Kendala di Rumah Saat Musim Hujan, Sudah Siapkan Biayanya? - Koran Mandalika

Kendala di Rumah Saat Musim Hujan, Sudah Siapkan Biayanya?

Senin, 10 November 2025 - 00:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim hujan tak hanya menghambat mobilitas di jalanan ibu kota. Bagi banyak pemilik rumah, hujan deras bisa juga berarti atap bocor, dinding lembap, saluran mampet, dan tagihan perbaikan yang tiba-tiba muncul.

Masalah rumah di musim hujan sering kali datang bersamaan dan tanpa peringatan. Kalau tidak siap secara fisik maupun finansial, hujan bisa berubah jadi beban, bukan berkah.

Yuk, kita bahas apa saja kendala umum yang muncul di musim hujan, serta bagaimana cara mengatasinya, termasuk solusi finansial kalau biaya perbaikan datang tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Atap bocor jadi masalah klasik

Salah satu masalah yang hanya terjadi pada musim hujan adalah atap bocor. Di samping banjir, atap bocor jadi yang paling umum dan paling cepat merusak suasana hati di musim hujan.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari genteng bergeser, lapisan waterproofing menipis, atau sambungan talang air yang retak. Masalah kecil ini bisa berkembang jadi kerusakan besar bila dibiarkan. Plafon bisa berjamur, kabel listrik lembap, sampai struktur kayu lapuk.

Sebenarnya kamu bisa lakukan pencegahan dengan pemeriksaan rutin sebelum musim hujan tiba. Periksa sambungan genteng, lapisan anti-air, serta talang air. Bila ditemukan retakan kecil, segera tambal menggunakan sealant atau lapisan cat pelapis kedap air.

Namun bila kerusakannya sudah parah, terkadang perbaikan kecil tidak cukup. Mau tidak mau kamu harus melakukan renovasi cukup besar. Tentunya biayanya juga akan lebih mahal.

Baca Juga :  Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional

2. Tembok lembap dan cat mengelupas

Selain atap, tembok rumah juga sering jadi korban musim hujan. Kelembapan tinggi menyebabkan dinding berkeringat, cat mengelupas, dan muncul bercak hitam jamur. Selain mengganggu estetika, kondisi ini bisa memicu masalah kesehatan, terutama bagi penghuni dengan alergi atau asma.

Penyebab utamanya adalah rembesan air dari luar dinding, ventilasi kurang, atau material bangunan yang tidak tahan air. Kalau dinding sudah terlanjur rusak, perlu dilakukan pelapisan ulang total. Biayanya bisa cukup besar, apalagi jika area yang terdampak luas.

3. Saluran air tersumbat dan banjir di halaman

Musim hujan juga identik dengan saluran air tersumbat. Daun kering, sampah plastik, atau lumpur sering menutup lubang selokan. Air hujan pun meluap dan menciptakan banjir di depan rumah.

Selain mengganggu kenyamanan, genangan air yang dibiarkan bisa menjadi sarang nyamuk dan merusak pondasi rumah. Namun jika struktur saluran sudah tidak optimal atau selokan utama di lingkungan tersumbat, kamu mungkin butuh perbaikan besar dengan jasa profesional.

4. Banyak rayap dan jamur mulai

Musim hujan jadi waktu favorit bagi rayap dan jamur berkembang biak. Kondisi lembap membuat mereka lebih aktif, terutama di area kayu seperti kusen pintu, plafon, atau lemari. Jika serangan sudah meluas, kamu mungkin perlu jasa pest control profesional .

Biaya Tak Terduga dan Keuangan yang Terseret

Empat hal di atas butuh dicegah atau diatasi. Namun, tidak semua orang punya cukup dana darurat khusus perawatan rumah. Padahal, rumah juga butuh “perawatan” sama seperti kendaraan. Jika dibiarkan, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi kerugian besar.

Baca Juga :  Dukung Akselerasi Pasar UMKM, Sampoerna Gelar Bincang Wirausaha Nasional di Jakarta

Untuk itu, ketika kamu tidak punya dana yang cukup, kamu bisa punya opsi pinjaman cepat dan transparan.

Sebagai alternatif, kini banyak bank dengan layanan digital yang menawarkan pinjaman cepat dengan bunga transparan dan proses mudah. Cocok untuk kebutuhan mendesak tanpa harus mengorbankan rencana keuangan jangka panjang. Salah satu pinjaman cepat cair yang bisa kamu gunakan adalah Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce.

Neo Pinjam punya kelebihan, yaitu:

– Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

– Pinjaman online dengan pilihan tenor fleksibel minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

– Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

– Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

Ditambah, pinjaman aman ini juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi
Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya
Akulaku Finance Bersama BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 11:07

Proyek Seaplane Bendungan Batujai Mundur dari Target

Selasa, 15 September 2026 - 19:08

Gubernur NTB : Harus Memiliki Komitmen Jangka Panjang dan Belajar Pada Perusahaan Tempat Bekerja

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Berita Terbaru