Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengekspor dua komoditas perkebunan unggulan yakni kemiri dan vanili.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB, Lalu Wiranata, mengatakan dua komoditas tersebut akan di ekspor ke 2 negara berbeda.
“Kemiri itu ke Jepang, vanili itu ke Amerika. Jadi sekarang ini terus kita ekspor walaupun sedikit jumlahnya,” kata Wiranata, Selasa (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wiranata menjelaskan dari 30 desa ekspor yang dilatih, sebanyak empat produk yang sudah terkirim ke luar negeri.
“Jadi yang kita latih 30 desa ekspor itu udah 4 produk yang sudah terkirim,” jelasnya.
Menurutnya, ketegangan akibat perang Amerika dan Iran serta Ukraina dan Rusia tidak mempengaruhi aktivitas ekspor NTB.
“Alhamdulillah produk kita ada aja yang nerima. Tapi memang secara total kita belum memiliki pengaruh terhadap perekonomian secara keseluruhan,” ucapnya.
Wiranata menuturkan ketegangan yang terjadi di Wilayah Timur Tengah hanya berpengaruh pada harga plastik saja.
“Endak berpengaruh ternyata. Dia hanya di plastik aja pengaruh kemarin,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa persentase ekspor non-tambang meningkat dari 3 persen menjadi 7 persen. Pihaknya akan mendorong peningkatan ekspor non-tambang tersebut hingga 20 persen.
“Sekarang kan ekspor non tambang kan sudah 7 persen, sudah naik ya. Nanti kalau kita bisa dorong sampai 20 persen ekspor non-tambang ya makmur sudah masyarakat kita,” ungkapnya. (dik)






