Keselamatan Pengguna di LRT Jabodebek, Mengapa Kebiasaan Sederhana Tidak Boleh Diabaikan? - Koran Mandalika

Keselamatan Pengguna di LRT Jabodebek, Mengapa Kebiasaan Sederhana Tidak Boleh Diabaikan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk membangun budaya keselamatan melalui kebiasaan sederhana selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. Keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab bersama antara operator dan masyarakat.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa selain memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional, LRT Jabodebek juga mengajak pengguna untuk tertib dalam menggunakan transportasi publik karena setiap kebiasaan positif dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

LRT Jabodebek mengimbau pengguna untuk selalu berdiri di belakang garis kuning saat menunggu kereta, mendahulukan penumpang yang turun sebelum naik, tidak menghalangi pintu kereta, membawa ransel di bagian depan tubuh saat kereta padat, serta menggunakan fasilitas darurat hanya dalam kondisi yang benar-benar diperlukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pengguna juga diimbau segera melaporkan kepada Train Attendant atau petugas stasiun apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kenyamanan perjalanan. Dengan kepedulian dan partisipasi seluruh pengguna, LRT Jabodebek berharap tercipta layanan transportasi publik yang semakin aman, tertib, nyaman, dan andal.

Setiap hari, puluhan hingga ratusan ribu masyarakat memanfaatkan LRT Jabodebek untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga berwisata. Di tengah tingginya mobilitas tersebut, keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada sistem dan petugas, tetapi juga pada kebiasaan setiap pengguna selama berada di stasiun maupun di dalam kereta.

Masih terdapat beberapa kebiasaan yang kerap dianggap sepele, seperti berdiri terlalu dekat dengan tepi peron, menghalangi pintu kereta saat proses naik dan turun penumpang, atau menggunakan fasilitas darurat tidak sesuai peruntukannya. Padahal, perilaku tersebut dapat memengaruhi keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran perjalanan bersama.

Baca Juga :  Kejar Target Nol Warga di Tenda Saat Ramadan, Menteri PU Dorong Percepatan Huntara di Aceh

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa transportasi publik yang aman dibangun melalui kolaborasi antara operator dan masyarakat.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Selain memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional, kami juga mengajak seluruh pengguna untuk membangun budaya menggunakan transportasi publik secara tertib. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap pengguna dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan dan kenyamanan perjalanan bagi semua,” ujar Radhitya.

Sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di transportasi publik, LRT Jabodebek mengajak masyarakat menerapkan beberapa kebiasaan berikut saat menggunakan layanan.

Pertama, berdiri di belakang garis kuning saat menunggu kereta. Garis kuning di peron berfungsi sebagai batas aman bagi pengguna sebelum kereta berhenti sempurna. Menunggu di belakang garis tersebut membantu mengurangi risiko tersenggol kereta maupun terdorong akibat kepadatan penumpang.

Kedua, dahulukan pengguna yang turun sebelum naik ke dalam kereta. Kebiasaan ini membantu memperlancar arus perpindahan penumpang, mengurangi kepadatan di pintu, serta mempercepat proses naik dan turun tanpa mengurangi aspek keselamatan.

Ketiga, hindari menghalangi pintu kereta yang akan menutup. Pintu kereta merupakan bagian dari sistem operasi yang dirancang untuk mendukung perjalanan sesuai jadwal. Menghalangi pintu dapat mengganggu proses keberangkatan dan berdampak pada kelancaran perjalanan.

Baca Juga :  Mengulik Dampak ETF Bitcoin pada Harga Bitcoin dan Industri Kripto

Keempat, lepaskan ransel dan bawa barang bawaan di bagian depan tubuh saat kereta padat. Cara sederhana ini memberikan ruang gerak yang lebih nyaman bagi sesama pengguna, mengurangi risiko menyenggol penumpang lain, serta mempermudah mobilitas di dalam kereta.

Kelima, gunakan fasilitas darurat hanya dalam kondisi yang benar-benar memerlukan penanganan segera. Fasilitas seperti Emergency Intercom disediakan agar pengguna dapat berkomunikasi dengan petugas apabila terjadi kondisi darurat. Penggunaan yang tepat akan membantu petugas memberikan respons secara cepat dan efektif.

Radhitya menambahkan bahwa budaya keselamatan di transportasi publik tidak hanya tercermin dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kepedulian terhadap pengguna lain.

“Hal-hal sederhana seperti mengantre dengan tertib, memberikan ruang bagi penumpang yang turun, serta mengikuti arahan petugas merupakan bentuk kepedulian yang dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Semakin banyak masyarakat yang menerapkan kebiasaan tersebut, semakin baik pula pengalaman menggunakan transportasi publik,” tambahnya.

LRT Jabodebek juga mengimbau pengguna untuk segera menyampaikan informasi kepada Train Attendant atau petugas di stasiun apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kenyamanan perjalanan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan transportasi publik yang aman, tertib, dan andal bagi seluruh pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Meningkat Seiring Kebutuhan untuk Mobilitas Masyarakat
Memperkuat Komunikasi Isu Dekarbonisasi, VRITIMES Hadir di IICCS Forum 2026
VRITIMES Kenalkan Pendekatan PR Modern untuk SEO dan AI Search di Indonesia Retail Summit & Expo 2026
Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan
Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF
Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Prudential Syariah Dukung OJK dalam Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026
Bitcoin Menguat Sepekan, Bittime Sebut Regulasi Kripto AS Jadi Perhatian Investor
Telkom AI Connect Makassar Ajak Talenta Digital Eksplorasi API untuk Bangun Proyek AI

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:34

Oarfish Nongol, Gempa Menyusul? DKP NTB: Jangan Keburu Percaya Mitos

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:11

Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:13

Bank NTB Syariah Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:27

Pulang dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Pantau Kebakaran Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:34

Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:17

Pemprov Sumsel Studi Tiru Tata Kelola Izin Pertambangan Rakyat ke NTB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:19

KPU NTB Atensi Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Lobar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:11

Solidaritas KR-BNN, Gubernur Bali dan NTB Hadir untuk NTT

Berita Terbaru

Teknologi

Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:02