketersediaan air yang terjamin adalah kunci untuk mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, peran Waduk Kedungombo tidak hanya sebatas menampung air, tetapi menjadi jantung dari sistem irigasi yang produktif.

“Waduk Kedungombo adalah bagian integral dari sistem irigasi yang memastikan pasokan air tersalurkan secara efisien hingga ke lahan pertanian. Air yang dikelola dengan baik akan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani dapat panen lebih dari sekali dalam setahun,” kata Menteri Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memastikan fungsi tersebut berjalan optimal, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) menerapkan manajemen air secara menyeluruh. Proses ini mencakup pemantauan rutin ketersediaan air, penyusunan rencana tata tanam bersama petani, hingga pembagian air yang adil dan efisien. Tidak hanya itu, pemeliharaan jaringan irigasi—mulai dari saluran primer, sekunder, hingga tersier—dilakukan secara berkala agar air dapat mengalir tanpa hambatan ke sawah-sawah petani.

Baca Juga :  Sejarah dan Asal Usul Bubur Ayam Jakarta 46

Dirjen Sumber Daya Air, Dwi Purwantoro, menuturkan, Waduk Kedungombo memiliki fungsi ganda. “Fungsi utama bendungan adalah menampung air di musim penghujan dan mengendalikan banjir, serta memastikan kelancaran suplai air untuk pertanian baik pada Musim Tanam (MT) I, MT II, dan MT III, sehingga Indeks Pertanaman dapat terjaga,” jelasnya.

Image

Untuk pertanian, Waduk Kedungombo memiliki manfaat untuk menyuplai air irigasi ke total area irigasi seluas 64.365 hektare, di Kabupaten Grobogan meliputi Daerah Irigasi (DI) Sidorejo (6.038 ha), DI Sidorejo Kiri/Lanang (1.900 Ha), DI Sedadi (16.055 ha); kemudian juga menyuplai air ke DI Klambu Kiri di Kabupaten Demak seluas 20.646 ha; DI Klambu Kanan di Kabupaten Pati seluas 10.354 ha; DI Klambu Wilalung di Kabupaten Kudus seluas 7.872 ha; dan juga mendukung program pompanisasi untuk menyuplai air irigasi seluas 1.500 ha.

Keberhasilan pengelolaan Waduk Kedungombo tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Setiap keputusan terkait jadwal tanam dan pelepasan air irigasi dirumuskan melalui Komisi Irigasi. Lembaga ini menjadi wadah komunikasi yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, dinas-dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, aparat TNI/Polri, hingga perwakilan petani melalui Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A).

Baca Juga :  Siap-Siap! IGF 2024 Siap Mengubah Wajah Industri Game Indonesia

Image

Saat ini, stok air di Waduk Kedungombo tercatat sekitar 472,39 juta meter kubik (m³) atau berada pada elevasi +87,67 mdpl. Volume ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi seluas 64.365 hektare pada Musim Tanam I yang akan dimulai September 2025. Lahan pertanian yang teraliri mencakup area luas di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati, hingga Kudus.

Sebagai infrastruktur yang dibangun pada periode 1980–1991, Waduk Kedungombo terus membuktikan perannya sebagai aset vital negara. Pengisian awal waduk ini dimulai pada 14 Januari 1989 dari Sungai Serang, Sungai Uter, Sungai Sentulan, Sungai Jenglong, dan Sungai Karangboyo. Dan hingga saat ini, melalui pengelolaan modern dan kolaboratif, Kementerian PU memastikan waduk ini tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi penopang utama bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Berita Terkait

“Takut Jarum Suntik? Body’s Secret Perkenalkan Inovasi Perawatan Estetika Lebih Nyaman di Usia ke-15.”
FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit
Menyusun Rencana Finansial Setahun ke Depan, Mulai Siapkan Dana untuk Target 2027
Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI
Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:32

Sekda Loteng Ingatkan SPPG Sajikan Menu MBG Berkualitas, Bukan Hanya Saat Lomba

Sabtu, 7 November 2026 - 14:01

​Pertamina Hadir Dukung Mandalika Racing Series, Buktikan Kualitas Produk Anak Bangsa di Ajang Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53

​Kolaborasi MGPA dan Pride Motorsport Lewat Mandalika Racing Series: Cetak Pembalap Berstandar Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47

Perjalanan Panjang Edi Saputra Kembangkan Mandalika Racing Series demi Cetak Pembalap Berprestasi Dunia

Jumat, 6 November 2026 - 18:51

Kekeringan 2026, Distan Loteng Catat Nihil Kerugian Petani

Jumat, 6 November 2026 - 16:16

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Rabu, 4 November 2026 - 18:23

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Berita Terbaru

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Teknologi

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:02